
Tampilkan postingan dengan label Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Cara Mendapatkan Bekerja Cepat
By
Update info
at
00.00

Ada Cara Mendapatkan Bekerja Cepat, yuk disimak sebelum kita membahasnya jika Anda butuh kertas minyak silahkan di klik link nya.
Jika Anda sedang mencari pekerjaan baru, Anda tidak sendirian. Tujuh puluh satu persen dari pekerja adalah pekerja yang baik secara aktif mencari atau tertarik untuk menemukan posisi baru, menurut survei oleh Jobvite. Bagi banyak orang, proses mencari pekerjaan baru dapat membosankan di terbaik dan jiwa-mematikan pada terburuk.
Perburuan posisi yang sempurna dapat mengambil bulan. Salah satu aturan praktis mengatakan bahwa Anda harus mengharapkan untuk menghabiskan setidaknya satu bulan mencari pekerjaan untuk setiap $ 10.000 Anda peroleh. Jadi, jika saat ini gaji Anda adalah $ 70.000 per tahun, Anda dapat mengharapkan untuk menghabiskan setidaknya tujuh bulan berburu untuk pekerjaan.
Hanya sedikit orang yang ingin menunggu selama itu untuk mencari pekerjaan baru. Jika posisi Anda saat tak tertahankan (Anda benci atasan Anda, perusahaan Anda secara besar-besaran disfungsional, perjalanan Anda adalah membunuh Anda), merasa bahwa Anda pada belas kasihan dari pasar kerja dapat sangat frustasi. Jika Anda keluar dari pekerjaan, menunggu bulan untuk mencari pekerjaan bahkan mungkin tidak menjadi pilihan. Dalam kedua kasus, Anda perlu pekerjaan baru, dan Anda membutuhkannya kemarin.
Untungnya, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mempercepat pencarian kerja Anda. Berikut adalah lima hal yang dapat Anda lakukan yang akan membantu Anda mendapatkan disewa cepat, sehingga Anda bisa mendapatkan karir Anda - dan kehidupan Anda - kembali pada jalur yang benar.
1. Waktu yang tepat pencarian Anda
Beberapa musim yang lebih menguntungkan bagi pencari pekerjaan daripada yang lain. Jelas, jika Anda perlu langsung bekerja, Anda tidak memiliki kemewahan menunggu untuk mencari pekerjaan. Tapi jika Anda gatal untuk perubahan, Anda mungkin ingin memulai pencarian pada waktu tahun ketika perusahaan lebih mungkin untuk mencari karyawan baru.
"Bulan-bulan besar bagi perekrutan adalah Januari dan Februari, dan akhir September dan Oktober," Scott Testa, kepala operasi Mindbridge Software, mengatakan Rakasa. "Pencari kerja yang melakukan kontak tepat di awal siklus ini memiliki kesempatan terbaik untuk disewa."
Mempekerjakan sering memperlambat di musim panas, karena banyak orang yang keluar dari kantor. Jika Anda berpikir tentang mencari pekerjaan baru sekarang, pertimbangkan menghabiskan bulan depan atau dua fine-tuning resume Anda, memperbarui profil LinkedIn Anda, dan membangun jaringan Anda. Kemudian, Anda dapat memukul tanah berjalan ketika menyewa tendangan ke gigi tinggi sekitar hari buruh.
2. biarkan orang tahu yang Anda cari
Jika Anda hanya mencari pekerjaan online, Anda kehilangan. Empat puluh satu persen orang yang disurvei oleh perusahaan staf Tenaga Kerja melaporkan bahwa jaringan adalah kunci untuk arahan pekerjaan terbaru mereka, seperti yang dilaporkan dalam Forbes. Banyak posisi terbuka yang pernah diposting online.
Jangan ragu untuk membuat publik pencarian kerja Anda. Secara pribadi menjangkau mantan rekan kerja dan lain-lain dalam jaringan Anda (baik online dan dalam kehidupan nyata) dan meminta bantuan yang mungkin bisa membantu memindahkan pencarian kerja Anda bersama.
"Orang-orang jauh lebih mungkin untuk membantu jika Anda memberi mereka sesuatu yang konkret yang bisa mereka lakukan," tulis Alison Hijau untuk US News & World Report Tanyakan Sebuah blog Manager. "Misalnya, Anda mungkin bertanya tetangga Anda jika dia bisa menghubungkan Anda dengan manajer mempekerjakan di bekas perusahaannya, atau Anda mungkin meminta manajer lama Anda jika dia akan menyarankan Anda pada perusahaan Anda sedang mempertimbangkan.
3. Tampilkan majikan apa yang telah Anda lakukan
Anda tahu bahwa "tujuan dan sasaran" pernyataan di atas resume Anda? Loncat itu, mengatakan para ahli. Tujuan Anda adalah jelas, setelah semua - Anda ingin pekerjaan. Sebaliknya, gunakan pernyataan ringkasan yang berfokus pada prestasi masa lalu Anda. Tampilkan manajer perekrutan dan pewawancara apa yang telah Anda lakukan di masa lalu dan bagaimana yang akan membuat Anda karyawan yang lebih baik bagi mereka.
"Bahkan jika Anda seorang lulusan perguruan tinggi hanya bergabung industri baru, Anda punya satu atau dua kalimat Anda bisa dimasukkan ke dalam ayat tersebut yang mungkin menghasilkan pertanyaan, bunga dan bahkan mungkin wawancara kerja," tulis Jon Acuff, penulis Mulai, pada Brazen pengera karir.
Singkatnya, Anda perlu untuk membual sedikit (atau mungkin banyak). Dan bila memungkinkan, sangat membantu untuk mengukur prestasi Anda. Jangan hanya mengatakan Anda direkrut relawan untuk suatu tujuan, katakan Anda merekrut 50 relawan dan membantu meningkatkan $ 50.000. Jangan hanya mengatakan bahwa Anda berhasil proyek besar, mengatakan bahwa Anda berhasil proyek besar dan selesai dua minggu lebih awal dan $ 20.000 di bawah anggaran.
4. Relawan
Mendedikasikan sebagian waktu Anda untuk membantu orang lain bisa membuat lebih mudah untuk mencari pekerjaan, menurut sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Assessment Karir. Penelitian ini mengamati 265 twentysomethings menganggur dan menemukan bahwa mereka yang secara sukarela lebih cenderung memiliki pekerjaan setelah enam bulan dibandingkan mereka yang tidak. Bahkan sukarela untuk hanya satu jam seminggu dikaitkan dengan kesempatan lebih besar untuk mencari pekerjaan.
Salah satu alasan bahwa relawan jadi mungkin berguna untuk orang-orang muda mencari pekerjaan adalah bahwa hal itu menunjukkan kepada majikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan tertentu - keterampilan yang mereka mungkin tidak berkembang di perguruan tinggi.
"Pengusaha tidak lagi tertarik melatih pelamar potensial yang mungkin melakukan pekerjaan luar biasa berdasarkan janji akademik," kata penulis studi tersebut. "Kegiatan Sukarela memberikan kesempatan bagi orang dewasa untuk menguasai skillsets spesifik dan untuk menunjukkan bukti kompetensi dan nilai yang muncul."
5. Bersihkan media sosial Anda
Anda benar-benar harus tahu ini sekarang, tapi di sini adalah pengingat kalau-kalau Anda lupa: Ada kesempatan yang sangat baik majikan potensial Anda memeriksa profil media sosial Anda. Empat puluh tiga persen dari pengusaha meneliti kandidat di media sosial, menurut survei CareerBuilder. Jika mereka tidak menyukai apa yang mereka lihat, ini bisa menghabiskan biaya pekerjaan.
Apa perilaku sosial media mematikan pengusaha? Hampir setengah mengatakan mereka akan meneruskan pemohon yang diposting media sosial lainnya tidak-tidak disertakan "foto atau informasi provokatif atau tidak pantas."
Berbagi informasi tentang minum atau menggunakan obat-obatan
Blunder Media seperti sosial dapat membahayakan pencarian kerja Anda, sehingga tidak bisa memiliki apapun kehadiran online sama sekali. Sebuah profil LinkedIn adalah suatu keharusan pada saat ini - 94% dari perekrut menggunakan situs ini untuk menemukan calon, survei 2014 oleh Jobvite ditemukan. Secara keseluruhan, 73% dari perekrut mengatakan mereka telah menyewa calon melalui media sosial.
Demikian Cara Mendapatkan Bekerja Cepat, selanjutnya kita bahas mengenai Hal Anda harus tahu untuk menjadi melek komputer silahkan di klik linknya.
Tenang Sewaktu Dipecat
By
Update info
at
09.08
Tenang Sewaktu Dipecat - Tenang Sewaktu Dipecat. Itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.
Anda kami berhentikan dengan hormat!" Kata-kata tersebut merupakan kata yang mengerikan bagi banyak karyawan di suatu perusahaan. Dipecat atau di-PHK memang tidak menyenangkan. Selain akan menimbulkan masalah ekonomi, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga dapat menimbulkan beban emosi yang menyebabkan stres atau depresi. Bagaimana mengatasi masalah-masalah ini?
- Mengatasi Beban Emosi
Hal yang membebani bagi seseorang yang diberhentikan dari pekerjaannya adalah kekuatiran tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Terlebih lagi jika Anda sebagai kepala keluarga atau tulang punggung keluarga. Di samping itu, dengan tidak bekerja dapat meruntuhkan harga diri seseorang.
Daripada menghabiskan energi untuk menguatirkan sesuatu berlebihan, akan lebih baik jika Anda menggunakan energi tersebut untuk melakukan hal yang lebih berguna. Pikirkan juga bahwa hidup akan berjalan, dan tidak perlu memikirkan hal yang sudah terjadi karena hal tersebut tidak dapat diulang. Lagipula, belum tentu semua yang Anda takutkan akan terjadi.
Terlalu menyesali yang sudah terjadi juga dapat membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Jika Anda sakit, tentu akan membuat keluarga Anda semakin sulit dan merasa sedih. Maka jika Anda menyayangi mereka, berusahalah untuk tetap tenang dan mencari solusi dari masalah yang sudah terjadi.
Cara lain mengatasi masalah emosi adalah dengan merasa puas dengan keadaan yang ada. Berkurangnya penghasilan akibat PHK mungkin akan membuat Anda tidak bisa menikmati gaya hidup seperti sebelumnya. Semakin Anda memikirkan untuk menjalankan gaya hidup seperti sebelumnya, akan membuat Anda semakin tertekan.
Lihatlah keadaan orang lain yang gaya hidupnya lebih sulit dari Anda sehingga Anda dapat bersyukur dengan keadaan Anda sekarang walaupun Anda harus menyederhanakan kehidupan.
- Mengatasi Masalah Keuangan
Mau tidak mau, Anda harus berhemat akibat berkurangnya pendapatan akibat tidak bekerja. Salah satu cara agar dapat berhemat adalah dengan membuat anggaran rumah tangga keluarga. Dengan perencanaan yang matang, Anda dapat memiliki dana cadangan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Hal yang sama juga berlaku untuk Anda yang masih bekerja. Sebaiknya bagi Anda yang masih bekerja dibuat juga anggaran pendapatan dan pengeluaran keluarga, agar uang dari penghasilan tidak habis begitu saja dan dapat digunakan untuk keperluan tidak terduga.
- Tips Membuat Anggaran
Dalam membuat anggaran, beberapa hal yang harus dicatat adalah: Masukkan semua pendapatan yang diperoleh keluarga. Misalnya, pendapatan suami, istri atau anggota keluarga lain.
Tulis semua pengeluaran dan pecah menjadi beberapa kategori. Misalnya, pengeluaran wajib setiap bulan seperti biaya listrik, telepon, iuran sekolah, dll. Pengeluaran tidak wajib seperti biaya untuk hiburan, membeli perabot, dll. Jika pengeluaran dilakukan dengan uang tunai, Anda dapat menggunakan sistem amplop, yaitu dengan memasukkan uang ke dalam amplop-amplop yang sudah diberi kategori sejumlah uang yang sudah ditetapkan.
Sisihkan sejumlah uang setiap bulan untuk menabung. Hal ini, khususnya bagi Anda yang masih bekerja. Anda mungkin tidak merasa kekurangan dana, sehingga dapat menggunakan uang seenaknya. Tetapi, menabung sebagian uang merupakan hal yang penting. Dalam menabung hendaknya disisihkan secara rutin dan dalam jumlah yang sudah ditetapkan.
- Kendalikan Uang Anda
Selain membuat anggaran, Anda dapat meminimalkan pengeluaran uang dengan melakukan hal-hal berikut:
- Buat catatan saat akan berbelanja
Anda hanya boleh membeli barang-barang yang ada di catatan. Dengan mencatat, perhatian seseorang tidak akan tersimpangkan keinginan untuk membeli barang-barang lain saat berbelanja. - Pikirkan sekali lagi sebelum membeli
Menurut survei, kebanyakan seseorang membeli sesuatu hanya berdasarkan keinginan saja atau mungkin karena ada diskon. Padahal barang tersebut tidak diperlukan. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli, pikirkan, apakah barang tersebut benar diperlukan? Apakah lebih ekonomis untuk membeli atau menyewa? Apakah ada benda lain yang bisa digunakan yang memiliki fungsi yang sama dengan benda yang akan dibeli ini? - Hitung biaya transportasi
Beli barang di tempat yang dikenal murah, tetapi perlu diperhitungkan biaya transportasinya. Apakah harga barang ditambah biaya transportasi masih lebih murah? - Jangan terlalu sering belanja
Berbelanja selain dapat menimbulkan godaan untuk membeli barang yang tidak diperlukan, juga akan menghabiskan biaya transportasi, biaya makan, minum, dan lainnya yang tanpa sadar menguras kantong Anda. - Waspada kartu kredit
Menggunakan kartu kredit saat membeli barang menjadi sangat mudah. Efeknya Anda dapat dibuat terlena karena saat berbelanja Anda tidak mengeluarkan uang sehingga seolah-olah masih ada cukup uang yang bisa diberikan barang lain. Namun, saat tagihan datang, Anda bisa dibuat kalang kabut mencari dana untuk membayar tagihan ini. Kartu kredit dapat mengacaukan anggaran karena sistem kartu kredit yang bayar belakangan, membuat dana cash Anda untuk bulan depan berkurang karena harus membayar tagihan kartu kredit bulan sebelumnya. Lihat artikel: Bijaksana Menggunakan Kartu Kredit. - Kreatif
Cari solusi untuk mengatasi masalah keuangan Anda. Untuk berhemat, Anda dapat mencari ide kreatif membuat suatu benda yang bernilai ekonomis sehingga dapat dijual dan menjadi tambahan penghasilan. Menanam sayuran pada taman merupakan tindakan kreatif karena dapat dijual atau dimakan sendiri yang dapat membantu masalah keuangan Anda.
- Pekerjaan Alternatif
Jika setelah beberapa waktu, Anda masih belum menemukan pekerjaan kembali, jangan putus asa. Masih banyak peluang pekerjaan yang bisa Anda lakukan. Anda tidak selalu diwajibkan untuk bekerja di suatu perusahaan. Beberapa alternatif pekerjaan bisa Anda tekuni, misalnya:
- Freelance
Anda bisa mencoba menjadi pekerja lepasan atau freelancer. Banyak hal positif yang bisa Anda lakukan jika menjadi freelancer. Baca tips menjadi freelancer pada artikel berikut: Sukses Bekerja Freelance. - Wirausaha
Anda juga bisa mencoba usaha mandiri atau wirausaha. Banyak orang yang dengan tekun dan ulet mengelola bisnis milik sendiri dan lebih berhasil ketimbang menjadi karyawan. - Belajar keterampilan baru
Jika Anda sulit menemukan pekerjaan di bidang pekerjaan Anda sebelumnya, mengapa tidak mencoba bidang pekerjaan lainnya? Misalnya dalam pekerjaan sebelumnya Anda adalah seorang tenaga di bidang keuangan. Mengapa Anda tidak mencoba misalnya menjadi tenaga kerja di bidang penjualan? Hal ini bisa meningkatkan kesempatan untuk mendapat pekerjaan kembali.
PHK atau dipecat bukanlah akhir segalanya. Jangan habiskan energi Anda hanya untuk kuatir secara berlebihan atau tertekan karena ingin menjalani gaya hidup seperti sebelumnya. Jangan lupa untuk terus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan baru. Usaha yang rajin dan gigih akan membuahkan hasil cepat atau lambat.
Itulah pembahasan mengenai Tenang Sewaktu Dipecat, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Membuat Tugas Menjadi Mudah
By
Update info
at
08.32
Membuat Tugas Menjadi Mudah - Membuat Tugas Sulit Menjadi Mudah. Itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.
Kita seringkali menghadapi tugas yang ‘menyeramkan’, dan yang tak kalah sering kita malah menundanya. Di sisi lain kita justru sibuk mengecek email yang masuk, padahal kita baru mengeceknya 5 menit yang lalu, dengan harapan ada email penting yang memerlukan perhatian kita segera. Sangatlah kontras. Ada tugas yang membutuhkan penanganan segera sementara kita malah menunggu tugas lain yang belum tentu ada.
Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.
Jika anda tidak pernah merasakannya, mungkin anda tahu seseorang yang berlaku seperti ini.
Ini sebetulnya adalah masalah yang umum yang sering kita hadapi di pekerjaan sehari-hari. Kita berusaha menghindari tugas-tugas yang sulit karena kita takut untuk menghadapi/menjalaninya. Pertanyaan yang sering menghantui adalah :
- Bagaimana jika saya menyerah di tengah jalan?
- Bagaimana jika saya tidak dapat melakukannya sendirian?
- Bagaimana jika saya malah tampak bodoh melakukan tugas tersebut?
- Bagaimana …..
- Bagaimana ….. dst.
Pertanyaan-pertanyaan yang negatif ini dapat membunuh motivasi anda seketika bahkan orang-orang yang kuat sekalipun, khususnya jika pertanyaan-pertanyaan tersebut tertanam lama di dalam diri orang-orang itu.
Dibawah ini adalah sebuah konsep yang bisa anda gunakan jika anda menghadapi sebuah tugas yang sulit:
- Lakukan saat ini juga.
Ini sama halnya ketika anda harus mencuci piring karena pembantu pulang kampung. Semakin anda menundanya, semakin banyak piring yang harus dibersihkan dan semakin malaslah juga anda. Loncatlah dari sofa malas anda sekarang juga dan mulailah segera.
Percayalah hukum momentum, wah apa lagi tuh hukum momentum?
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.
Untuk mempermudahnya saya akan menjelaskan dengan contoh, yaitu ketika anda mendorong sebuah mobil. Awalnya pasti sangat berat sekali mendorong sebuah mobil yang sedang dalam posisi diam. Namun sekali mobil tersebut bergerak, dorongan anda akan semakin ringan dan lama kelamaan anda bisa mendorongnya dengan sangat cepat.
Saya paling sering merasakan hukum momentum ini ketika akan menulis sebuah artikel. Wah, rasanya setiap kali akan menulis malas sekali untuk memulainya. Namun ketika saya mulai menulis, rasanya tidak dapat dihentikan, sampai kadang-kadang lupa bahwa saya sudah mengetik selama 2-3 jam.
Sekali anda memulainya, anda juga kemudian dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anda.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.
Memecah tugas tersebut menjadi beberapa tugas kecil akan tampak lebih mudah untuk dikerjakan.
- Pisahkan bagian-bagian yang sulit dari bagian-bagian yang mudah.
Setiap tugas selalu mempunyai bagian yang sulit dan bagian yang mudah. Ketika anda dapat memisahnya menjadi 2 bagian, anda dapat melakukan tugas tersebut sesuai dengan mood anda. Katakan saja, anda bekerja dengan energi 1000% saat pagi hari, maka pilihlah bagian yang sulit untuk anda kerjakan di pagi hari. Jika energi anda mulai berkurang di siang hari, mulailah kerjakan bagian-bagian yang mudahnya.
Nikmati tantangan yang dihadapi.
Nikmati tantangan yang dihadapi.
Tugas-tugas yang sulit umumnya dihindari karena penderitaan atau tekanan mental yang mungkin timbul. Anda begitu khawatir bagaimana jika anda nanti frustasi, marah-marah atau sedih. Sisi baiknya, mengetahui perasaan-perasaan ini adalah langkah pertama yang baik dalam membangun kekuatan emosi anda.
Teman saya pernah bercerita, sebelum memiliki anak, kesabarannya sangat minimal. Namun setelah memiliki 2 anak, dia memiliki kesabaran seperti seorang pertapa. Saya terkagum dengan tingkat kesabarannya ketika dia meminta anaknya dengan lembut untuk berhenti menangis sementara dia sedang berbicara di telepon.
Anda dapat memanfaatkan tugas-tugas sulit tersebut untuk melatih anda menjadi lebih sabar dan lebih rileks. Jadikanlah ajang pengembangan diri setiap tugas-tugas yang dihadapi.
- Bayangkan bagaimana tugas tersebut akan membantu membentuk masa depan anda.
Apakah seorang Rudi Hartono dapat menjuarai 7 kali All England karena melewati latihan-latihan yang ringan?
Apakah seorang Andrie Wongso dapat menjadi top speaker terkenal di Indonesia karena melewati perjuangan yang mudah?
Ya, tugas-tugas sulitlah yang akan membentuk karakter anda sehingga anda bisa menjadi seseorang yang anda inginkan di masa depan nanti.
Jadi bergembiralah jika anda mendapatkan tugas-tugas yang sulit. Tanpa tugas-tugas yang sulit, anda tidak akan pernah berkesempatan untuk mengeluarkan kemampuan anda sepenuhnya dan kelak anda akan menjadi orang yang biasa-biasa saja.
- Temukan seseorang yang dapat membantu anda.
Mungkin anda trauma dengan tugas-tugas sulit yang sebelumnya pernah anda hadapi. Anda merasa bahwa sepertinya anda tidak dapat melakukan tugas tersebut sendiri. Itulah mengapa menemukan seseorang yang dapat membantu anda sangat penting untuk kesehatan emosi anda.
Temukan seseorang yang memiliki kekuatan/kelebihan yang berbeda dengan anda, sehingga anda bisa saling mengisi dengan rekan anda tersebut.
- Tanyalah pada diri anda sendiri, “Apakah saya orang yang tepat untuk tugas tersebut?”
Ada beberapa tugas yang tidak cocok dengan kemampuan anda. Anda tidak bisa menjadi orang yang serba bisa untuk apapun. Jika saat ini anda menjadi seorang karyawan dan anda seringkali diberikan tugas/proyek yang tidak anda suka, anda harus segera melakukan perubahan. Diskusikan dengan atasan anda, jika tidak memungkinkan anda mendapat tugas yang anda sukai, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain. Ingat ungkapan ini : “Do What You Love. Love What You Do”, agar anda bisa sukses dalam karir anda.
- Diskusikan pemikiran anda dengan orang lain.
Salah satu keuntungan anda melakukan tugas sulit adalah pengetahuan yang akan anda terima. Cobalah mendiskusikan pengetahuan tersebut dengan orang lain, entah itu lewat blog, forum, telepon atau bertatap muka langsung. Anda akan menyukai reaksi dari para pendengar anda.
Itulah pembahasan mengenai Membuat Tugas Menjadi Mudah, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Puas Dengan Pekerjaan
By
Update info
at
07.46
Puas Dengan Pekerjaan - Bagaimana Membuat Diri Anda Puas Dengan Pekerjaan. Itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.
Salah satu masalah yang bisa membuat suasana kerja kita menjadi tidak enak adalah pada saat kita memiliki perbedaan pendapat dengan atasan/supervisor kita. Hal ini menjadi tambah sulit karena adanya adat budaya kita yang masih menganut dua paham : atasan selalu benar; dan kesulitan untuk menyampaikan pendapat kita secara langsung dengan alasan segan, tidak enak hati, dan sebagainya. Hal ini yang biasanya menjadi bumerang, pekerjaan yang tadinya kita anggap sebagai dream job yang selama ini kita inginkan berubah menjadi neraka. Setiap kali
tiba di kantor motivasi kerja menurun karena bayangan akan melihat wajah sang bos galak, kalau sudah begini pekerjaan pun tidak lagi menyenangkan. Bagaimana cara mengatasinya?
Kejadian di atas sebenarnya bisa kita hindari, asalkan sejak awal kita menerapkan strategistrategi berikut :
1. Jadikan kritik yang anda terima sebagai cambuk untuk membuat karir anda lebih maju
Kebanyakan manusia tidak mampu menerima kritik yang ditujukan kepadanya, itu kenyataan lho. Hal ini disebabkan oleh sifat dasar manusia sendiri yang akan memberikan reaksi setiap kali ia merasa dirinya diserang, entah itu dengan pembelaan diri, merasa rendah diri karena menganggap diri gagal melakukan tugas, atau yang lebih ekstrim balik menyerang orang yang mengkritiknya. Untuk mengatasinya kita perlu melakukan refleksi diri (hal yang paling sulit), caranya adalah : jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang ditujukan untuk menyerang harga diri kita, anggaplah itu sebagai nasehat dari orang yang memperhatikan kita. Coba anda pikirkan dengan pikiran terbuka, mungkin saja yang disampaikan atasan anda ada benarnya. Its time to face your critics!
2. Pahami karakter atasan anda
Untuk bisa memenangkan perang, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenal siapa musuh kita. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mengenali sifat atasan anda dan mengenal momen-momen tepat di mana ia bisa diajak bertukar pikiran. Misalnya, jangan sekali-kali anda mengajaknya berbicara di saat ia sedang sibuk, sedang mempersiapkan meeting, atau sedang dalam bad mood.
3. Usahakan menjalin relasi yang positif dengan atasan anda
Maksudnya bukan berarti anda menjilat terhadap atasan melainkan hubungan yang wajar sebagaimana layaknya atasan dengan bawahan, usahakan untuk selalu ramah dengannya (tapi tidak berlebihan). Riset membuktikan bahwa seseorang akan lebih mudah menerima masukan/saran dari orang yang telah dikenalnya dengan baik dibanding dengan orang asing.
4. Ingat, bos anda adalah seorang manusia juga
Ini bukan pembelaan untuk para atasan lho. Tapi anda perlu ingat juga bahwa sebagai manusia kita tidak pernah luput dari kesalahan, begitu juga dengan bos anda. Artinya jangan sekali-kali anda mencari-cari kesalahan bos anda dan menjadikannya tameng sebagai pembelaan.
5. Minta waktu untuk berbicara empat mata
Salah satu biang dari segala masalah adalah tidak membicarakan masalah yang terjadi secara terbuka, banyak yang lebih memilih untuk membicarakannya diam-diam dengan rekan sejawat (atau istilah kerennya meeting in meeting). Hal ini harus dihindari sejak dini, caranya adalah dengan meminta kesempatan langsung berbicara dengan bos
anda. Hindari berbicara langsung di hadapan orang banyak, karena itu akan membuat harga diri atasan anda terluka (karena merasa dipermalukan) dan mungkin memberikan aksi defensif dengan menyangkal tuduhan yang anda lontarkan. Bisa jadi ia malah balik menyerang anda dengan menuturkan kesalahan-kesalahan yang pernah anda perbuat. Sebisa mungkin hindari perang terbuka dengan atasan di depan orang banyak, karena hal itu akan sangat merugikan kelanjutan karir anda.
6. Hubungi orang yang dekat dengan atasan
Ini adalah cara alternatif lain bila anda sudah melakukan cara nomer 5 namun belum memperoleh tanggapan. Coba deh anda bicarakan hal tersebut dengan orang yang sering diajak bertukar pikiran dengan atasan anda, misalnya (mungkin) sekretarisnya, teman lamanya yang sering clubbing bareng, atau supervisornya. Anda harus ingat bahwa apa yang anda ingin sampaikan adalah saran, jadi hindari keterlibatan emosi anda dengan kata-kata atau kalimat yang bernada menyerang karena mungkin bisa ditanggapi berbeda oleh lawan bicara anda.
7. Minta nasehat orang lain
Bila anda masih juga belum puas, mungkin adanya masukan dari orang lain bisa memberikan alternatif jalan keluar baru bagi anda. Ada kalanya orang lain bisa dengan obyektif menilai permasalahan yang terjadi pada diri kita.
8. Ambil keputusan tegas
Kalau semua cara di atas tidak juga berhasil, berarti hanya ada dua pilihan yang bisa anda lakukan : bertahan di posisi anda yang berarti juga menanggung segala konsekwensinya (yang juga berarti anda harus tetap bekerja dengan penuh komitmen), atau cari pekerjaan baru. The decision is yours, so think carefully before you make the next move.
Itulah pembahasan mengenai Puas Dengan Pekerjaan, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Mengatasi Kejenuhan
By
Update info
at
07.25
Mengatasi Kejenuhan - Mengatasi Kejenuhan Saat Bekerja. Itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.
Pernahkah anda merasa pekerjaan anda mulai terasa menyebalkan karena besarnya tekanan yang anda peroleh saat bekerja? Mungkin anda mulai merasa klien anda semakin rewel dan cerewet, bos anda mulai bertingkah sangat menyebalkan dengan terus-menerus tidak puas dengan pekerjaan atau bahkan mencela hasil kerja anda. Anehnya, hal tersebut baru terjadi belakangan ini. Mungkin ini pertanda anda mulai mengalami apa yang dinamakan burnout atau yang biasa kita sebut dengan kejenuhan (yang biasanya disebabkan oleh stres). Jangan dianggap enteng lho, salah-salah bukan hanya pekerjaan tapi juga kesehatan anda yang terganggu.
Ada beberapa aktivitas yang cukup efektif untuk mengatasi kejenuhan ini :
1. Nikmati kehidupan di luar pekerjaan
Jangan campuradukkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Saat anda mempunyai waktu luang/libur, nikmatilah dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu saat kembali kerja, mudah-mudahan anda akan kembali bersemangat.
Jangan campuradukkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Saat anda mempunyai waktu luang/libur, nikmatilah dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu saat kembali kerja, mudah-mudahan anda akan kembali bersemangat.
2. Buat kesalahan kecil
Berbuat salah bukan berarti dunia kiamat, jadi jangan ragu-ragu. Sesekali buatlah kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan (tapi jangan dalam hal-hal penting, salah-salah nanti anda malah dipecat!) yang mungkin terlihat lucu atau bodoh di mata orang lain. Secara tidak langsung, hal ini akan merangsang kreativitas dan imajinasi anda dalam bekerja. Plus, tantangan baru akan tercipta.
Berbuat salah bukan berarti dunia kiamat, jadi jangan ragu-ragu. Sesekali buatlah kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan (tapi jangan dalam hal-hal penting, salah-salah nanti anda malah dipecat!) yang mungkin terlihat lucu atau bodoh di mata orang lain. Secara tidak langsung, hal ini akan merangsang kreativitas dan imajinasi anda dalam bekerja. Plus, tantangan baru akan tercipta.
3. Bicarakan dengan rekan kerja anda
Kehidupan di metropolitan membuat seseorang menjadi cenderung individualis. Sering-sering deh hang-out atau makan siang bareng dengan rekan-rekan kerja anda. Siapa tahu dengan ngobrol dengan rekan kerja, anda bisa menemukan solusi masalah. Bukan tidak mungkin rekan kerja anda pernah mengalami masalah yang sama dengan yang anda alami saat ini.
Kehidupan di metropolitan membuat seseorang menjadi cenderung individualis. Sering-sering deh hang-out atau makan siang bareng dengan rekan-rekan kerja anda. Siapa tahu dengan ngobrol dengan rekan kerja, anda bisa menemukan solusi masalah. Bukan tidak mungkin rekan kerja anda pernah mengalami masalah yang sama dengan yang anda alami saat ini.
4. Meditasi
Semakin cepat anda bekerja, semakin mudah anda terserang stres. Untuk mengatasinya, selalu bawa kertas dan pensil untuk mencatat kejadian-kejadian yang membuat anda stres di sepanjang hari kerja. Kemudian setelah tiba di rumah, coba anda duduk dan renungkan hal-hal apa saja yang telah terjadi hari ini selama 5 sampai 15 menit.
Semakin cepat anda bekerja, semakin mudah anda terserang stres. Untuk mengatasinya, selalu bawa kertas dan pensil untuk mencatat kejadian-kejadian yang membuat anda stres di sepanjang hari kerja. Kemudian setelah tiba di rumah, coba anda duduk dan renungkan hal-hal apa saja yang telah terjadi hari ini selama 5 sampai 15 menit.
5. Kenali diri sendiri
Maksudnya di sini adalah mengenal bagaimana diri anda bereaksi saat bekerja dalam tekanan. Untuk mengetahuinya, tanyakan pada orang-orang yang mengenal anda dengan baik. Jangan merasa putus asa, ingatlah bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bila anda sudah mempunyai pemahaman ini, maka mengatasi masalah akan lebih mudah.
Maksudnya di sini adalah mengenal bagaimana diri anda bereaksi saat bekerja dalam tekanan. Untuk mengetahuinya, tanyakan pada orang-orang yang mengenal anda dengan baik. Jangan merasa putus asa, ingatlah bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bila anda sudah mempunyai pemahaman ini, maka mengatasi masalah akan lebih mudah.
6. Stres karena pekerjaan atau hal lain?
Apakah anda merasa kesal karena tekanan yang anda alami di kantor atau bawaan dari masalah di rumah yang tidak terselesaikan. Dengan mengenali penyebab stres, maka akan lebih mudah menemukan jalan penyelesaiannya.
7. Pertolongan tenaga profesional
Seandainya anda tetap tidak bisa menemukan cara-cara yang efektif untuk mengatasi problema anda, ada baiknya anda menemui konselor/psikolog yang memang memiliki kemampuan untuk mengatasi hal-hal seperti ini.
Itulah pembahasan mengenai Mengatasi Kejenuhan, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Pindah Kerja
By
Update info
at
15.02
Pindah Kerja - Pindah-Pindah Kerja, Kenapa Ya? Itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.
Pernahkah anda memikirkan lebih dalam mengapa ada orang yang bisa bekerja di satu tempat dalam waktu lama sedangkan orang lain dalam waktu tertentu bisa berpindah-pindah ke beberapa tempat kerja? Sebenarnya itu semua berhubungan dengan hal-hal berikut, kalau tidak percaya simak dan bandingkan.
1. Umur
Percaya atau tidak, umur seseorang berpengaruh terhadap proses pindah-pindah tersebut. Seseorang yang masih berusia muda biasanya sangat energik dan selalu mencari tantangan/kesempatan baru. Bila ia merasa tempat lain lebih menjanjikan atau mampu menawarkan sesuatu yang lebih, ia tidak akan segan-segan untuk pindah.
Sebaliknya, bila seseorang telah berumur atau berada di usia mapan, biasanya seseorang akan berpikir dua kali untuk keluar dari pekerjaannya sekarang. Hal ini dikarenakan semakin kecilnya kesempatan kerja seiring dengan bertambahnya umur seseorang, perusahaan-perusahaan biasanya lebih mencari tenaga kerja muda yang dianggap masih enerjik.
2. Jenis kelamin
Kalau anda menemukan banyak sahabat anda yang berjenis kelamin pria lebih sering pindah kerja dibandingkan mereka yang perempuan, jangan terkejut. Pasalnya biasanya pria memiliki kepuasan kerja yang lebih rendah dibanding lawan jenisnya, ini berhubungan dengan naluri alamiah pria yang umumnya suka berkompetisi dan tidak pernah puas dengan keadaan di sekitarnya. Tapi seiring dengan semakin sejajarnya posisi pria dan perempuan, sepertinya pendapat ini sebentar lagi tidak akan berlaku lagi deh!
3. Status Pernikahan
Biasanya seseorang yang sudah menikah akan merasa lebih mantap dengan pekerjaannya yang sekarang, hal ini dikarenakan ia melihat pekerjaan tersebut sebagai jaminan untuk masa depannya. Kalau sudah dapat yang pasti, kenapa juga cari yang lain yang gak jelas juntrungannya? Selain itu mereka biasanya akan lebih bertanggung jawab dalam pekerjaannya dibanding mereka yang belum menikah.
4. Jumlah tanggungan
Jangan heran seandainya rekan kerja/bawahan anda beberapa kali absen dari pekerjaannya setelah punya anak. Survei membuktikan bahwa semakin banyak seseorang mempunyai anak, maka semakin besar jumlah absennya karena berbagai urusan keluarga (anak) yang harus diurusi (terutama perempuan). Tapi ada satu kabar bagus, mereka yang sudah mempunyai anak biasanya mempunyai kepuasan kerja yang tinggi. itu berarti kemungkinan mereka pindah ke tempat lain sangat kecil, keuntungan bagi perusahaan anda.
5. Masa kerja
Kalau yang satu ini sepertinya tidak perlu dipertanyakan lagi, mereka yang telah lama bekerja di satu tempat kecil kemungkinannya untuk pindah ke tempat lain. Alasannya, mungkin saja mereka sudah betah dan terbiasa dengan suasana kerja dan atmosfer di tempat tersebut. Mana ada orang yang betah berlama-lama di satu tempat kalau mereka sudah tidak betah lagi?
Itulah pembahasan mengenai Pindah Kerja, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Cara Mendapatkan Pekerjaan
By
Update info
at
14.44
Cara Mendapatkan Pekerjaan - Cara Mendapatkan Pekerjaan Pertama itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.
Salah satu hal terberat dalam mencari pekerjaan baru adalah memulai segala sesuatu dengan terorganisir/teratur. Mengucapkan hal-hal yang tepat saat wawancara, tahu menempatkan diri saat berbicara dengan orang lain, dan mencatat hal-hal yang pernah dilakukan saat job-hunting adalah langkah-langkah vital. Banyak yang bilang bahwa melamar pekerjaan untuk pertama kalinya adalah hal tersulit dalam fase hidup manusia. Padahal seandainya kita tahu bagaimana menyiasatinya, memperoleh pekerjaan pertama bukan hal yang sulit. Dengan sedikit perencanaan, kita dapat mempersempit pilihan dan mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.
1. Tahu apa kelebihan yang kita miliki
Langkah pertama dalam berburu pekerjaan adalah mengenal produk yang akan kita jual diri sendiri. Untuk melakukannya, buat daftar kelebihan yang kita miliki, kemudian hubungkan dengan contoh spesifik bagaimana kita menerapkannya dalam pekerjaan. Misalnya bagaimana kita menerapkan sifat disiplin dengan menyelesaikan proyek yang diberikan atasan dengan tepat waktu. Ini akan sangat berguna saat wawancara, sebab biasanya orang hanya memberitahukan kemampuannya secara umum. Bila anda dapat mendeskripsikan dengan detil bagaimana anda menerapkan kelebihan anda, besar kemungkinan pewawancara anda akan terkesan.
2. Iklankan diri kita dengan baik
Saat berbicara dengan pewawancara, anda harus mengutarakan kepadanya apa yang dapat anda tawarkan pada perusahaannya. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita cantumkan adalah gelar yang kita miliki atau daftar riwayat kerja (seandainya pernah bekerja sebelumnya), dan kelebihan/keunggulan yang kita miliki. Sebelumnya berlatihlah di depan kaca, bayangkan anda seolah berada di depan pewawancara. Jangan gugup dan berbicaralah yang jelas.
3. Gunakan teman-teman
Kebanyakan pelamar kerja mencari lowongan hanya melalui iklan baris ataupun website perusahaan, padahal sebenarnya cara ini tidak terlalu efektif. Cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan adalah melalui apa yang disebut networking. Perluas pergaulan anda, misalnya dengan bergabung dengan ikatan alumni tempat anda kuliah dulu, atau sering-sering hang out dengan teman-teman semasa kuliah anda yang sudah bekerja (siapa tahu di tempat mereka ada lowongan!). Dan terakhir, gunakan cara lama beritahu pada semua orang yang dikenal bahwa anda sedang mencari pekerjaan.
4. Cari tahu tentang perusahaan yang anda kirimi lamaran
Riset adalah hal yang penting supaya anda dapat merasa nyaman di tempat kerja tersebut. Pertama, cari tahu posisi lowong apa saja yang ditawarkan; kedua, gali lebih dalam latar belakang perusahaan tersebut, siapa tahu ternyata pekerjaan yang ditawarkan di sana kurang punya prospek cerah.
5. Kliping berita-berita yang telah anda kumpulkan
Kumpulkan berita-berita, guntingan koran, daftar contact person perusahaan, atau surat-surat lamaran yang pernah anda kirim ke dalam satu berkas yang rapi. Selain itu, catat juga saran-saran yang pernah anda peroleh saat diwawancara. Hal ini akan berguna di kemudian hari seandainya anda akan mencari pekerjaan lagi.
Itulah pembahasan mengenai Cara Mendapatkan Pekerjaan, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.
Tekanan Pekerjaan
By
Update info
at
17.01
Tekanan Pekerjaan - Berperang dengan pekerjaan yang penuh tekanan, itulah tema yang dibahas oleh dunia kerja saat ini, tapi sebelumnya saya memberi tahu jika Anda butuh postingan mengenai komputer, Anda bisa mengklik Teknik Komputer, oke mari kita lanjutkan pembahasannya.
Apakah anda sering mengalami hal-hal berikut :
mood yang berubah-ubah seperti stress atau depresi, sering bingung (atau bengong), menarik diri dari lingkungan, mengalami masalah dengan hubungan interpersonal dengan orang lain, kesulitan konsentrasi, dan bermasalah dengan kesehatan saat bekerja dalam penuh tekanan. Bila jawabannya ya pada dua atau lebih dari pilihan di atas, mungkin anda saat ini berada di ambang bahaya karena beban pekerjaan mulai membuat anda nyaris gila. Simak cara-cara dibawah ini, mungkin salah satunya dapat anda gunakan supaya dalam pekerjaan yang penuh pressure, anda dapat bertahan.
1. Fokus pada penyebab
Setiap orang mengalami tekanan dalam pekerjaan karena masalah yang berbeda-beda, karena itu solusinya pun bervariasi pada setiap orangnya. Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menemukan penyebab utamanya, sebenarnya bagian pekerjaan mana yang membuat anda merasa lelah?
2. Lihat ke depan
Banyak kasus stres dalam pekerjaan disebabkan karena harapan-harapan yang tidak realistis (bahkan mustahil) terhadap kemampuan atau pekerjaan seseorang. Karena anda yang paling tahu tentang kemampuan anda sendiri, buatlah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pekerjaan, sehingga dengan begitu anda tidak
akan merasa terbebani.
3. Ciptakan keseimbangan
Buat keseimbangan antara pekerjaan, keluarga dan hobi pribadi. Kalau anda mengutamakan karir saja, mungkin ini saatnya mengubah pola berpikir anda. Menempatkan karir di atas segalanya hanya akan berakibat buruk dalam jangka panjang.
4. Berbagi dengan orang lain
Saat anda mulai merasa tekanan pekerjaan , berbagi ceritalah dengan anggota keluarga, teman, supervisor, atau orang lain yang anda percayai. Bukan hanya anda saja yang pernah merasakan hal tersebut, dan berbagi/mendapat dukungan dengan orang lain adalah salah satu cara paling manjur untuk mengatasinya. That way, anda tidak akan merasa seorang diri.
5. Ambil napas
Seandainya anda mulai merasa tidak mampu lagi menahan beban kerja, cepat ambil tindakan. Minta liburan singkat, atau habiskan akhir minggu anda di sebuah tempat kesukaan anda. Saat itu, jangan memikirkan tentang pekerjaan sama sekali, nikmati saja hobi anda.
6. Melakukan sesuatu yang baru
Biasanya kebosanan memainkan peranan penting dalam job fatigue. Untuk mengatasinya, cobalah dengan mempelajari hal-hal baru dalam pekerjaan anda atau meninjau bidang lain. Perdalam pengetahuan anda dengan membaca majalah. Jangan ragu untuk mngetahui sesuatu yang baru, meski pada kenyataannya hal tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan profesi yang anda geluti sekarang ini.
7. Minta tambahan pekerjaan
Mungkin anda mulai merasa jenuh karena sudah tidak mendapatkan tantangan lagi dari tugas anda yang sekarang. Kalau anda memang merasakan demikian, mintalah proyek tambahan pada atasan anda. Seandainya atasan anda tidak melakukan apa-apa, carilah proyek yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda (tentunya setelah mendapat persetujuan dari atasan anda).
8. Delegasikan tugas
Yang ini kebalikan dari point sebelumnya, bagaimana kalau anda mengemban tugas yang terlalu banyak dan tidak mampu mengatasinya? Untuk itu, mulailah membagi tugas anda kepada orang lain, dan jangan sungkan untuk menolak proyek-proyek baru yang ditawarkan seandainya anda masih harus mengerjakan tugas lain yang masih berjubel.
Itulah cara menghadapi Tekanan Pekerjaan, silahkan follow blog dunia kerja ini agar mendapat update artikel yang lainnya dan selanjutnya Anda bisa melanjutkan bacaan mengenai Resep Sehat, yang mengulas agar dapat hidup sehat. Semoga bermanfaat.
Apakah anda sering mengalami hal-hal berikut :
mood yang berubah-ubah seperti stress atau depresi, sering bingung (atau bengong), menarik diri dari lingkungan, mengalami masalah dengan hubungan interpersonal dengan orang lain, kesulitan konsentrasi, dan bermasalah dengan kesehatan saat bekerja dalam penuh tekanan. Bila jawabannya ya pada dua atau lebih dari pilihan di atas, mungkin anda saat ini berada di ambang bahaya karena beban pekerjaan mulai membuat anda nyaris gila. Simak cara-cara dibawah ini, mungkin salah satunya dapat anda gunakan supaya dalam pekerjaan yang penuh pressure, anda dapat bertahan.
1. Fokus pada penyebab
Setiap orang mengalami tekanan dalam pekerjaan karena masalah yang berbeda-beda, karena itu solusinya pun bervariasi pada setiap orangnya. Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menemukan penyebab utamanya, sebenarnya bagian pekerjaan mana yang membuat anda merasa lelah?
2. Lihat ke depan
Banyak kasus stres dalam pekerjaan disebabkan karena harapan-harapan yang tidak realistis (bahkan mustahil) terhadap kemampuan atau pekerjaan seseorang. Karena anda yang paling tahu tentang kemampuan anda sendiri, buatlah langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pekerjaan, sehingga dengan begitu anda tidak
akan merasa terbebani.
3. Ciptakan keseimbangan
Buat keseimbangan antara pekerjaan, keluarga dan hobi pribadi. Kalau anda mengutamakan karir saja, mungkin ini saatnya mengubah pola berpikir anda. Menempatkan karir di atas segalanya hanya akan berakibat buruk dalam jangka panjang.
4. Berbagi dengan orang lain
Saat anda mulai merasa tekanan pekerjaan , berbagi ceritalah dengan anggota keluarga, teman, supervisor, atau orang lain yang anda percayai. Bukan hanya anda saja yang pernah merasakan hal tersebut, dan berbagi/mendapat dukungan dengan orang lain adalah salah satu cara paling manjur untuk mengatasinya. That way, anda tidak akan merasa seorang diri.
5. Ambil napas
Seandainya anda mulai merasa tidak mampu lagi menahan beban kerja, cepat ambil tindakan. Minta liburan singkat, atau habiskan akhir minggu anda di sebuah tempat kesukaan anda. Saat itu, jangan memikirkan tentang pekerjaan sama sekali, nikmati saja hobi anda.
6. Melakukan sesuatu yang baru
Biasanya kebosanan memainkan peranan penting dalam job fatigue. Untuk mengatasinya, cobalah dengan mempelajari hal-hal baru dalam pekerjaan anda atau meninjau bidang lain. Perdalam pengetahuan anda dengan membaca majalah. Jangan ragu untuk mngetahui sesuatu yang baru, meski pada kenyataannya hal tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan profesi yang anda geluti sekarang ini.
7. Minta tambahan pekerjaan
Mungkin anda mulai merasa jenuh karena sudah tidak mendapatkan tantangan lagi dari tugas anda yang sekarang. Kalau anda memang merasakan demikian, mintalah proyek tambahan pada atasan anda. Seandainya atasan anda tidak melakukan apa-apa, carilah proyek yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda (tentunya setelah mendapat persetujuan dari atasan anda).
8. Delegasikan tugas
Yang ini kebalikan dari point sebelumnya, bagaimana kalau anda mengemban tugas yang terlalu banyak dan tidak mampu mengatasinya? Untuk itu, mulailah membagi tugas anda kepada orang lain, dan jangan sungkan untuk menolak proyek-proyek baru yang ditawarkan seandainya anda masih harus mengerjakan tugas lain yang masih berjubel.
Itulah cara menghadapi Tekanan Pekerjaan, silahkan follow blog dunia kerja ini agar mendapat update artikel yang lainnya dan selanjutnya Anda bisa melanjutkan bacaan mengenai Resep Sehat, yang mengulas agar dapat hidup sehat. Semoga bermanfaat.
mencari pekerjaan
By
Update info
at
15.51
Mencari pekerjaan - Tetap optimis saat mencari pekerjaan, itulah pembahasan kita di blog dunia kerja kali ini, sedikit info jika Anda membutuhkan artikel tentang dunia komputer, Anda bisa klik teknik komputer, disana di bahas berbagai macam yang berhubungan dengan komputer baik hardware maupun software, oke mari kita lanjutkan kembali pokok pembahasan dan bacaan artikel kita.
Siapa bilang mencari pekerjaan itu gampang? Rasanya kalimat itu sering sekali diucapkan oleh semua orang dengan merujuk pada kenyataan yang ada sekarang ini. Namun tahukah anda bahwa rasa frustrasi menunggu datangnya panggilan itu jauh lebih menyiksa? Hal itu dikarenakan ketidakpastian yang melanda, yang membuat perasaan jadi tidak karuan. Memang banyak orang yang memilih untuk bersikap masa bodoh dan cuek, namun berapa lama sih hal itu bisa bertahan, apalagi kalau panggilan itu tidak kunjung datang?
Jangan remehkan rasa frustrasi ini, karena efeknya bisa panjang. Bisa-bisa saat anda benar-benar mendapat panggilan, lamaran anda ditolak hanya karena pembawaan atau raut muka anda yang kusut sebagai efek lanjutan dari rasa kesal tersebut. Mempertahankan keyakinan dan motivasi memang sangat vital dalam fase ini, namun dengan kiat-kiat berikut, pertahankan pemikiran positif anda.
1. Rajin-rajinlah ngobrol dengan teman
Akan lebih baik bila dalam situasi sulit seperti ini, anda mempunyai seorang teman sebagai tempat curhat. Ingat-ingatlah saran-saran yang diberikannya, siapa tahu bermanfaat bagi anda. Atur waktu teratur untuk bertemu dan berdiskusi, semakin banyak masukan yang diberikan semakin baik bagi anda.
2. Buat catatan
Tetaplah hidup teratur dengan menyimpan catatan-catatan tentang nomor telepon atau kapan dan kemana saja kita mengirim lamaran pekerjaan. Dengan mencatat hal-hal kecil namun penting tersebut, akan lebih mudah saat melakukan follow-up.
3. Bagi waktu dengan baik
Atur dan tentukan berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk membuat surat lamaran yang akan dikirimkan, melakukan riset pasar melalui website atau hal-hal lain yang menyangkut lamaran pekerjaan. Dengan begitu, kita tidak berharap terlalu banyak atau merasa kecewa saat tidak mampu menyelesaikan apa yang telah ditargetkan tepat pada waktunya.
4. Tentukan tujuan
Motivasi adalah hal yang paling penting dalam mempertahankan harapan dan tidak putus asa, jadi jangan buat target yang terlalu muluk-muluk. Tetaplah realistis dan
berusahalah untuk dapat konsisten menjalankannya. Sebagai contoh, jangan sampai anda berencana untuk melakukan puluhan kali telepon dalam satu hari -- anda hanya akan menjadi depresi bila target tersebut tidak tercapai.
5. Perkuat keyakinan diri
jangan biarkan diri anda larut dalam frustrasi berkepanjangan! Bila anda memerlukan peralatan kosmetik baru (parfum atau lipstick misalnya), makan dessert yang enak, atau melakukan massage hanya supaya anda merasa lebih baik, lakukan saja. Lakukan apapun yang bisa membuat perasaan anda lebih baik, sejauh hal itu tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Dengan begitu, saat dipanggil untuk wawancara anda dapat tampil lebih percaya diri dan tenang.
6. Kumpul dengan teman-teman
Sediakan waktu misalnya sekali dalam seminggu atau sebulan untuk berkumpul dengan teman-teman anda (yang mungkin senasib), tanya perkembangan masing-masing termasuk menjelaskan tentang perkembangan anda sendiri. Usahakan agar suasana berlangsung santai dan tidak mengeluarkan banyak uang. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang berusaha mencari lowongan selama 24 jam, jadi tetaplah bergaul!
Oke segitu dulu tips Mencari Pekerjaan di blog dunia kerja kali ini, ikuti terus update artikel nya dengan follow blog ini, selanjutnya Anda dapat melanjutkan bacaan Resep Sehat agar membantu Anda menjalani hidup dengan sehat, artikel yang diulas kali ini menentukan makanan dalam berdiet, semoga bermanfaat.
Biarkan Pekerjaan Mencari Anda
By
Update info
at
09.53
Untuk menyikapinya, Anda harus memiliki pola pikir yang berbeda. Anda harus bekerja dan sukses dalam pekerjaan Anda. Bagaimana caranya? Jadilah pribadi yang siap sukses, tahan banting, pantang menyerah dan tidak mengeluh.
Mengeluh adalah salah satu hal yang paling dibenci oleh para pelaku industri. Sebuah perusahaan tidak butuh keluhan dari karyawan apalagi mengeluh tanpa bertindak apapun. Banyak yang beranggapan bahwa mengeluh itu manusiawi. Itu bukan kebenaran, melainkan pembenaran. Manusiawi itu adalah sifat-sifat yang harus dimiliki oleh manusia, seperti sabar, ikhlas, syukur atau rendah hati.
Nah, jika Anda sudah memiliki itu semua maka mulailah untuk mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda, karena akan banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga Anda. Jika Anda terus membawa sifat-sifat manusiawi ini ke dalam dunia kerja maka nama Anda akan dikenal oleh banyak orang dalam bidang yang Anda geluti.
Sikap-sikap manusiawi seperti itu bisa Anda jadikan modal dasar dalam setiap kesempatan. Jika Anda sudah cukup banyak memiliki relasi dan Anda telah memiliki pribadi yang sukses dan orang lain memperhatikannya maka bersiap-siaplah, karena pekerjaan lah yang akan banyak memutuhkan Anda.
Kini banyak sekali penyedia lowongan pekerjaan yang bisa Anda jumpai di mana-mana, salah satunya melaui dunia maya. Dengan adanya kemudahan ini, Anda tidak perlu lagi membuang-buang banyak waktu berharga Anda untuk menjelajahi gedung-gedung perkantoran di kota hanya untuk menanyakan adakah lowongan pekerjaan yang sedang dibuka.
Nah, tidak ada lagi alasan untuk menjadi pengangguran.
Komitmen Dalam Kerja
By
Update info
at
10.38
Selain kompetensi, komitmen kerja bagi karyawan, dosen, guru, pegawai ataupun pekerja juga diperlukan agar mereka memberikan hasil terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Kompetensi tanpa komitmen sama dengan sebuah pistol berpeluru tetapi tidak bisa ditembakkan.
Seseorang yang tidak memiliki komitmen, sebenarnya ia ahli dalam bidangnya (competent) namun ia bekerja dengan setengah hati. Karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara total, mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya, ia mengerjakan apa yang diharapkan oleh perusahaan.
Komitmen organisasional adalah loyalitas karyawan terhadap organisasi melalui penerimaan sasaran-sasaran, nilai-nilai organisasi, kesediaan atau kemauan untuk berusaha menjadi bagian dari organisasi, serta keinginan untuk bertahan di dalam organisasi.
Sedangkan dari Jurnal Proceeding PESAT Vol.2, Spector mengatakan komitmen kerja melibatkan keterikatan individu terhadap pekerjaannya. Komitmen kerja merupakan sebuah variabel yang mencerminkan derajat hubungan yang dianggap dimiliki oleh individu terhadap pekerjaan tertentu dalam organisasi. Greenberg dan Baron mengemukakan bahwa komitmen kerja merefleksikan tingkat identifikasi dan keterlibatan individu dalam pekerjaannya dan ketidaksediaannya untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.
Dari beberapa pengertian di atas jelas bahwa komitmen merupakan bagian yang terkait dengan kinerja karyawan dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Dalam sebuah komitmen juga memiliki unsur atau komponen yang saling berhubungan. Ketika semua komponen terpenuhi maka semakin besar komitmen karyawan dalam pekerjaannya. Menurut Meyer, Allen & Smith dalam jurnal Proceeding PESAT Vol.2, komitmen organisasi terdiri dari 3 komponen yaitu:
1. Komitmen kerja afektif (affective occupational commitment)
Komitmen sebagai ketertarikan afektif/psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka menginginkannya.
2. Komitmen kerja kontinuans (continuance occupational commitment)
Mengarah pada perhitungan untung-rugi dalam diri karyawan sehubungan dengan keinginannya untuk tetap mempertahankan atau meninggalkan pekerjaannya. Artinya, komitmen kerja disini dianggap sebagai persepsi harga yang harus dibayar jika karyawan meninggalkan pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka membutuhkannya.
3. Komitmen kerja normatif (normative occupational commitment)
Komitmen sebagai kewajiban untuk bertahan dalam pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka merasa wajib untuk melakukannya serta didasari pada adanya keyakinan tentang apa yang benar dan berkaitan dengan moral.
Tidak semua komponen di atas dimiliki oleh karyawan, tetapi lebih baik lagi jika ketiga komponen tersebut dimiliki oleh karyawan. Sebagai contoh, ketika komponen affective occupational commitment lebih dominan maka karyawan tersebut merasa lebih cocok dengan bidang pekerjaannya, baik itu secara emosional maupun kesesuaian antara karakteristik pekerjaan dengan dirinya.
Ia merasa bahwa pekerjaannya sesuai dengan bidang pendidikannya, hobinya, tujuannya, kebersamaan, kenyamanan dan lain-lain. Tetapi jika karyawan tidak pernah diberikan pengembangan pengetahuan dan skill melalui seminar, training dll. Maka dapat menimbulkan kurangnya komponen normative occupational commitment dan dapat juga mempengaruhi kinerja dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat komitmen yang setara.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Kiprah dan Karir Seorang Penulis Pekerjaan seorang penulis itu sebenarnya sangat mudah dan mengasyikan. Faktor lain yang menguntungkan...
-
DI tengah kebutuhan hidup yang terus mendesak seperti saat ini, tidak sedikit orang mencari peluang untuk menemukan pekerjaan sampin...
-
Kamu pasti pernah merasakan betapa sulitnya mencari pekerjaan saat ini, bukan? Kondisi perekonomian yang semakin sulit dan tingginya tin...
-
Memasuki Dunia kerja kantoran untuk pertama kalinya bisa saja terasa bagaikan battlefield, salah-salah melangkah maka akan merugikan di...
-
Ada Tips untuk Mendapatkan ke Sekolah Bisnis Terbaik, yuk disimak sebelum kita membahasnya jika Anda butuh kertas minyak silahka...
-
Agar proses manajemen menjadi efektif maka dibutuhkan seperangkat prinsip kerja efektif. Dalam hal ini, ada 5 prinsip kerja efektif. Keli...
-
Ada Langkah untuk Sukses di Karir, yuk disimak sebelum kita membahasnya jika Anda butuh kertas minyak silahkan di klik link nya. Apa...
-
Orang Bekerja - Bagaimana Supaya ’Diperhatikan’ di Tempat Kerja, itulah tema yang dibahas oleh dunia kerja saat ini, tapi sebelumnya s...
-
Kenapa Kita Harus Pandai Berbahasa Inggris? Setiap lowongan pekerjaan sejatinya menawarkan posisi dan pekerjaan yang berbeda-beda. Nam...
-
Saya percaya siapapun orangnya pernah menginstruksikan sesuatu kepada orang lain. Juga tentunya pernah diinstruksikan. Sekurang-kurangnya...








.jpg)
.jpg)



