Tampilkan postingan dengan label Pegawai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pegawai. Tampilkan semua postingan

Kepuasan Kerja Karyawan


Pentingnya Kepuasan Kerja Karyawan
Keberadaan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan sangat penting karena mereka yang memprakarsai terbentuknya organisasi, mereka yang berperan membuat keputusan untuk semua fungsi dan mereka juga yang berperan dalam menentukan kelangsungan hidup perusahaan.


Dalam sebuah buku Manajemen Sumber Daya Manusia yang ditulis oleh Panggabean (2004), kompetensi seorang karyawan bukan satu-satunya aspek yang harus diperhatikan. Masih ada sikap kerja yang juga membuat mereka mau dan bersedia memberikan sebagian tenaga untuk perusahaan. sikap kerja merupakan hasil penilaian atau evaluasi terhadap orang-orang, kejadian-kejadian di tempat kerja.


Salah satu konsep yang paling sering diperhatikan adalah kepuasan kerja. Berbagai macam perlakuan yang diberikan pada karyawan atau pekerja hanya akan efektif bila mereka merasa puas pada pekerjaannya. Kepuasan dalam pekerjaan dapat mereka rasakan apabila mereka merasakan adanya keselarasan antara apa yang diharapkan dengan apa yang dapat diperoleh, atau antara kebutuhan dan penghargaan.


Spector (1997) dalam bukunya Job Satisfaction: Application, Assessment, Causes, and Consequences, kepuasan kerja adalah perasaan seseorang terhadap pekerjaan mereka dan perbedaan aspek pada pekerjaannya. Ini lebih pada apakah orang tersebut suka atau tidak suka pada pekerjaanya. Dalam pengukuran umum, kepuasan kerja adalah variabel sikap. Pada beberapa waktu lalu pemahaman kepuasan kerja lebih pada asas kebutuhan, misalnya gaji sebagai bentuk pemenuhan atas kebutuhan dasar secara fisik. Pada saat ini banyak pendekatan yang lebih fokus pada perhatian proses kognitif dibandingkan pada asas kebutuhan. Perspektif sikap telah menjadi salah satu yang mendominasi pemahaman tentang kepuasan kerja.


Sebuah malapetaka bila kepuasan kerja diabaikan oleh pihak manajemen, maka dampaknya dapat mengganggu performa kerja, seperti kebosanan, malas, gangguan fisik, kecemasan, depresi, dan perilaku kontraproduktif. Hal ini diketahui melalui sebuah penelitian oleh Ranz, Stueve dan McQuistion (2001) dalam jurnalnya yang berjudul The Role of the Psychiatrist: Job Satisfaction of Medical Directors and Staff Psychiatrists.


Pertanyaan yang penting adalah bagaimana menciptakan kepuasan kerja? Menurut Saba (2011) dalam jurnal International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, kepuasan kerja dapat terjadi dalam sebuah iklim yang sehat dan positif. Iklim yang positif tidak hanya meningkatkan kepuasan kerja tetapi juga produktifitas kerja. Perlu digarisbawahi bahwa manager, human resource specialists, supervisor dan pekerja harus mampu mengeksplorasi bagaimana kepuasan kerja dapat ditingkatkan. Salah satu aspek meningkatkan kepuasan kerja bukan hanya soal uang, namun kondisi tempat karyawan bekerja juga menentukan kepuasan mereka. 

Penyebab Utama Demo Pekerja


Apa sih Penyebab Utama Demo Pekerja



Perusahaan sebagai sebuah organisasi merupakan tempat dimana ada dua orang atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Terwujudnya pencapaian sebuah tujuan diperlukan berbagai kegiatan dan untuk melaksanakan kegiatan itu perlu adanya sumber daya, seperti sumber daya keuangan, fisik, teknologi dan sumber daya manusia. Semua perusahaan mengetahui bahwa salah satu sumber daya yang paling penting dalam menentukan sukses dan tidaknya tujuan perusahaan adalah fungsi sumber daya manusia (SDM).


Masih banyaknya demonstrasi pekerja atau buruh di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan SDM. Sering terjadi aksi demo, dikarenakan adanya ketidaknyamanan dalam bekerja, upah yang minim dan juga ketidakpuasan dalam bekerja. Dalam sebuah jurnal dari Community Mental Health Journal oleh Ranz, J. (2001) bila kepuasan kerja diabaikan, maka dampaknya dapat mengganggu performa kerja, seperti kebosanan, malas, gangguan fisik, kecemasan, depresi, dan perilaku kontraproduktif.


Penelitian Muhaimin (2004) dalam Jurnal Psyche, menunjukkan ciri perilaku pekerja yang puas adalah mereka mempunyai motivasi untuk berkerja yang tinggi, mereka lebih senang dalam melakukan pekerjaannya, sedangkan ciri pekerja yang kurang puas adalah mereka yang malas berangkat ke tempat bekerja dan malas dengan pekerjaan dan tidak puas.


Membangun kepuasan kerja karyawan bukan sebuah tugas yang mudah dilakukan bagi pihak manajemen. Mereka harus tahu apa saja indikator kepuasan atau ketidakpuasan kerja yang ditunjukkan oleh pekerja. Dalam prakteknya untuk mencapai tujuan tersebut organisasi kurang memperhatikan ada tidaknya perasaan puas dan tidak puas dari para pekerjanya.


Kepuasan kerja sudah bukan lagi asal terpenuhinya faktor seperti gaji. Saat ini kepuasan kerja baiknya dilihat dari unsur psikologis. Mengapa? misalnya, dua pekerja dengan pekerjaan dan gaji yang sama mungkin akan memiliki pendapat atau reaksi yang berbeda atas apa yang mereka peroleh dan mungkin juga akan berbeda tingkatan kepuasan kerja mereka.

Komitmen Dalam Kerja



Dalam sebuah perusahaan tentu karyawan dituntut untuk dapat memberikan kinerja terbaik pada perusahaan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Tetapi kompetensi saja tidak cukup agar karyawan dapat memberikan kinerja terbaiknya dalam pekerjaannya.


Selain kompetensi, komitmen kerja bagi karyawan, dosen, guru, pegawai ataupun pekerja juga diperlukan agar mereka memberikan hasil terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Kompetensi tanpa komitmen sama dengan sebuah pistol berpeluru tetapi tidak bisa ditembakkan.


Seseorang yang tidak memiliki komitmen, sebenarnya ia ahli dalam bidangnya (competent) namun ia bekerja dengan setengah hati. Karyawan yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara total, mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya, ia mengerjakan apa yang diharapkan oleh perusahaan.


Komitmen organisasional adalah loyalitas karyawan terhadap organisasi melalui penerimaan sasaran-sasaran, nilai-nilai organisasi, kesediaan atau kemauan untuk berusaha menjadi bagian dari organisasi, serta keinginan untuk bertahan di dalam organisasi.


Sedangkan dari Jurnal Proceeding PESAT Vol.2, Spector mengatakan komitmen kerja melibatkan keterikatan individu terhadap pekerjaannya. Komitmen kerja merupakan sebuah variabel yang mencerminkan derajat hubungan yang dianggap dimiliki oleh individu terhadap pekerjaan tertentu dalam organisasi. Greenberg dan Baron mengemukakan bahwa komitmen kerja merefleksikan tingkat identifikasi dan keterlibatan individu dalam pekerjaannya dan ketidaksediaannya untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.


Dari beberapa pengertian di atas jelas bahwa komitmen merupakan bagian yang terkait dengan kinerja karyawan dalam hubungannya dengan pekerjaannya. Dalam sebuah komitmen juga memiliki unsur atau komponen yang saling berhubungan. Ketika semua komponen terpenuhi maka semakin besar komitmen karyawan dalam pekerjaannya. Menurut Meyer, Allen & Smith dalam jurnal Proceeding PESAT Vol.2, komitmen organisasi terdiri dari 3 komponen yaitu:


1. Komitmen kerja afektif (affective occupational commitment)
Komitmen sebagai ketertarikan afektif/psikologis karyawan terhadap pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka menginginkannya.


2. Komitmen kerja kontinuans (continuance occupational commitment)
Mengarah pada perhitungan untung-rugi dalam diri karyawan sehubungan dengan keinginannya untuk tetap mempertahankan atau meninggalkan pekerjaannya. Artinya, komitmen kerja disini dianggap sebagai persepsi harga yang harus dibayar jika karyawan meninggalkan pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka membutuhkannya.


3. Komitmen kerja normatif (normative occupational commitment)
Komitmen sebagai kewajiban untuk bertahan dalam pekerjaannya. Komitmen ini menyebabkan karyawan bertahan pada suatu pekerjaan karena mereka merasa wajib untuk melakukannya serta didasari pada adanya keyakinan tentang apa yang benar dan berkaitan dengan moral.


Tidak semua komponen di atas dimiliki oleh karyawan, tetapi lebih baik lagi jika ketiga komponen tersebut dimiliki oleh karyawan. Sebagai contoh, ketika komponen affective occupational commitment lebih dominan maka karyawan tersebut merasa lebih cocok dengan bidang pekerjaannya, baik itu secara emosional maupun kesesuaian antara karakteristik pekerjaan dengan dirinya.


Ia merasa bahwa pekerjaannya sesuai dengan bidang pendidikannya, hobinya, tujuannya, kebersamaan, kenyamanan dan lain-lain. Tetapi jika karyawan tidak pernah diberikan pengembangan pengetahuan dan skill melalui seminar, training dll. Maka dapat menimbulkan kurangnya komponen normative occupational commitment dan dapat juga mempengaruhi kinerja dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat komitmen yang setara.

Hubungan Sosial di Tempat Kerja




Di dalam perusahaan kita mengenal beberapa istilah modal. Ada modal dalam bentuk uang. Ada yang disebut modal manusia dan juga modal teknologi. Kalau di pertanian ada yang disebut modal lahan. Selain jenis modal tersebut ada juga yang disebut dengan modal sosial. Modal seperti ini tidak dijual belikan karena menyangkut nilai-nilai sosial seperti hubungan atau jaringan sosial sesama insan, saling mengerti, kasih sayang, kerjasama, dan saling percaya.


Hubungan atau jaringan sosial adalah syarat utama dalam menggerakan sumberdaya manusia suatu perusahaan. Salah satu bentuk hubungan sosial adalah kerjasama. Tidak mungkin proses produksi atau apapun dalam perusahaan akan terjadi sesuai harapan kalau jalinan kerjasama tidak terujud. Yang ada mungkin kejadian konflik, apatis dan skeptis. Sehingga akan merugikan berbagai pihak seperti kerugian perusahaan, kesejahteraan karyawan tidak tercapai, dan rendahnya mutu pelayanan pada pemangku kepentingan.


Tidak dapat dipungkiri pengelola perusahaan menginginkan adanya tim kerjsama yang solid di antara para karyawannya termasuk diantara manajernya. Intensitas hubungan vertikal dan horizontal yang efektif sangat dibutuhkan. Semakin mereka saling kenal mengenal maka semakin tumbuh saling kasih sayang. Pada gilirannya akan mudah menumbuhkan rasa saling percaya, kerjasama, dan koordinasi pekerjaan. Dengan demikian maka sinergitas antarkaryawan akan meningkat. Perasaan-perasaan superior di sementara divisiur secara sistematis akan berkurang. Dan berubah menjadi kesatuan unit kerja yang solid.


Seperti diketahui setiap perusahaan,sebagai organisasi modern, memiliki tujuan, strategi, dan kebijakan tertentu. Untuk itu dibuatlah aturan-aturan guna memerlancar pencapaian tujuan. Dalam aturan itu diperjelas tentang bagaimana proses pengambilan keputusan diambil, hak dan wewenang instrumen organisasi, standar prosedur kerja, dan uraian pekerjaan. Hal ini penting diuraikan agar setiap pengelola dan karyawan dalam melakukan tugasnya berpegang pada aturan-aturan yang ada. Namun di sisi lain ternyata dalam pelaksanaannya tidak saja berpegang pada posisi-posisi masing-masing namun juga pada pertimbangan pribadi setiap orang. Maka disinilah pentingnya hubungan sosial dipelihara dan dikembangkan.


Pengembangan modal sosial seperti ini perlu diprogramkan sejak awal. Khususnya ketika merekrut karyawan baru. Para karyawan baru perlu melakukan orientasi dan pelatihan. Sementara karyawan lama perlu melakukan reorientasi ketika ada kebijakan baru perusahaan. Jalinan-jalinan hubungan sosial harus terus dipelihara tidak saja lewat pendekatan formal namun juga informal. Bahkan dalam realisasinya jalur pendekatan individu berdasarkan saling percaya akan membuahkan suatu tim kerja yang efektif. Karena itu perusahaan selain melakukan fungsi kendali dan koordinasi yang terprogram maka kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan perusahaan sangat dianjurkan. Dengan kegiatan ini maka dapat ditumbuh-kembangkan rasa persaudaraan yang tinggi. Tentu saja dengan pendekatan informal ini kadar komitmen dan keterikatan semua elemen perusahaan diharapkan akan meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan.

Bisnis Global dan Keragaman Pekerja


BISNIS GLOBAL DAN KERAGAMAN PEKERJA

Memasuki era bisnis global berarti meningkatnya kesiapan para pebisnis domestik menyambut kedatangan pekerja dari luar negeri. Hal demikian tidak bisa dihindari ketika perusahaan masuk dalam aliansi manajemen sumberdaya manusia internasional. Dalam hal ini kecenderungan menghadapi bisnis global dan keragaman pekerja juga menjadikan tantangan tersendiri bagi departemen SDM. Kultur perusahaan antarnegara bisa jadi berbeda signifikan. Lalu apa saja yang harus dilakukan perusahaan domestik?


Sebagai contoh, sikap budaya tentang peranan perempuan yang meningkat dalam pekerjaan menyebabkan banyak perusahaan melakukan rancangan kembali program pengembangan mereka dan menempatkan perempuan dalam pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan laki-laki. Begitu pula keragaman tingkat pendidikan di antara para pekerja telah mengarahkan perusahaan untuk meningkatkan sejumlah fasilitas, seperti bahan bacaan, tulisan, aritmatik, dan bahasa Inggris bagi pekerja asing. Bagi sebagian besar pekerja yang tidak berbahasa Inggris di beberapa perusahaan, bahan-bahan pelatihan terkadang di adaptasikan ke bahasa yang dikuasainya.


Departemen SDM yang proaktif akan mengembangkan program-programnya termasuk pelatihan yang beragam. Di sini perhatian kurang diberikan pada banyak model permainan peran atau pemodelan perilaku, tetapi lebih pada menciptakan sensitivitas pekerja pada ragam kondisi tempat kerja. Sebagai contoh, berikut ini disajikan hasil sebuah survei di USA tentang beragam pelatihan yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memperkecil keragaman berbagai aspek kehidupan di kalangan pekerja dari berbagai negara (% dari total perusahaan).


a. Pelatihan sensitivitas keragaman kultural: 53%.
b. Pelatihan komunitas silang budaya: 32%.
c. Pelatihan isu gender: 42%.
d. Pelatihan gangguan karena penempatan kerja yang bebas: 71%.
e. Pelatihan kesadaran seksual: 15%
f. Pelatihan kesadaran ketidakmampuan/kekurangan diri: 56%.


Ketika sebuah perusahaan menyediakan pelatihan untuk orang-orang asing, isi atau muatan dan pelayanan harus disesuaikan dengan kebiasaan dan harapan lokal antara lain dalam hal teknik pembelajaran, gaya kepemimpinan, metode diskusi, dan metode praktek kerja. Termasuk susunan tempat duduk, periode dan waktu pelatihan, makanan, dan akomodasi. Ketika pelatihan tingkat internasional diterapkan, perusahaan memfasilitasinya dengan program pementoran, yang biasanya dilakukan oleh tingkat wakil direktur atau di atasnya. Disini, mentor berfungsi mengurangi rasa khawatir atau rasa bingung di kalangan pekerja asing dengan memfasilitasi bimbingan dan kontak-kontak perorangan. Semuanya membutuhkan perhatian yang berfokus pada penyesuaian pekerja asing dalam mengadaptasi kultur masyarakat dan perusahaan. Hal demikian sangat penting agar terjadi saling berbagi visi diantara para pekerja domestik dan asing. Sekaligus terjadi sinergitas proses pekerjaan diantara dua kelompok pekerja itu.

Tips Mengelolah Karyawan



Mengelola karyawan yang dilakukan seorang manajer ternyata gampang-gampang sulit. Mengapa? Sepertinya mudah karena mereka terikat pada hirarki struktural perusahaan. Namun tidak demikian karena karyawan sebagai manusia memiliki keunikan. Mereka memiliki perasaan, intuisi, keinginan, dan kepribadian aktif serta permasalahan yang beragam satu sama lainnya. Karena itu pendekatan pada mereka misalnya dalam hal membangun motivasi kerja pada satu orang dengan yang lainnya bisa jadi berbeda-beda. Sementara bisa juga pendekatannya sama yakni yang menyangkut kebutuhan universal, misalnya dalam hal menyediakan kebutuhan dasar tentang kesejahteraan, pendidikan dan latihan.
Sebelum melakukan program membangun motivasi, kedisiplinan, dan komitmen,misalnya, maka manajer hendaknya sudah mengetahui dan memahami karakteristik para karyawannya. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat posisi karyawan di perusahaan. Mereka tidak sekedar sebagai unsur produksi namun juga sebagai unsur investasi perusahaan yang efektif. Karena itu mutu SDM mereka perlu dikembangkan dan dipelihara tidak saja dalam konteks kinerja namun juga kepuasan kerja. Dengan demikian mereka diharapkan akan betah berada di perusahaan dalam waktu relatif lama. Strategi untuk mencapai itu adalah bagaimana meningkatkan keterikatan mereka pada organisasi.


Yang dimaksud dengan keterikatan (engagement) adalah kepatuhan seseorang (karyawan manajemen dan nonmanajemen) pada organisasi yang menyangkut visi, misi dan tujuan perusahaan dalam proses pekerjaannya. Bukan dalam arti pemahaman saja namun juga dalam segi pelaksanaan pekerjaannya.
Karyawan yang memiliki keterkaitan dengan organisasi dicirikan oleh beberapa hal yakni;
(1) sangat memahami visi, misi, dan tujuan program serta peraturan organisasi;
(2) menyenangi pekerjaan mereka;
(3) motivasi kerja yang tinggi;
(4) selalu meningkatkan mutu kinerja;
(5) merupakan sumber gagasan baru;
(6) manajer dan karyawan saling menghormati;
(7) mampu membangun tim kerja yang andal; dan
(8) merasa sebagai bagian keluarga besar perusahaan.


Keterikatan pada perusahaan menjadi ciri utama keberhasilan perusahaan dalam menangani masalah sumberdaya manusia karyawan. Semakin tinggi keterikatan karyawan dengan organisasi semakin baik kinerjanya dan pada gilirannya semakin baik kinerja perusahaannya. Karyawan bekerja tidak melulu untuk meraih kompensasi finansial saja namun juga nonfinansial seperti penghargaan personal dan karir. Karena itu tidak mungkin membangun keterikatan mereka hanya dengan pendekatan yang sangat bersifat struktural. Mereka sebagai individu pertama kali harus “diikat” dengan pendekatan sistem nilai. Sistem budaya organisasi sekaligus budaya kerja korporat (efisien, mutu, transparan dan akuntabilitas) harus ditanamkan sejak mereka masuk ke sistem sosial yang baru yakni perusahaan. Secara bertahap mereka dibina sehingga sistem nilai di perusahaan sudah menjadi kebutuhannya.


Penerapan sistem nilai seharusnya inheren dengan kebutuhan universal karyawan. Jangan sampai terjadi benturan nilai. Dengan kata lain perusahaan jangan terlalu berorientasi pada keuntungan semata namun mengabaikan kebutuhan karyawan akan kesejahteraannya. Dan jangan lupa dengan keterikatan yang begitu tinggi, karyawan bukannya tidak memiliki daya kritis. Disinilah pihak manajer harus selalu menampung pandangan-pandangan baru dari karyawan. Tak perlu ada resistensi atas kritikan-kritikan progresif dari karyawan. Tidak tertutup kemungkinan karena begitu eratnya keterikatan, para karyawan akan “berlomba-lomba” untuk bekerja dan menghasilkan kinerja terbaiknya. 

Kerjasama atau Bekerja sendiri


KERJA BERSAMA ATAU SENDIRI-SENDIRI?

Dalam melakukan suatu pekerjaan, misalnya di unit tertentu, maka akan tampak ada karyawan  yang bekerja bersama-sama tetapi ada pula yang bekerja sendiri-sendiri. Kondisi itu bisa disebabkan karena unsur intrinsik atau dari perilaku setiap individu. Misalnya kalau bekerja sendiri-sendiri karena kekurang-sadaran tentang arti tujuan dan pentingnya bekerja dalam satu tim kerja, kurang percaya diri atau kurang percaya pada orang lain dan pimpinan, dan kurang semangat dalam bekerja dalam kelompok.Namun bisa jadi karena unsur pimpinan dalam mengarahkan dan mengendalikan karyawannya kurang efektif. Pertanyaannya bentuk mana yang lebih bermanfaat?.


Bekerja berkelompok tentu saja akan lebih efektif ketimbang bekerja sendiri-sendiri. Berkelompok berarti terjadi interaksi sesama karyawan. Interaksi dapat berupa saling kerjasama dan saling membantu sesama karyawan. Sementara itu dalam berinteraksi bakal terjadi pula saling berbagi dalam hal pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan saling nasehat menasehati.


Manfaat berinteraksi lainnya adalah terjadinya saling kebergantungan sesama. Kondisi ini bukanlah merupakan sesuatu yang bersifat lemah. Namun justru adanya fenomena saling bersinergis. Malahan dapat dijadikan sebagai potensi unggul.  Dalam hal ini potensi kesadaran dan semangat yang sama untuk meraih kinerja tinggi. Kalau ini terjadi maka potensi tersebut lebih mudah dibangun. Mereka sadar bahwa mereka hidup dalam suatu sistem sosial di lingkungan pekerjaannya; “berinteraksi secara dinamis baik dalam suka maupun duka”.

Bahasa Inggris Dalam Dunia Kerja


Kenapa Kita Harus Pandai Berbahasa Inggris?

Setiap lowongan pekerjaan sejatinya menawarkan posisi dan pekerjaan yang berbeda-beda. Namun, ternyata ada satu persyaratan yang sepertinya ada di setiap lowongan pekerjaan, “mampu berbahasa Inggris dengan baik”. Kenapa bahasa yang satu ini selalu dijadikan prioritas dalam setiap lowongan pekerjaan? Bukankah kita tinggal di Indonesia dimana Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional?.


Tunggu dulu, jangan cepat menganggap ini sebagai imperialisme model baru. Di jaman globalisasi seperti ini, memaksa kita menerima masuknya perusahaan-perusahaan asing dari berbagai negara. Banyak negara berarti banyak bahasa, lalu bagaimana kita berkomunikasi? Jangan berpikir untuk memakai bahasa isyarat, itu sudah primitif dan tidak semua negara di dunia ini mempunyai intepretasi bahasa isyarat yang sama. Nah, maka dari itu digunakanlah Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang dapat digunakan secara global.


Kenapa harus bahasa Inggris? Ada beberapa alasan kenapa bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional.


1.Faktor Historis
Inggris dikenal sebagai negara imperialis, dimana pada abad 17-19 Inggris telah menduduki 2/3 wilayah bumi ini. Otomatis banyak negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Dan komunitas negara persemakmuran yang dibentuk oleh Inggris juga tergolong yang paling besar.


2.Tatanan Bahasa
Bahasa Inggris memiliki tatanan bahasa yang lengkap dan rapi, sehingga mudah untuk dipelajari dan diaplikasikan. Sebenarnya Indonesia juga memiliki tatanan bahasa yang sama baiknya dengan bahasa Inggris, hanya saja kembali lagi ke faktor pertama tadi.


3.Peradaban Yang Lebih Maju
Inggris dikenal memiliki peradaban yang lebih maju. Tak jarang pemikiran-pemikiran baru muncul dari sana. Posisi tersebut membuat Inggris kuat di mata Internasional dan dianggap sebagai salah satu kiblat peradaban. Logikanya, jika kita ingin belajar dari ahlinya, tentu kita harus mengerti bahasa yang dia gunakan.


Jadi, jangan menjadi katak dalam tempurung, jangan apriori dulu terhadap bahasa Inggris. Dan gak ada salahnya juga kan kita mengetahui dan mempelajari bahasa asing? Semoga Bermanfaat.

Membangun Suasana Hangat di Kantor



Sebagian orang berfikir bahwa kantor merupakan tempat yang paling membuat kita stres dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk. Padahal stres karena pekerjaan itu bisa menghambat performance dan karir kita di kantor. Jangan heran kalo banyak karyawan yang banyak mengundurkan diri karena ingin mencari suasana yang nyaman dan bebas dari stres.

Sebenarnya apapun yang Anda kerjakan akan berhasil maksimal jika Anda menjalankannya dengan senang hati tanpa adanya keluhan, begitu pun dengan pekerjaan di kantor, bisa terasa lebih ringan ketika mood sedang baik. 

Berikut tips membangun suasana hangat di kantor:

Jauhkan Diri dari Pikiran Negatif
Syukurilah apa yang diberikan Tuhan kepada Anda dan selalu berfikiran positif bahwa mencari pekerjan di zaman sekarang tidakah mudah. Anda adalah salah satu orang yang beruntung karena telah mendapatkan pekerjaan. Coba Anda lihat, di luar sana masih banyak pengangguran / Pencari Kerja yang sedang berjuang untuk mendapatkan kerja. Ketika Anda mampu berfikir positif maka semuanya akan terlihat lebih tenang dan menyenangkan.

Menantang Diri
Tantang diri Anda sendiri untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Jangan merasa takut dan gelisah karena pekerjaan yang rumit. Buatlah pekerjaan Anda sesuatu hal yang dapat memotivasi Anda untuk lebih produktif.

Networking
Bertemu dengan orang – orang baru akan membuat sesuatu yang berbeda dari rutinitas, penyegaran dan menambah kolega atau rekan – rekan kerja sehingga akan memperluas networking Anda, yang ujung - ujungnya akan berguna untuk karir Anda kedepannya.

Menghabiskan Waktu Akhir Pekan dengan Rekan Kerja
Rekan kerja bukan hanya menjadi partner dalam bekerja tapi bisa juga menjadi teman bergaul yang menyenangkan, misalnya menghabiskan waktu makan- makan bersama atau membawakan makanan untuk mereka di kantor, pastinya suasana akan lebih menyenangkan dan adanya kehangatan antar rekan kerja.

Semoga bermanfaat, baca terus artikel-artikel mengenai Dunia Kerja di situs ini. Terima Kasih.

Cara Menghindari Suasana Kantor yang Berisik



Suasana di dalam kantor tidak mungkin terlepas dari hingar bingar percakapan. Mulai dari suara dering telepon sampai dengan langkah kaki orang-orang yang hilir-mudik bisa membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga Anda kehilangan konsentrasi saat bekerja. Kinerja dan performa Anda di kantor akan menurun dan sudah pasti akan mempengaruhi mood Anda dalam bekerja. Lingkungan kerja yang terlampau berisik bisa menjadi mengakibatkan situasi yang kontra-produktif, tidak sehat, dan menjengkelkan.


Jika Anda mendapatkan fasilitas ruang pribadi, sudah pasti anda dengan mudah bisa menghindari suara kebingsingan hanya dengan menutup pintu ruang kerja Anda tapi bagaimana jika Anda harus berbagi ruang dengan banyak orang? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi suasana ruangan yang bising agar dapat mengembalikan konsentrasi yang hilang?


Beberapa hal berikut ini bisa membantu Anda untuk menghindari dan meminimalisir suasana kantor yang terlalu berisik.


1. Mendengarkan Musik
Gunakan dan manfaatkan gadget seperti Ipod, mp4, dan perangkat media player lainnya. Buatlah playlist lagu – lagu favorit Anda agar dapat didengarkan setiap saat. Kenakan earphone agar bunyi musik Anda tidak mengganggu rekan kerja lain. Tahan diri Anda untuk tidak bernyanyi mengikuti lagu yang sedang Anda dengarkan karena suara Anda mungkin bisa mengganggu konsentrasi orang di sekitar.


2. Pindah Ruang Kerja
Mengantisipasi suasana kerja yang berisik bisa dengan cara menjaga jarak dari sumber kebisingan. Jika posisi meja kerja tidak strategis coba mencari tahu, seberapa besar kemungkinan Anda untuk dapat memindahkan meja kerja Anda ke lokasi lain yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan.


3. Permukaan Anti Pantul
Jika anda sudah mengalami kebisingan yang terlalu menganggu kosenterasi bekerja, mungkin Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan pihak manajemen agar dapat memberikan fasilitas tambahan seperti sejumlah bahan penyerap suara di dalam ruangan. Misalnya karpet, tirai, atau panel pemisah ruangan.


Dengan membaca artikel di atas diharapkan dapat mengatasi suasana kantor yang berisik, ikuti artikel di situs Dunia Kerja, agar anda sukses dalam menjalani kerja anda.

Pekerjaan Berdasarkan Karakter Hewan



Tahukah anda bahwa karakter manusia memiliki kesamaan dengan karakter hewan? Berdasarkan profesi pekerjaan, karakter hewan memiliki filosofi tersendiri yang menjadikan pedoman untuk bekerja. Jika Anda ingin memilih profesi perkerjaan berdasarkan karakter hewan dan menerapkan ke dalam kehidupan, tidak ada salahnya belajar nilai- nilai positif dari karakter hewan untuk melangkah dalam dunia kerja. Jika Anda ingin memililih profesi pekerjaan berdasarkan karakter hewan tidak ada salahnya mengikuti tips berikut ini:


Kuda.
Kuda memiliki karakter workaholic dan Independent. Selain itu, kuda juga memiliki karakter ramah, rajin dan aktif, meski sedikit egois. Karakter kuda cocok dengan profesi pekerjaan yang dinamis serta membutuhkan ketelitian dan ketekunan, contohnya desain grafis, agen asuransi, wartawan, atlet, astrolog, wiraswasta, dan peneliti alam bebas.


Kelinci.
Pandai berbicara, cerdik, teliti dan sangat berhati-hati merupakan ciri khas karakter kelinci. Namun, sifat jelek karakter kelinci adalah no action talks only. Jika Anda memiliki kecenderungan menjadi sensitif dan konservatif, profesi yang cocok untuk si kelinci banyak berada di bidang edukatif dan hukum seperti menjadi guru, pengacara, polisi, diplomat, MC, dan marketing.


Naga.
Karakter dan sifat naga yang otoriter dan suka mengatur, percaya diri dan tegas, cocok menangani pekerjaan yang memiliki tantangan dan sifatnya manajerial. Menjadi General manager, CEO dan sejenisnya cocok dengan sifat dominannya. Selain memiliki usaha sendiri, naga juga bisa menjadi artis, politikus, arsitek, pengacara, dokter, dan diplomat.


Burung Hantu.
Perfeksionis dan tegas adalah karakter si burung hantu. JIka sudah tidak suka dengan seseorang maka akan selamanya tidak menyukainya. Begitulah sifat dan karakter burung hantu. Profesi yang cocok untuk orang yang memiliki karakter seperti burung hantu adalah seorang HRD dan Psikolog.


Semut.
Karakter semut memiliki ciri khas akan sifat yang saling bekerja sama dan memiliki kepedulian yang tinggi. Selain itu karakter semut yang tidak mudah menyerah cocok sekali dengan karakter pekerja seorang ,Sales. 

Tips Mewawancarai Kandidat




Dengan pasar tenaga kerja yang sangat ketat saat ini, pengusaha tidak bisa terlalu pilih-pilih ketika harus merekrut staf baru. Biaya menyewa orang yang salah lebih tinggi daripada meluangkan waktu untuk menemukan seseorang dengan sesuai dan kepribadian yang tepat untuk bisnis anda. Lebih baik menemukan orang yang tepat sejak awal. Kunci untuk menemukan calon pegawai yang tepat adalah untuk berkonsentrasi pada kepribadian dan kualifikasi mereka. Gunakan tips dari artikel ini dan semoga dapat membantu pekerjaan anda lebih mudah dalam merekrut orang yang anda perlukan.


Teknik efektif wawancara
bukan hanya pencari kerja yang perlu menyiapkan diri untuk wawancara, anda juga sebagai pihak yang membutuhkan perlu persiapan. Seorang perekrut akan memerlukan pemahaman yang baik tentang individu yang memasukkan lamaran di perusahaan mereka. Anda harus berpikir tentang kepribadian calon yang ideal, dasar keterampilan, sikap dan kemudian menggunakan teknik wawancara yang menarik. Perjelaslah kompetensi yang dibutuhkan untuk pekerjaan, termasuk masukan yang anda harapkan dari kandidat anda. 


Siapkan Deskripsi Pekerjaan Untuk Kandidat
Bacalah setiap surat lamaran dan resume yang anda terima sebelum bertemu dengan mereka supaya anda mengerti pengalaman mereka. Ini juga akan memberi anda celah untuk mengajukan pertanyaan. Siapkan terlebih dahulu list pertanyaan wawancara yang meliputi keterampilan dasar yang anda butuhkan serta sedikit pertanyaan yang akan membantu anda menilai perilaku kandidat. Menggunakan pertanyaan yang sama untuk masing-masing kandidat yang diwawancarai lebih adil dan membuat anda lebih mudah dalam mengambil keputusan. Juga awali interview anda dengan sedikit basa-basi dan mengajukan pertanyaan yang lebih mudah terlebih dahulu.


Lebih Banyak Mendengarkan Daripada Berbicara
Perhatikan petunjuk non-verbal seperti bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Jelaskan proses rekrutmen dan tetap dalam suasana yang santai. Kepribadian di masa lalu kandidat adalah cara yang bagus untuk memahami bagaimana mereka akan bertingkah laku di masa mendatang. Gunakan pertanyaan pas untuk mengetahui bagaimana kandidat menanggapi situasi yang sebelumnya mirip dengan pekerjaan mereka, atau memberi mereka contoh permainan peran dan bertanya apa yang akan mereka lakukan. Teknik ini akan memberikan anda wawasan yang baik tentang sifat, karakteristik dan kompetensi para kandidat.


Ajukan Pertanyaan Non-kerja Terkait
Cari tahu apa yang mereka lakukan untuk menikmati waktu luang atau mungkin hobi yang mereka miliki. Dari sini anda dapat menilai bagaimana kepribadian masing-masing individu.


Pertimbangkan Insting Anda
Dengan semua teknik yang tersedia untuk menilai calon yang sesuai, perasaan anda juga bisa menjadi indikator penting. Jika anda telah selesai melakukan wawancara dan dalam hati anda mengatakan bahwa kandidat tesebut tidak akan terlalu baik untuk bisnis anda mungkin sebaiknya dengarkan insting anda tersebut. Memang sedikit sulit untuk merekrut orang yang tepat untuk membantu bisnis anda berkembang ke depannya tetapi dengan teknik interview yang tepat saya yakin anda bisa mengambil keputusan yang tepat juga.


Cek Referensi
Setelah memilah-milah surat lamaran dan resume dari para kandidat, membuat daftar pendek, wawancara, tes psikometri dan mendengarkan naluri anda, ada satu lagi tugas yang bisa anda terapkan untuk memastikan anda telah memilih orang yang tepat untuk bisnis anda yaitu cek referensi mereka. Anda bisa bertanya bagaimana cara kandidat tersebut dalam mengatasi situasi pekerjaan dan lingkungan kerja tertentu untuk menilai apakah kepribadian mereka sudah cocok dengan bisnis anda. 


Semoga tips mewawancarai kandidat ini bisa membantu anda dan perusahaan dalam hal perekrutan kandidat yang cocok dengan bisnis yang anda jalani. Jika anda sudah siap tinggal pasang iklan lowongan kerja bisa di media cetak atau melalui internet.


Cara Mengantisipasi Pemecatan Kerja

Pemecatan memang masih menjadi hal yang menakutkan bagi karyawan suatu perusahaan. Cara mengantisipasi PHK atau pemecatan juga tidak bisa dibilang mudah karena membutuhkan proses. Mencari pekerjaan saat ini gampang-gampang susah. Gampang jika kita bersedia mengambil pekerjaan yang biasa saja dengan gaji standar. Susah jika kita ingin bekerja sesuai harapan dan dengan gaji diatas standar.

Pemutusan Hubungan Kerja atau pemecatan memang cukup sering terjadi di kantor atau perusahaan yang memiliki manajemen yang lemah sehingga kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Kita juga tidak bisa menyalahkan perusahaan yang mem-PHK karyawannya karena semua dilakukan untuk                menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan atau mencegah PHK besar-besaran. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi PHK atau pemecatan itu sendiri sehingga kita siap dan tidak terlalu kecewa. 

Sebenarnya tanda-tanda perusahaan sudah tidak sehat bisa kita ketahui dari keterlambatan pembayaran gaji, bos sering marah-marah, tidak mendapat THR atau juga bonus kerja dipotong. Nah, jika gejala ini terjadi mulailah mengantisipasi PHK yang bisa saja terjadi sama kamu. Simak cara mengantisipasi PHK atau pemecatan di bawah ini.

Bersikap Tenang
Memang siapa pun yang mendengar kabar pemecatan pasti panik tapi ingatlah selalu rejeki dan pekerjaan juga diatur oleh yang diatas. Selain itu perusahaan pasti memberi kita pesangon kok untuk kebutuhan hidup beberapa bulan ke depan, jadi jangan terlalu khawatir.

Perhitungkan Pengeluaran
Mulai irit dan pangkas pengeluaran yang tidak penting. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan dana yang mungkin kita perlukan seandainya jumlah pesangon yang kita terima terbatas dan kita masih menganggur.

Mencari Celah Lowongan Kerja
Kita harus mulai aktif mencari peluang atau lowongan kerja dari koran, internet, keluarga atau teman. Siapa tahu dari mereka kita bisa mendapatkan informasi pasti mengenai ketersediaan pekerjaan yang sesuai keahlian kita.

Tambah Keterampilan
Menambah keahlian kita di bidang tertentu juga perlu mengingat persaingan dunia kerja yang semakin meningkat sehingga satu keahlian atau keterampilan tidaklah cukup. Ikuti kursus sesuai bidang yang diminati kemudian tekuni untuk memperpanjang daftar keterampilan kita di CV atau resume.

Siapa pun pasti berharap pekerjaan mereka lancar dan perusahaan stabil sehingga bisa bekerja dengan tenang namun tidak ada salahnya sedikit mengetahui cara mengantisipasi PHK atau pemecatan.


BOSAN JADI KARYAWAN?



Bosan Jadi Karyawan? Jalankan Tips Jadi Pengusaha dibawah Ini!
Bagi anda yang masih bekerja tapi sudah bosan jadi pegawai, anda bisa menjalankan tips jadi pengusaha di bawah ini.
Anda harus realistis. Dan sebagai pebisnis pemula, otot-otot kewairausahaan anda perlu dilatih lebih dulu. Sebosan apapun anda jadi karyawan, jangan bertindak gegabah.
Anda harus berlatih menjalankan sebuah bisnis dengan skala yang lebih kecil yag resikonya juga kecil. Setelah anda cukup terlatih, baru anda bisa menambahkan sedikit beban agar otot kewirausahaan anda tidak kaget.
Inilah langkah-langkah agar anda bisa berlatih menjadi seorang pengusaha. Anda juga bisa gunakan cara ini untuk memilih jenis usaha yang cocok buat anda.
Coba anda cari informasi tentang produk apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dalam jumlah besar. Dan produk ini tentunya produk yang bisa anda penuhi dan anda memang berminat mengelolanya. Ini disebut “peluang bisnis yang anda minati”.
Informasi produk yang anda dapatkan pada point pertama, anda buat daftar sejumlah 10 “peluang bisnis yang anda minati” dan kemudian anda urutkan dari atas ke bawah mulai dari peluang usaha yang mempunyai pangsa pasar paling banyak sampai yang paling sedikit.
Buatlah tolak ukur untuk masing-masing peluang tersebut. Tolak ukur tersebut yakni : daya beli pasar, siapa yang memasok produk tersebut, berapa harga pasar, serta berapa margin keuntungan yang bisa diperoleh dari setiap produk dibandingkan dengan harga pasar.
Jangan lupa menghitung margin keuntungan yang bisa anda dapatkan dari masing-masing peluang. Pertanyaan penting : “apakah margin tersebut bisa anda gunakan untuk menutup pengeluaran bulanan anda pada saat menjalankan bisnis tersebut?”.
Dari hasil perhitungan setiap peluang pada daftar tersebut, tentulah bisa anda amati bukan? Peluang dengan potensi keuntungan paling besar itulah peluang yang bisa anda pilih untuk anda kelola terlebih dulu.
Gali informasi di sekeliling anda tentang pebisnis yang telah sukses menjalankan peluang-peluang tersebut.
Cobalah belajar dan lakukan konsultasi dengan mereka bagaimana strategi unggulan yang membuat mereka menjadi sukses dalam menjalankan peluang bisnis tersebut. Jika mereka tidak mau untuk berbagi resep rahasia mereka, jangan langsung ngedrop atau patah semangat, Amati, tiru dan modifikasi saja dari jauh semua keunggulan mereka. Anggap saja anda sedang melakukan riset, sebuah studi kasus terhadap satu bisnis yang telah berhasil sukses.
Setelah ke point tersebut anda lakukan, saatnya mempraktekkan apa yang sudah anda pelajari dari latihan ini dengan skala kecil lebih dahulu.
Anda tidak harus langsung mempraktekkan cara jadi pengusaha di atas dengan langsung keluar dari pekerjaan anda. Jadi walaupun anda sudah bosan jadi karyawan, pertahankan pekerjaan anda sambil mempraktekkan cara jadi pengusaha di atas.
Anda harus tahu bahwa sembilan dari sepuluh bisnis hancur di 5 tahun pertama. Penyebabnya bermacam-macam. 
Termasuk juga jika anda awam terhadap pemasaran. Jadi sekali lagi, sebosan apapun anda jadi karyawan, berpikirlah rasional. Jika memang anda mampu langsung keluar dari pekerjaan anda dan mulai membangun bisnis anda, lakukan. Tapi jika anda belum siap, banyak-banyaklah berlatih supaya menjadi pengusaha yang handal supaya anda merasa sudah siap untuk berhenti menjadi karyawan.