Tampilkan postingan dengan label Gaji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaji. Tampilkan semua postingan

menambah penghasilan

menambah penghasilan

Menambah Penghasilan - Strategi mendapatkan penghasilan lebih itulah pokok pembahasan dunia kerja hari ini, sekedar info bagi Anda yang ingin belajar komputer baik itu software maupun hardware, silahkan belajar di teknik komputer silahkan di klik link nya.

Sekarang ini, yang namanya kesetiaan sudah nyaris punah (terutama dalam dunia kerja). Pada masa krisis sekarang ini perusahaan dapat dengan mudah membatalkan kontrak kerja, dan pengurangan karyawan dalam perusahaan adalah suatu hal yang biasa. Bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka yang tetap dalam satu pekerjaan kenaikan upahnya lebih sedikit dibanding mereka yang menjadi kutu ’loncat’. Jadi buat anda yang ingin mendapat penghasilan tinggi dalam waktu relatif singkat, inilah kiat-kiatnya :

1. Gonta-ganti pekerjaan adalah sebuah strategi
Bekerja di satu perusahaan selama 10 atau 20 tahun adalah strategi lama, yang saat ini sangat riskan untuk dilakukan. Buktinya telah banyak kasus di mana perusahaan melakukan PHK pada karyawan, menutup divisi atau hal-hal lainnya yang dapat membuat perusahaan tersebut meraih keuntungan atau menjadi lebih kompetitif menghadapi persaingan.

2. Buka mata terhadap segala kemungkinan pekerjaan baru
Lakukan riset mendalam tentang perusahaan atau industri apa dalam pekerjaan anda yang sedang booming saat ini. Amati terus perkembangan pasar dan kesempatan yang ada. Namun selama anda masih bekerja di perusahaan anda yang sekarang, tetaplah bersikap setia. Selesaikan pekerjaan sebaik-baiknya meski (mungkin) tak lama lagi anda berencana untuk keluar.

3. Berhenti saat di puncak
Bila anda keluar dari pekerjaan, pastikan bahwa hal tersebut dilakukan bukan karena pekerjaan anda mulai kacau atau anda bermasalah dengan atasan. Berhenti saat masih di atas akan membuat nilai anda di tempat anda hendak melamar lebih tinggi.

4. Hargai diri sendiri dengan nilai tinggi
Posisikan diri anda sebagaimana perusahaan yang sedang berusaha menciptakan/memasarkan sebuah produk baru. Tanyakan diri anda apa yang harus anda lakukan supaya berada dalam posisi menguntungkan (yang ujung-ujungnya
adalah meraih kesuksesan di masa depan). Jangan menunggu sampai pasar yang datang pada anda.

5. Buat rencana kecil sebelum interview
Jangan presentasikan diri anda dengan cara konvensional, tunjukkan pada mereka apa dan bagaimana anda dapat berperan. Pendekatan ini dengan jelas akan membedakan anda dari para kandidat lain.

6. Perlakukan dirimu dan usaha kecil tersebut dengan semangat tinggi
Lupakan penghargaan-penghargaan yang pernah anda dapat di pekerjaan sebelumnya, saatnya anda berjuang lagi untuk mendapatkan pujian-pujian berikutnya. Simpan pertanyaan "kompensasi apa yang akan diberikan pada perusahaan kepada saya", setidaknya sampai akhir wawancara.

Itulah strategi yang bisa kita terapkan agar kita dapat Menambah Penghasilan di dunia kerja, jangan lupa follow blog ini dan selanjutnya Anda dapat membaca artikel Resep Sehat, kali ini akan membahas hidup sehat dan berbahagia, silahkan diklik linknya, sekian untuk hari ini dan semoga bermanfaat.

Gaji Besar

gaji besar

Gaji Besar - Memperoleh gaji lebih besar di perusahaan baru itulah pokok pembahasan artikel dunia kerja kali ini, sekedar info, bagi kalian yang mau belajar komputer silahkan klik teknik komputer disana pembahasan seputar dunia komputer, oke kembali ke pokok pembahasan.

Percaya atau tidak, banyak orang yang gelagapan saat ditanya oleh pewawancara : Berapa gaji yang anda inginkan? Anda menjawab terserah, jangan salahkan perusahaan jika gaji anda ditekan sekecil mungkin. Beberapa orang memilih cara mengalihkannya dengan balik bertanya : Sebenarnya berapa gaji ideal di posisi ini, namun hal ini dapat menjadi bumerang bagi anda karena bisa saja si pewawancara mengarang besar gaji di posisi tersebut (yang tentu saja lebih kecil dari standar).

Sebenarnya masalah negosiasi besar gaji yang akan diperoleh tidak terlalu rumit, asalkan anda mengikuti aturan-aturan sederhana berikut dan mempersenjatai diri anda dengan percaya diri, akal sehat, dan sedikit riset. berikut tips-tipnya :
1. Lakukan penyelidikan
Sebelum memasuki tahap negosiasi gaji, anda harus terlebih dahulu menyiapkan diri anda dengan mengadakan riset, yang tujuannya adalah supaya anda mengetahui nilai pasar anda. Perhitungkan pengalaman anda di bidang tersebut, proyek-proyek yang pernah anda tangani, kemampuan anda mengambil inisiatif, dan mengetahui iklim ekonomi yang ada saat ini. Kontak dengan organisasi profesional dan mencoba beberapa perusahaan lain sebelum menentukan pilihan akan memberikan anda gambaran yang lebih jelas berapa kisaran gaji posisi yang anda incar saat ini.

2. Jujur
Seandainya ditanya berapa gaji anda sebelumnya, jangan melebih-lebihkan penghasilan sebelumnya. Anda tidak akan pernah tahu apakah perusahaan baru anda akan mengecek ke tempat kerja anda sebelumnya. Banyak pekerjaan yang hampir diraih oleh seseorang akhirnya lenyap hanya karena si pelamar melakukan kebohongan (yang kelihatannya kecil namun berdampak besar ini).

3. Tembak langsung
Lawan ketakutan (atau keengganan anda memulai lebih dulu) dengan jurus tembak langsung, ajukan nilai gaji yang anda harapkan begitu ditanya. Hal yang perlu diingat : seandainya anda mengajukan nilai gaji terlalu tinggi, anda selalu mempunyai kesempatan untuk menurunkan tawaran anda (sekaligus terlihat sebagai calon pegawai yang memiliki motivasi tinggi). Namun sekali anda mengajukan tawaran terlalu rendah, nyaris mustahil untuk menaikkannya kembali.

4. Jangan campur adukkan urusan bisnis dengan pribadi
Menjalankan sebuah perusahaan adalah bisnis, jadi jangan heran bila pewawancara anda berusaha menekan anda hingga menerima gaji serendah mungkin (itu memang tugasnya sih!). Ada hal yang tidak boleh anda lupakan : menjalani wawancara bukan berarti anda tampil semanis mungkin, jangan pernah meminta maaf atau mundur menghadapi gertakan. Tampilkan diri dengan penuh kepercayaan diri (namun dengan tetap berlaku sopan dan hormat pada pewawancara).

5. Lakukan tawar-menawar
Seandainya gaji yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan anda (namun lebih dari cukup untuk menutupi pengeluaran anda), tidak ada salahnya anda mencoba melakukan tawar-menawar misalnya dengan mengajukan satu minggu ekstra untuk liburan, waktu kerja yang fleksibel, bagian kepemilikan, atau jadwal pembagian bonus. Jangan salah, nilai bonus terkadang cukup besar lho, bisa mencapai 10 sampai 20 persen gaji anda.

Pada akhirnya, ketekunan anda dalam melakukan penyelidikan, kejujuran, dan keyakinan diri yang cukup adalah cara terbaik untuk memastikan anda mendapatkan pekerjaan yang anda inginkan (yang juga memenuhi syarat-syarat yang anda minta). Belajarlah menjadi negosiator yang baik, bahagiakan diri anda dan (mudah-mudahan) gaji anda lebih besar.


Baik kita telah menyimak cara untuk negosiasi agar mendapatkan Gaji Besar, terus ikuti update artikel dunia kerja dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya lanjutkan bacaan Anda dengan klik Resep Sehat agar kita mendapatkan hidup yang sehat, semoga bermanfaat.

Cara Mengendalikan Gaji Bulanan



Sebagai karyawan pasti Anda sangat menantikan akhir / awal bulan untuk menerima gaji yang kemudian menggunakan gaji bulanan untuk bersenang- senang. Beberapa diantaranya menghabiskan untuk produk kecantikan dan fashion up date. Jika Anda mempunyai kebiasaan seperti itu, sebaiknya dirubah, jangan terlalu boros. Anda bisa merendam keinginan menggunakan uang Anda untuk hal-hal yang sebenarnya kurang penting dengan cara menabung, karena dengan menabung Anda dapat mempersiapkan masa depan dan tentu saja memperbaiki financial Anda.


Menyisakan Uang Gaji Bulanan
Mulailah untuk berusaha menyisihkan uang dari gaji pada akhir bulan untuk di tabungan. Sebaiknya Anda bersikap tegas dan segara mengalihkan uang tersebut. Anda bisa menyisihkan 10 sampai 30 % uang setelah mendapatkan gaji. Simpan direkening yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang ada di tabungan tersebut.


Buat Prioritas
Membuat prioritas dalam pengeluaran. Dahulukan membayar tagihan-tagihan sebelum membelanjakan uang untuk kepuasan semata. Anda harus menyisihkan uang di awal untuk membayar tagihan-tagihan tersebut.
Jangan Membelanjakan Uang untuk Shopping
Saat menerima gaji bulanan, jangan membelanjakan uang Anda sekaligus. Rencanakan setiap bulan seberapa banyak Anda akan mengeluarkan uang untuk belanja dan taat pada rencana tersebut. Jangan berbelanja sesuai keinginan semata dan nafsu sesaat, minsalnya ingin membeli tas dan sepatu terbaru, padahal yang lama masih bisa digunakan. Sebaiknya Anda harus berfikir untuk mengalokalisikan dana sesuai kebutuhan dan keperluan yang penting untuk ditabung


Belanja Sesuai Kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.
Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk. Dengan melunasi tagihan tersebut, di bulan-bulan berikutnya Anda tidak akan terbebani lagi dengan utang.


Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Atau dengan membuka usaha. Anda mungkin bisa mendapatkan uang selain dari gaji kantor dengan mencoba berinvestasi. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.

Tips Negosiasi Gaji


Senang sekali rasanya jika pencarian kerja anda ternyata sudah berakhir. Anda sudah mendapat tawaran kerja dengan gaji pertama kerja yang lumayan dan beberapa tunjangan menguntungkan lainnya.


Tapi, tunggu dulu. Sebelum anda menyepakati tawaran kerja tersebut, lakukan penelitian untuk mengetahui seberapa kompetitif paket gaji pertama yang ditawarkan oleh pihak perusahaan. Anda bisa cari di internet, bertanya ke rekan-rekan yang mungkin memiliki profesi yang sama atau menghubungi pihak konsultan karir. Ingat selalu, jangan mengajukan negosiasi gaji pertama sebelum anda mengetahui informasi kisaran gaji orang-orang yang satu profesi dengan anda.


Sering sekali calon pekerja sudah merasa puas dengan datangnya tawaran pekerjaan plus mendapatkan gaji yang sesuai harapan sehingga merasa tidak perlu lagi negosiasi gaji. Namun penyesalan bisa muncul di kemudian hari setelah mengetahui gaji yang ditawarkan ternyata berada di bawah standar perusahaan. Jika seperti ini, anda sendiri yang akan “gelisah” di tempat kerja tentunya.


Jika pihak perusahaan menawarkan gaji sekian juta rupiah ke anda sebenarnya pihak perusahaan sudah memiliki antisipasi penawaran yang lebih tinggi dari penawaran pertama yang diajukan. Apalagi jika anda memiliki kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Secara umum anda bisa mendapatkan jumlah kenaikan di kisaran 10 persen dari penawaran gaji awal.


Selanjutnya, bagaimana cara negosiasi gaji yang sopan dan diplomatis. Jika suatu saat anda ditawarkan gaji misalnya sekian juta rupiah untuk posisi yang anda incar dan anda merasa gaji itu dibawah harapan, anda bisa menjawab “Saya sangat senang mendapatkan penawaran bekerja di perusahaan ini dan saya rasa saya memiliki pengalaman dan kualifikasi yang cukup baik. Oleh karena itu saya yakin kita bisa mendiskusikan kembali masalah gaji yang kiranya lebih berkenan”. Dari sini sudah mengindikasikan jika anda tertarik dan anstusias untuk berkarir di perusahaan tersebut sehingga peluang untuk negosiasi gaji ke arah selanjutnya bisa terbuka.
Nah, jika peluang itu muncul dan anda dipanggil untuk negosiasi gaji, anda bisa mengatakan “Berdasarkan pengetahuan saya tentang pekerjaan, kebutuhan perusahaan dan kualifikasi yang saya miliki, saya rasa wajar jika saya mendapatkan Rp.(…) lebih dari yang Bapak/Ibu tawarkan saat ini". Berikanlah nominal gaji yang anda harapkan berdasarkan penelitian anda serta tidak lupa mempertimbangkan tunjangan-tunjangan lainnya.
Semoga Bermanfaat.

Berapa Gaji yang “Harus” Saya Minta?



Berapa Gaji yang Harus Saya Minta? Bagian yang paling merepotkan dalam proses wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan mengenai gaji yang diminta. Banyak orang merasa “serba salah”, menyebut angka yang terlalu rendah takut dianggap kualitas juga rendah, menyebut angka terlalu tinggi, khawatir perusahaan tidak mampu membayar sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak jadi diterima.


Saran yang sering terdengar, sebutlah angka yang standar. Ini juga tak kalah ribetnya: yang standar itu seberapa? Belum lagi kesan yang muncul bahwa orang yang menjawab sesuai standar berarti tidak memahami keunggulan dirinya.


Bukan Tabu
Saat ini, negosiasi mengenai gaji tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun Anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. Lakukan survei terlebih dahulu, sampai sejauh yang bisa Anda lakukan.


Survei
Cek ke teman atau teman dari teman yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis. Apabila Anda tidak bisa memperoleh data yang diinginkan, carilah informasi mengenai gaji dari pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan korporasinya, tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis di perusahaan yang berbeda jenis atau skala.


Tiga Faktor
Perlu diingat, pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu mewakili nilai (gaji) yang sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor:

  • Harga pekerjaannya
  • Harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan tersebut
  • Harga pasar
Cari tahu juga, apakah gaji tersebut merupakan harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang jabatannya.



Tentukan BATNA Anda
Apa itu? Best Alternative to a Negotiated Agreement. Caranya:
Pertama, cek diri sendiri, apakah Anda pindah karena gaji, karir, ketenangan kerja, stabilitas atau hal lain. Kalau Anda pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari gaji sekarang dengan hasil survei Anda. Seandainya hasil survei Anda menemukan bahwa standar di luar sana jauh lebih besar, katakanlah 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa langsung mengajukan angka. Dan, hasil survei yang lebih bisa dipakai adalah harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya.


Persepsi Perusahaan
Kedua, ingat selalu: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan Anda antara lain ditentukan oleh seberapa tinggi gaji Anda sekarang. Jadi, mereka bisa saja melihat Anda sebagai seseorang yang sedang mencari “peruntungan” dengan meminta gaji lebih tinggi. Efektifnya adalah “win-win”: Anda bisa menentukan nilai tengah dari jangkauan 10%-50% (sekitar 30%-35%). Dan, inilah cara Anda menentukan BATNA: tentukan harga yang hendak Anda minta, tentukan bottom-line Anda apabila terjadi negosiasi, dan stick to it. Artinya, Anda bisa dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak sesuai dengan permitaan Anda.


Tips Lanjutan (1)
Jadi, “Berapa gaji yang Anda minta?” Rahasianya bukan pada angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda tersebut. Misalnya, “Saya akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp…, tapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat CV saya dan mempunyai gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standar perusahaan ini, jadi saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan kepada saya.”


Tips Lanjutan (2)
Apabila pertanyaan tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda! Katakanlah, misalnya, “Apabila Bapak/Ibu tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dulu tentang peran dan tanggung jawab pekerjaan saya sebelum menjawab pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran utuhnya.”


Kesimpulan
Jadi: lakukan survei, tentukan BATNA, bungkus permintaan Anda dengan citra yang baik, dan ungkapkan pada saat yang tepat!

Alasan Rekan Kerja Digaji Lebih Tinggi



Memang menyakitkan bila mengetahui bahwa rekan kerja Anda yang memiliki masa kerja yang kurang lebih sama, latar belakang pendidikan yang sama, dan tugas-tugas yang sama, ternyata memiliki gaji yang lebih tinggi daripada Anda. Apalagi bila hal ini baru Anda ketahui belakangan. Anda merasa ada banyak hal yang tertinggal, namun Anda bingung bagaimana harus mengejarnya.

Sebelum Anda kesal dan menuntut kenaikan gaji dari atasan, sebaiknya Anda cari tahu dulu mengapa rekan kerja Anda bisa mendapatkan gaji sebesar itu, Dibawah ini alasan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda;
 


Mereka lebih mampu bernegosiasi soal gaji
Bagaimana cara Anda bernegosiasi soal gaji ketika menerima tawaran pekerjaan? Ada yang langsung menerima angka gaji yang ditawarkan, ada yang membujuk untuk mendapat gaji sedikit lebih tinggi, ada pula yang mendesak agar gajinya ditambah jauh lebih banyak. Dan, banyak dari mereka yang berhasil mendapatkannya. Gaji rekan kerja Anda mungkin lebih tinggi daripada gaji Anda, karena ia memang meminta lebih. Bila Anda memang ingin bernegosiasi, lakukan sebelum Anda menerima pekerjaan tersebut, bukan setelah Anda menerimanya.
 


Pasar kerja lebih luas ketika rekan kerja Anda direkrut
Dalam situasi pasar kerja yang ketat, perusahaan bisa merekrut orang-orang berkualitas baik dengan gaji yang lebih rendah. Namun beberapa tahun sebelumnya, ketika lapangan kerja cukup tersedia, perusahaan harus menawarkan lebih banyak uang untuk menarik kandidat-kandidat terbaik. Jika Anda direkrut saat jumlah pesaing sangat banyak, perusahaan mungkin akan menganggap bahwa Anda sudah cukup beruntung bisa bekerja di sana. Sebaliknya, rekan kerja Anda muncul pada saat pilihan lapangan kerja begitu banyak sehingga perusahaan harus memberikan imbalan lebih besar untuk merekrutnya.
 


Rekan kerja Anda memiliki gelar atau ketrampilan tertentu yang menjadi nilai lebih
Meskipun Anda dan rekan kerja Anda melakukan tugas-tugas dan pekerjaan yang sama, perusahaan tetap akan memberikan gaji lebih besar untuk karyawan yang memiliki kemampuan, gelar, atau sertifikat yang menunjukkan penguasaan pengetahuan tertentu.
 


Kinerja Anda tidak sebaik yang Anda kira
Banyak orang yang menilai kinerja mereka terlalu baik, dan sering tidak menyadari bahwa itulah masalah mereka. Cobalah Anda memikirkan kembali apakah memang ada alasan mengapa perusahaan tidak menghargai hasil kerja Anda setinggi ketika menghargai hasil kerja rekan kerja Anda yang lain. Mungkin rekan kerja Anda lebih tangkas dalam menangani tugas-tugas yang berat, atau ia mampu membuat analisa yang lebih baik dari masalah yang dihadapi.
 


Pekerjaan yang ditangani rekan kerja Anda sangat berat
Bila tugas-tugas yang dilakukan rekan kerja Anda tergolong sangat sulit atau tidak menyenangkan, maka perusahaan tidak ragu untuk membayar lebih banyak agar orang mau melakukan tugas tersebut, tak peduli meskipun ketrampilan yang dibutuhkan sebenarnya sama saja dengan kemampuan Anda. Sering juga terjadi perusahaan akan meningkatkan gaji karyawan yang harus bekerja di bawah manajer yang berperangai "sulit" untuk mencegah karyawan tersebut mengundurkan diri.

Namun meskipun Anda menghadapi berbagai skenario seperti ini, Anda masih bisa meningkatkan gaji Anda. Fokuslah lebih dulu pada jumlah gaji yang layak Anda dapatkan. Kemudian lakukan riset untuk menemukan perbandingan gaji untuk jenis pekerjaan, jabatan, dan masa kerja yang Anda miliki dengan yang ditawarkan oleh perusahaan lain.

Jika hasil penelitian Anda menunjukkan bahwa gaji Anda sudah setara dengan yang ditawarkan oleh industri yang sama, namun rekan kerja Anda mendapatkan gaji yang lebih tinggi, Anda juga bisa meminta lebih. Namun, Anda juga harus siap bila permintaan Anda tidak dikabulkan. Hal ini tidak menandakan bahwa perusahaan tidak menghargai Anda. Hal ini kembali ke masalah bagaimana cara Anda bernegosiasi.

Pada saatnya, bila ketidakpuasan Anda tidak teratasi, mungkin sudah waktunya bagi Anda untuk mencari pekerjaan di tempat lain yang mampu memberikan gaji yang Anda inginkan. Pastikan bahwa Anda memutuskan menerima pekerjaan yang Anda sukai, bukan hanya karena mengejar gaji yang tinggi.