Tampilkan postingan dengan label Karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karyawan. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Penjadwalan Mudah

Cara Membuat Penjadwalan Mudah


Ada Cara Membuat Penjadwalan Mudah yuk disimak, sebelum kita membahasnya jika Anda butuh keset kaki silahkan di klik link nya.

Penjadwalan karyawan merupakan perhatian penting bagi setiap manajer bisnis. Manajer dapat merasakan tekanan pemasangan ketika ada kekurangan dari proses penjadwalan yang efektif. Demikian pula, sakit moral karyawan ketika mereka tidak memiliki jadwal yang berfungsi keterampilan dan kebutuhan mereka. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, sering orang yang bertanggung jawab dari penjadwalan staf berurusan dengan tumpukan jadwal, jadwal, kalender ketersediaan, dan permintaan karyawan bahwa mereka harus dikelola secara manual atau pada spreadsheet besar. Beberapa penjadwal mendedikasikan seluruh hari atau bahkan berminggu-minggu untuk mengembangkan, penerbitan, dan jadwal editing karyawan!

Ada puluhan masalah-jadwal terkait yang memerlukan perhatian manajer dan staf yang sama. Jadwal dikelola terus bergerak organisasi dan menyelesaikan banyak situasi yang kompleks. Mari kita lihat lima cara untuk membuat proses lebih mudah.

1. Tahu tim Anda
Langkah pertama untuk penjadwalan karyawan yang efektif adalah dengan membuat daftar staf yang saat ini bekerja untuk bisnis Anda atau departemen. Seiring dengan nama dan peran mereka, Anda juga harus menjaga informasi kontak berguna, serta keterampilan dan sertifikasi yang relevan. Informasi tambahan dapat termasuk apakah mereka paruh waktu atau penuh waktu, serta pembatasan lembur.

2. Buat suatu proses untuk ketersediaan staf
Memberikan kesempatan untuk berkomunikasi jam kerja mereka lebih suka karyawan. Memberikan staf pilihan untuk menyuarakan preferensi mereka menawarkan manajer cara untuk mempromosikan lingkungan kolaboratif. Selain itu, preferensi karyawan mengetahui dapat memungkinkan Anda untuk menempatkan staf dalam shift kerja yang tersedia yang nyaman bagi kedua belah pihak. Ketersediaan dapat disimpan dalam format kalender atau sebagai bentuk. Karyawan harus mampu memilih lebih dari satu shift disukai. Mereka juga harus menyadari bahwa mereka kadang-kadang harus bekerja shift lain untuk menutup semua jam kerja yang terbuka.

3. Membuat jadwal mudah diakses
Setelah Anda membuat jadwal, pastikan bahwa itu adalah mudah bagi anggota staf untuk melihat dan mengaksesnya. Sering kali, anggota staf bisa lupa untuk melihat jadwal jika tidak di tempat yang mudah terlihat. Selain itu, sangat mudah bagi anggota staf untuk kehilangan atau salah menaruhkan kertas salinan jadwal masing-masing. Jika staf tidak memiliki akses yang mudah untuk jadwal, mereka akan sering datang terlambat untuk bekerja (jika mereka muncul sama sekali).

4. Rencana untuk yang terburuk
Ketika Anda merancang jadwal kerja, menjaga faktor darurat dalam pikiran. Jadwal dirancang dengan baik termasuk rencana B, sehingga manajer tidak perlu panik jika setiap karyawan tidak muncul atau harus meninggalkan untuk keadaan darurat. Memiliki ketersediaan grafik terorganisir dengan baik akan membantu di sini juga. Manajer juga harus memiliki aturan yang jelas tentang perdagangan pergeseran dan absensi.

5. Jadwalkan orang yang tepat untuk pekerjaan itu
Gunakan daftar staf Anda untuk memastikan bahwa Anda menjadwalkan karyawan sesuai dengan bakat dan keterampilan mereka. Kadang-kadang, terutama di lingkungan kekurangan, manajer dipaksa untuk mengisi shift bahkan dengan staf yang tidak terbaik sesuai pekerjaan. Ini mungkin mendapatkan pekerjaan yang dilakukan; Namun, bisnis Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar dari proses yang disempurnakan versus saja menyelesaikan. Terus penjadwalan anggota staf di posisi yang tidak sesuai preferensi atau kemampuan mereka juga dapat memiliki efek negatif pada moral karyawan.

Untuk membuat penjadwalan karyawan mudah, Anda mungkin ingin mempertimbangkan mengganti proses manajemen pengguna dengan solusi perangkat lunak. Software penjadwalan yang efektif akan menawarkan manajemen konflik untuk menghasilkan jadwal bebas dari kesalahan dan memberikan fleksibilitas untuk menangani kebutuhan khusus Anda. Namun Anda lakukan penjadwalan Anda, yang mencakup semua perubahan Anda dengan orang yang tepat sementara membuat proses lebih efisien dan kurang stres harus menjadi tujuan utama Anda.

Demikian Cara Membuat Penjadwalan Mudah selanjutnya kita bahas mengenai Komputer Kunci Up atau membeku silahkan di klik linknya.

Cara Mengendalikan Gaji Bulanan



Sebagai karyawan pasti Anda sangat menantikan akhir / awal bulan untuk menerima gaji yang kemudian menggunakan gaji bulanan untuk bersenang- senang. Beberapa diantaranya menghabiskan untuk produk kecantikan dan fashion up date. Jika Anda mempunyai kebiasaan seperti itu, sebaiknya dirubah, jangan terlalu boros. Anda bisa merendam keinginan menggunakan uang Anda untuk hal-hal yang sebenarnya kurang penting dengan cara menabung, karena dengan menabung Anda dapat mempersiapkan masa depan dan tentu saja memperbaiki financial Anda.


Menyisakan Uang Gaji Bulanan
Mulailah untuk berusaha menyisihkan uang dari gaji pada akhir bulan untuk di tabungan. Sebaiknya Anda bersikap tegas dan segara mengalihkan uang tersebut. Anda bisa menyisihkan 10 sampai 30 % uang setelah mendapatkan gaji. Simpan direkening yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang ada di tabungan tersebut.


Buat Prioritas
Membuat prioritas dalam pengeluaran. Dahulukan membayar tagihan-tagihan sebelum membelanjakan uang untuk kepuasan semata. Anda harus menyisihkan uang di awal untuk membayar tagihan-tagihan tersebut.
Jangan Membelanjakan Uang untuk Shopping
Saat menerima gaji bulanan, jangan membelanjakan uang Anda sekaligus. Rencanakan setiap bulan seberapa banyak Anda akan mengeluarkan uang untuk belanja dan taat pada rencana tersebut. Jangan berbelanja sesuai keinginan semata dan nafsu sesaat, minsalnya ingin membeli tas dan sepatu terbaru, padahal yang lama masih bisa digunakan. Sebaiknya Anda harus berfikir untuk mengalokalisikan dana sesuai kebutuhan dan keperluan yang penting untuk ditabung


Belanja Sesuai Kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.
Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika Anda tidak bisa mengontrol penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar Anda tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk. Dengan melunasi tagihan tersebut, di bulan-bulan berikutnya Anda tidak akan terbebani lagi dengan utang.


Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Atau dengan membuka usaha. Anda mungkin bisa mendapatkan uang selain dari gaji kantor dengan mencoba berinvestasi. Dengan cara ini sama saja seperti Anda menabung disiplin.

Membangun Kebahagiaan Kerja


Cara Membangun Kebahagiaan di Tempat Kerja



Banyak dari kita memiliki pekerjaan untuk mencari nafkah. Bila Anda bekerja setelah lulus kuliah di usia 20-an tahun, kemudian pensiun di usia 60 tahun, dan Anda memiliki umur 70 – 80 tahun, berarti Anda bekerja selama 40-an tahun, itu hampir 50% dari hidup Anda. Jelas bahwa kualitas pengalaman kerja Anda dapat mempengaruhi keseluruhan kesejahteraan hidup Anda.


Anda mungkin pernah mendengar dari anggota keluarga, teman, atau bahkan orang lain yang merasa tertekan dalam pekerjaan dan memutuskan mencari pekerjaan lain. Kenyataanya, pekerjaan baru tidak dapat menjamin Anda untuk menjalani kehidupan kerja yang lebih bahagia. Apakah ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan kita di tempat kerja?


Lyubomirsky, Sheldon, dan Schkade dalam jurnal Review of General Psychology. Faktor genetik menyumbang 50% dalam kebahagiaan Anda. 10% disumbangkan oleh keadaan di sekitar Anda. Sedangkan 40% sisanya ditentukan oleh diri Anda sendiri. Bila diibaratkan, mencari kebahagiaan di tempat kerja adalah sama dengan lukisan minyak:


    Memiliki bakat bawaan dalam seni adalah faktor genetik yang menyumbang 50% kebahagiaan Anda.
    Anda mungkin secara kebetulan, mendapatkan cat minyak, kanvas, dan satu cat kuas yang berbeda kualitasnya dengan apa yang dimiliki orang lain. Bila anda memiliki kualitas yang baik, itu hanya menyumbang 10% dari kebahagiaan dalam hidup Anda.
    Terlepas dari dua kondisi sebelumnya, Anda masih bisa menghasilkan berbagai macam bentuk lukisan. Anda bisa meyakinkan diri belajar pada orang yang ahli untuk menghasilkan lukisan yang indah. Ini merupakan tindakan yang ditentukan oleh diri Anda sendiri untuk memberikan sumbangan 40% kebahagiaan dalam hidup Anda.


Tips untuk Mewarnai Kehidupan Kerja Anda Menjadi Bahagia


Anda mungkin berpendapat bahwa Anda bukanlah seorang atasan, jadi bagaimana Anda bisa menambahkan elemen-rangsangan kebahagiaan di tempat kerja? berikut adalah beberapa tips yang mungkin berguna:


Sampaikan terima kasih kepada rekan kerja Anda: Sebuah ucapan terima kasih akan menunjukkan penghargaan anda pada rekan kerja. Bila Anda bertanggungjawab atas hubungan staf Anda, maka membuat sebuah program terima kasih akan meningkatkan kesejahteraan dan memunculkan emosi positif diantara mereka.


Kita mungkin mengucapkan terimakasih dalam sebuah catatan kecil dan diberikan pada mereka. Misalnya, “Saya ucapkan terima kasih pada Anda yang telah memberikan saya informasi yang berguna untuk menyelesaikan proyek tersebut”, “Terima kasih telah membantu saya untuk menyelesaikan proyek selama saya sakit” dan “Terima kasih untuk mendengarkan kata-kata saya dan segala bentuk canda untuk menghibur saya”.


Bila perusahaan Anda tidak memiliki program terimakasih, Anda bisa mengirimkannya melalui email atau mengirim catatan terima kasih pada mereka secara langsung. Anda akan dapat menumbuhkan sikap syukur dan meningkatkan kebahagiaan Anda di tempat kerja bersama rekan kerja Anda.


Menemukan keunggulan dalam diri Anda: Dalam buku Character strengths and virtues: A handbook and classification oleh Peterson dan Seligman, ada klasifikasi kekuatan dan kebajikan yang memungkinkan manusia untuk berkembang melalui kajian Psikologi Positif. Terdapat 6 kategori kebajikan manusia: kebijaksanaan, keberanian, kemanusiaan, keadilan, kesederhanaan, dan transendensi. Anda perlu untuk menentukan pada area mana karakter diri Anda berada.


Bila kekuatan karakter Anda adalah Kebaikan, Anda mungkin bisa bergabung dengan organisasi sosial. Jika Anda tidak menemukan ada organisasi sosial, Anda dapat meminta rekan-rekan Anda untuk melakukan pelayanan sosial bersama-sama. Tindakan ini bisa memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan kekuatan karakter Anda di tempat kerja Anda dan mungkin meningkatkan tingkat kebahagiaan Anda di tempat kerja.


Mengembangkan hubungan sosial di tempat kerja: Diener dan Seligman dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa hubungan sosial yang baik membentuk sebuah kondisi yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan. Anda menghabiskan waktu sekitar 8 jam per hari dengan rekan-rekan kerja. Ini dapat dijadikan momentum untuk menjalin hubungan sosial dengan mereka dan meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja. Anda bisa melakukan sapaan selamat pagi atau bahkan menyapa rekan kerja Anda saat bertemu di lorong. Interaksi singkat sebenarnya memicu sentuhan kebahagiaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya. 

Hidup Sehat Supaya Kerja sehat


Kesibukan, aktivitas dan bekerja keras merupakan bagian dari gaya hidup manusia untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di masa yang akan datang. Namun tidak sedikit orang hanya terlena dengan kesibukan dan aktivitas semata, karena terlalu rajin bekerja mereka tidak pernah memperhatikan kondisi kesehatan, tidak pernah memperhatikan apa yang akan terjadi pada dirinya. Akhirnya timbul berbagai permasalahan yang mengakibatkan kerugian besar, baik kerugian materi maupun kerugian waktu yang timbul sebagai akibat kondisi badan yang melemah (dan mungkin kurang terawat).


Menjaga kesehatan dengan cara berolahraga merupakan kunci untuk mengantisipasi hal tersebut. Untuk meningkatkan kinerja, memang diperlukan ketekunan dan rajin bekerja serta semangat kerja, namun semua itu tidak berarti harus mengabaikan kesehatan.


Kesehatan tetap dijaga dengan konsisten. Namun bagaimana dengan sekelompok orang yang tidak punya waktu luang banyak untuk berolahraga?,  misal orang kantoran dan para pebisnis yang kerap dikejar waktu, berangkat pagi pulang malam. Untuk mensiasati agar kondisi tubuh tetap sehat dan waktu istirahat anda yang sedikit bisa bermanfaat untuk melancarkan sel darah dan organ tubuh tidak kaku akan lebih baik kalau anda melakukan kegiatan-kegiatan yang menyehatkan sebagai berikut.


Pertama, lakukan konsentrasi seperti mengambil napas yang panjang sebelum anda meninggalkan kursi tempat anda bekerja untuk makan siang.


Kedua, lakukan senam ringan seperti melenturkan tubuh anda atau mengerak-gerakan tubuh yang kaku.


Ketiga, pola makan yang teratur dan bergizi serta hindari makanan berlemak yang berlebihan.


Keempat, adalah luangkan waktu untuk berolahraga tubuh di saat libur panjang anda seperti senam pagi atau kesegaran jasmani lainnya.

Tips Mengelolah Karyawan



Mengelola karyawan yang dilakukan seorang manajer ternyata gampang-gampang sulit. Mengapa? Sepertinya mudah karena mereka terikat pada hirarki struktural perusahaan. Namun tidak demikian karena karyawan sebagai manusia memiliki keunikan. Mereka memiliki perasaan, intuisi, keinginan, dan kepribadian aktif serta permasalahan yang beragam satu sama lainnya. Karena itu pendekatan pada mereka misalnya dalam hal membangun motivasi kerja pada satu orang dengan yang lainnya bisa jadi berbeda-beda. Sementara bisa juga pendekatannya sama yakni yang menyangkut kebutuhan universal, misalnya dalam hal menyediakan kebutuhan dasar tentang kesejahteraan, pendidikan dan latihan.
Sebelum melakukan program membangun motivasi, kedisiplinan, dan komitmen,misalnya, maka manajer hendaknya sudah mengetahui dan memahami karakteristik para karyawannya. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat posisi karyawan di perusahaan. Mereka tidak sekedar sebagai unsur produksi namun juga sebagai unsur investasi perusahaan yang efektif. Karena itu mutu SDM mereka perlu dikembangkan dan dipelihara tidak saja dalam konteks kinerja namun juga kepuasan kerja. Dengan demikian mereka diharapkan akan betah berada di perusahaan dalam waktu relatif lama. Strategi untuk mencapai itu adalah bagaimana meningkatkan keterikatan mereka pada organisasi.


Yang dimaksud dengan keterikatan (engagement) adalah kepatuhan seseorang (karyawan manajemen dan nonmanajemen) pada organisasi yang menyangkut visi, misi dan tujuan perusahaan dalam proses pekerjaannya. Bukan dalam arti pemahaman saja namun juga dalam segi pelaksanaan pekerjaannya.
Karyawan yang memiliki keterkaitan dengan organisasi dicirikan oleh beberapa hal yakni;
(1) sangat memahami visi, misi, dan tujuan program serta peraturan organisasi;
(2) menyenangi pekerjaan mereka;
(3) motivasi kerja yang tinggi;
(4) selalu meningkatkan mutu kinerja;
(5) merupakan sumber gagasan baru;
(6) manajer dan karyawan saling menghormati;
(7) mampu membangun tim kerja yang andal; dan
(8) merasa sebagai bagian keluarga besar perusahaan.


Keterikatan pada perusahaan menjadi ciri utama keberhasilan perusahaan dalam menangani masalah sumberdaya manusia karyawan. Semakin tinggi keterikatan karyawan dengan organisasi semakin baik kinerjanya dan pada gilirannya semakin baik kinerja perusahaannya. Karyawan bekerja tidak melulu untuk meraih kompensasi finansial saja namun juga nonfinansial seperti penghargaan personal dan karir. Karena itu tidak mungkin membangun keterikatan mereka hanya dengan pendekatan yang sangat bersifat struktural. Mereka sebagai individu pertama kali harus “diikat” dengan pendekatan sistem nilai. Sistem budaya organisasi sekaligus budaya kerja korporat (efisien, mutu, transparan dan akuntabilitas) harus ditanamkan sejak mereka masuk ke sistem sosial yang baru yakni perusahaan. Secara bertahap mereka dibina sehingga sistem nilai di perusahaan sudah menjadi kebutuhannya.


Penerapan sistem nilai seharusnya inheren dengan kebutuhan universal karyawan. Jangan sampai terjadi benturan nilai. Dengan kata lain perusahaan jangan terlalu berorientasi pada keuntungan semata namun mengabaikan kebutuhan karyawan akan kesejahteraannya. Dan jangan lupa dengan keterikatan yang begitu tinggi, karyawan bukannya tidak memiliki daya kritis. Disinilah pihak manajer harus selalu menampung pandangan-pandangan baru dari karyawan. Tak perlu ada resistensi atas kritikan-kritikan progresif dari karyawan. Tidak tertutup kemungkinan karena begitu eratnya keterikatan, para karyawan akan “berlomba-lomba” untuk bekerja dan menghasilkan kinerja terbaiknya. 

Tipe Karyawan dan Hubungan Kerja Efektif


TIPE KARYAWAN vs HUBUNGAN KERJA EFEKTIF

Dalam   setiap melakukan pekerjaannya, idealnya setiap orang ingin memahami faktor-faktor di sekelilingnya. Terutama pemahaman tentang kepribadian sesama karyawan atau bos (manajer)nya. Dengan demikian hubungan kerja di antara karyawan dan dengan manajer akan berjalan efektif. Saling menyalahkan akan semakin diperkecil.Sementara yang terjadi adalah terbangunnya saling percaya dan saling memahami pribadi masing-masing.


Bagi mereka yang mampu membangun hubungan kerja yang efektif selalu berwajah dan bersikap cerah dan enerjetik. Orang seperti ini berpandangan positif terhadap lingkungannya. Mereka banyak memiliki teman dan bahkan sahabat. Sebaliknya yang berpandangan negatif. Mereka cenderung dapat menyebabkan suasana kerja penuh depresi dan melelahkan. Orang yang berspirit rendah seperti ini bisa mempengaruhi teman-temannya. Orang lain bakal  menghindari bahkan menjauhinya.Untuk saling memahami sesama kolega kerja dan manajer maka diperlukan pemahaman tentang beragam tipe orang

  • Golongan pertama disebut sebagai ”dominant directors”
Orangnya bersifat ekstrovert dan berfokus pada tugas. Kalau bekerja didasari keramahan, langsung atau tidak berbelit, berorientasi pada hasil dan persaingan, dan sering dimotivasi oleh kekuasaan.Selain itu biasanya orang-orang bersifat itu siap berkonfrontasi dengan orang lain, membuat keputusan dengan mudahnya,dan ambisius. Mereka menikmati pengalihan tanggung jawab dan menolak kekuasaan dari orang lain. Saking sifatnya yang selalu bergerak cepat, mereka  kadang-kadang tampak berlaku kasar, lancang, dan tidak sabar. Selalu melangkah cepat, ingin selalu sesuatu dikerjakan dengan benar dan segera, dan tidak menyukai hasil yang buruk.

Untuk bisa bekerja efektif dengan tipe ”pengarah dominan” maka perlu berkomunikasi dengan jelas, akurat, dan langsung ke persoalan dengan cepat. Jangan bertele-tele. Hindari berbicara hal-hal yang teoritis atau abstrak, konseptual,dan berbagai masalah yang menyangkut orang lain. Perlakukanlah dia dengan semangat kerja tinggi dan biarkanlah dia berpikir sebagai orang yang bertanggung jawab akan pekerjaannya.

  • Golongan kedua yang juga ekstrovert dan berfokus pada persoalan-persoalan orang adalah ”interacting socialisers”
Golongan ini senang kepada setiap orang dan bekerja di tengah-tengah mereka. Beberapa sifat yang menonjol antara lain adalah antusias, optimistis, mudah bersosialisasi, senang bicara, persuasif dan impulsif. Mereka juga bagus dalam mempengaruhi orang lain, sifat senang dan sayang pada orang lain, enerjetik, kreatif, dan terbuka dengan perasaan orang lain. Selain tiu mereka juga mengembangkan perubahan, kecenderungan-kecenderungan dan gagasan baru, dan pengakuan terhadap prestasi. Namun yang perlu diketahui bahwa mereka sering bekerja tidak teratur dan kurang memperhatikan hal-hal yang rinci, sia-sia, mudah digugah, manipulatif, dan tidak disiplin.

Mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan golongan tersebut tentunya dengan membangun hubungan individual yang efektif. Caranya antara lain menghindari untuk  bicara tentang pekerjaan secara rinci. Sebaliknya berfokuslah pada gambaran dan visi yang besar. Biarkan mereka bicara, berpartisipasi, memotivasi,dan menciptakan suasana menyenangkan. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat.

  • Golongan Ketiga adalah yang disebut ”steady relaters”
Mereka umumnya introvert, fokus pada orang dan hubungan kerja dalam menyelesaikan tugas dengan komplit. Mereka tidak menyukai konflik dan lebih menyenangi rutinitas yang sudah ada dan stabil ketimbang sesuatu yang belum dicoba dan diuji. Cenderung bersikap diam dan sering berlaku tidak tegas. Namun mereka loyal, stabil, taatasas, seolah sebagai pemain tim yang gampangan, penolong dan suka membuat orang senang. Sebagai pemikir dan pendengar yang baik,mereka senang membuat orang yang sedang marah menjadi tenang kembali. Mereka juga sebagai perekat dalam membangun tim kerja yang solid. Namun disi lain kadang-kadang tingkah mereka terlihat kurang meyakinkan, bimbang, janggal, posesiv, dan umbar janji yang terkadang goyah.

Untuk menemukan pemikiran atau opini seorang “steady relater”, kita harus banyak bertanya dengan pertanyaan terbuka dan mendengarkannya secara hati-hati. Jangan memandang rendah mereka apakah dalam hal loyalitas dan kontribusi mereka.

  • Golongan keempat disebut “conscientious thinkers”; introvert yang fokus pada tugas dan memiliki keinginan kuat dalam mencapai prestasi
Mereka menikmati kegiatan studi dan alisis. Mereka bekerja dengan rajin, obyektif, dan dengan cara-cara yang sistematik dan teratur. Juga bekerja serius, akurat, dan perfeksionis yang menghasilkan mutu output tinggi. Di samping itu mereka juga dapat bersifat kaku, cerewet, perhitungan,   dan lambat dalam pengambilan keputusan. Jadi kalau ingin membangun hubungan kerja dengan mereka secara efektif perlu menghindari berbicara bertele-tele. Kalau akan mengkritisi kita harus melakukannya dengan taktis dan dukungan argumentasi yang jelas dan terinci. Mengajak lebih taktis ketimbang instruksi. Orang bertipe ini sulit menerima desakan dan usulan yang terburu-buru.             

Profesi Sebagai Penyiar Radio


Menjadi Penyiar Radio Itu Gampang-Gampang Susah


“Anda suka banyak bicara, lebih baik jadi penyiar saja”. Pernyataan inilah yang sering terdengar dari orang-orang ketika melihat seseorang yang suka berbicara. Apakah benar untuk menjadi seorang penyiar hanya membutuhkan sekedar “banyak bicara”?.


Memang tidak salah kalau kita menyebut keahlian berbicara sebagai modal, tetapi diluar itu ada banyak hal teknis yang harus diperhatikan, karena penyiar memegang peranan penting dalam mewujudkan 'theater of mind' yang menjadi ciri khas radio.


Beberapa hal teknis yang harus diperhatikan jika ingin menjalani karir sebagai penyiar radio antara lain :

  1. Artikulasi yang jelas
  2. Pernapasan yang baik
  3. Mengerti musik, hal ini berhubungan dengan bagaimana Anda menyesuaikan dengan tempo lagu
  4. Mood, penyiar tidak boleh terdengar murung atau tidak bersemangat
  5. Pengetahuan yang luas
  6. Tidak boleh cacat huruf (Cadel)

Bagaimana melatih hal itu?
Ada beberapa cara untuk melatih kemampuan menjadi seorang penyiar :

  • Olahraga Teratur

Olahraga secara teratur akan berdampak pada stabilnya pernafasan Anda. Pernafasan yang baik tentunya akan membuat kekuatan suara Anda menjadi stabil saat siaran.

  • Lion Face

Lion face adalah istilah untuk senam wajah sebelum siaran. Kerutkan wajah Anda sedalam-dalamnya, dan buka lebar-lebar. Ini akan membuat Anda menjadi lebih relax dan santai saat siaran.

  • Senam Rahang

Setiap pagi, latihlah mulut Anda dengan mengucapkan A-I-U-E-O. Hal ini supaya rahang Anda terbuka dengan baik dan terhindar dari 'poping' (suara “pep” yang menyembur saat berbicara di microphone.

  • Berbicara di Atas Lagu

Suka mendengarkan musik? Mulai sekarang belajarlah memperhatikan durasi intro sebuah lagu dan mulailah berbicara di atas intro lagu. Tapi ingat, gunakan kalimat yang efektif dan jangan sampai saat sang penyanyi mulai menyanyikan lirik lagu kamu masih berbicara, hal itu sangat haram hukumnya bagi penyiar. Berbicara di atas lagu juga bisa membantu menyesuaikan tempo berbicara Anda dengan tempo lagu.


Jenjang Karir?
Siapa bilang penyiar radio tidak memiliki prospek karir . Seorang penyiar radio yang baik bisa memiliki jenjang karir yang bagus juga loh. Selepas menjadi penyiar radio, mungkin saja Anda bisa menjadi produser radio, presenter tv, dubber dengan tarif jutaan rupiah per satu kali produksi, atau mungkin seorang penyanyi. Jadi, apakah Anda tertarik? Semoga Bermanfaat.

Membangun Suasana Hangat di Kantor



Sebagian orang berfikir bahwa kantor merupakan tempat yang paling membuat kita stres dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk. Padahal stres karena pekerjaan itu bisa menghambat performance dan karir kita di kantor. Jangan heran kalo banyak karyawan yang banyak mengundurkan diri karena ingin mencari suasana yang nyaman dan bebas dari stres.

Sebenarnya apapun yang Anda kerjakan akan berhasil maksimal jika Anda menjalankannya dengan senang hati tanpa adanya keluhan, begitu pun dengan pekerjaan di kantor, bisa terasa lebih ringan ketika mood sedang baik. 

Berikut tips membangun suasana hangat di kantor:

Jauhkan Diri dari Pikiran Negatif
Syukurilah apa yang diberikan Tuhan kepada Anda dan selalu berfikiran positif bahwa mencari pekerjan di zaman sekarang tidakah mudah. Anda adalah salah satu orang yang beruntung karena telah mendapatkan pekerjaan. Coba Anda lihat, di luar sana masih banyak pengangguran / Pencari Kerja yang sedang berjuang untuk mendapatkan kerja. Ketika Anda mampu berfikir positif maka semuanya akan terlihat lebih tenang dan menyenangkan.

Menantang Diri
Tantang diri Anda sendiri untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Jangan merasa takut dan gelisah karena pekerjaan yang rumit. Buatlah pekerjaan Anda sesuatu hal yang dapat memotivasi Anda untuk lebih produktif.

Networking
Bertemu dengan orang – orang baru akan membuat sesuatu yang berbeda dari rutinitas, penyegaran dan menambah kolega atau rekan – rekan kerja sehingga akan memperluas networking Anda, yang ujung - ujungnya akan berguna untuk karir Anda kedepannya.

Menghabiskan Waktu Akhir Pekan dengan Rekan Kerja
Rekan kerja bukan hanya menjadi partner dalam bekerja tapi bisa juga menjadi teman bergaul yang menyenangkan, misalnya menghabiskan waktu makan- makan bersama atau membawakan makanan untuk mereka di kantor, pastinya suasana akan lebih menyenangkan dan adanya kehangatan antar rekan kerja.

Semoga bermanfaat, baca terus artikel-artikel mengenai Dunia Kerja di situs ini. Terima Kasih.

Tips Menghindari Kemacetan Saat ke Kantor


Hindari Kemacetan Saat ke Kantor
Ibu kota Jakarta atau kota-kota besar lainnya sudah melekat dengan predikatnya sebagai kota kemacetan, khususnya pada pukul 06.00 - 09.00 dan 17.00 – 21.00 WIB, dimana sebagian banyak penduduk kota Jakarta mulai menjalani aktifitas. Padatnya berbagai macam kendaraan di jalan raya pada waktu ini terkadang membuat penduduk kota Jakarta stres, ironisnya hal ini merupakan masalah yang seakan - akan tidak ada habisnya atau mungkin juga masalah kemacetan ini sudah tidak bisa lagi diperbaiki dan mendapatkan solusi yang terbaik dalam penyelesainnya. Berbagai program yang diberikan pemerintah pun tidak berjalan dengan mulus dan baik.


Penyebab utama kemacetan di Ibu kota sebenarnya dikarenakan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Terlalu padatnya penduduk kota Jakarta.
  2. Tingginya pengguna kendaran bermobil dan bermotor.
  3. Kurangnya fasilitas keandaraan alternatif yang lebih baik.
  4. Banyak kendaraan umum seperti bis dan angkutan umum yang berhenti atau berparkir disembarang tempat.

Jadi jika Anda salah satu korban kemacetan kota Jakarta dan tidak ingin selalu telat datang ke kantor berikut tips menghindari kemacetan:

  1. Bangun pagi dan berangkat lebih awal. Misal saat pagi kemacetan Jakarta dimulai dari jam 07.00 maka Anda berangkat jam 05.00, sehingga Anda tidak akan terjebak dalam kemacetan. Kalau pun mengalami kemacetan, Anda masih mempunyai banyak waktu untuk sampai ketempat tujuan.
  2. Hindari memakai mobil pribadi saat berpergian ke kantor, sebaiknya gunakan alternatif yang lain, seperti Bus Way mungkin sedikit bisa membantu dalam mempersingkat waktu.
  3. Anda harus menghafal ruas- ruas jalan ibu kota agar Anda bisa mengunakan jalur alternatif yang lain selain mengunakan jalan utama, sehingga Anda dapat mencapai tempat tujuan dengan tepat waktu.
  4. Sekarang teknologi sudah semakin canggih. Banyak perusahaan mobile yang melengkapi HP dengan fasilitas GPRS. Anda dapat menggunakan fasilitas GPRS untuk mengetahui letak kemacetan Jakarta dan Anda bisa menghindarinya.
Dengan membaca artikel diatas saya berharap bisa meminimalkan keterlambatan datang ke tempat pekerjaan, semoga bermanfaat, baca terus artikel-artikel mengenai Dunia Kerja di situs ini. Terima Kasih.

Sukses Menjadi Karyawan Baru di Kantor



Memasuki Dunia kerja kantoran untuk pertama kalinya bisa saja terasa bagaikan battlefield, salah-salah melangkah maka akan merugikan di kemudian hari, berikut ini 5 rahasia sukses menjadi anak baru di kantor.


1. Cara Berpakaian
Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut.
Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian.


2. Kepribadian Yang Positif
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama.
Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri.
Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor.


3. Mengingat Nama & Posisi
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat.
Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya.
Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda.


4. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya.
Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.


5. Semangat Bekerja
Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang.


Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas! Semoga bermanfaat.

Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan



Keberadaan karyawan tentunya menjadi salah satu poin penting ketika Anda menjalankan sebuah usaha. Berbagai pekerjaan operasional maupun manajerial akan terasa lebih ringan, dengan adanya dukungan dari para karyawan.


Sebagai pelaku bisnis yang didukung oleh para karyawan, sudah sepantasnya bila Anda terus membangun hubungan baik antara karyawan dan perusahaan yang Anda pimpin. Karena bagaimanapun juga, keberadaan mereka memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kesuksesan bisnis yang Anda bangun.


Pentingnya peran karyawan terhadap perkembangan usaha, mendorong sebagian besar pemimpin perusahaan untuk selalu memotivasi para karyawan agar bisa bekerja secara optimal. Sebab, semakin bagus performa yang diberikan para karyawan, maka semakin besar pula peluang bagi sebuah bisnis untuk mencapai kesuksesannya.


Lalu, langkah apa saja yang bisa digunakan para pemimpin untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan?

  • Tingkatkan motivasi kerja karyawan melalui training

Terkadang menekuni sebuah pekerjaan yang sama setiap harinya, membuat sebagian besar karyawan merasa jenuh dan bosan. Dampaknya, motivasi karyawan akan turun sehingga mereka tidak bekerja secara optimal. Karena itu untuk mengembalikan motivasi karyawan, Anda perlu mengadakan training khusus bagi para karyawan. Misalnya saja mengadakan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan kerja mereka, atau sekedar training untuk membangun kembali motivasi karyawan yang mulai turun.

  • Berikan reward bagi karyawan yang berprestasi

Tidak ada salahnya jika Anda memberikan reward khusus bagi karyawan yang berprestasi. Bisa berupa bonus atau insentif, maupun berupa hadiah kecil yang bisa mewakili ucapan terima kasih perusahaan atas prestasi para karyawan. Cara ini terbukti cukup efektif, sehingga karyawan lebih bersemangat untuk memberikan prestasi-prestasi berikutnya bagi perusahaan.

  • Lakukan pendekatan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan

Sebagai pemimpin perusahaan, Anda juga perlu melakukan pendekatan pada para karyawan Anda. Bila perlu kenali kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing dari mereka, sebab hal ini akan memudahkan Anda untuk mengevaluasi perkembangan setiap karyawan. Mana karyawan yang memiliki prestasi kerja cukup bagus, dan mana karyawan yang membutuhkan dukungan Anda untuk mencapai keberhasilan seperti rekan-rekan lainnya. Tentu dengan pendekatan tersebut, Anda dapat membantu karyawan yang kesulitan mengerjakan tugasnya untuk bisa berhasil meraih prestasi seperti karyawan lainnya.

  • Adakan kegiatan khusus untuk membangun kekeluargaan antara karyawan dan perusahaan.

Membangun kekeluargaan antara pihak karyawan dan pemilik usaha, menjadi langkah jitu untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dengan kekeluargaan yang kuat, mereka akan ikut merasakan kepemilikan perusahaan tersebut. Sehingga loyalitasnya untuk bersama-sama membesarkan perusahaan semakin meningkat. Adakan acara pertemuan rutin setiap bulannya, yang bisa mengakrabkan semua karyawan di perusahaan Anda. Lingkungan kerja yang hangat dan akrab, akan membuat karyawan merasa nyaman dalam menjalankan pekerjaannya.
Semoga setelah membaca tips bisnis tentang cara meningkatkan motivasi kerja karyawan, Anda bisa mendapatkan inspirasi baru untuk membantu para karyawan bekerja secara optimal. Semoga bermanfaat dan salam sukses.

Tips Bagaimana Memilih Karyawan yang Berprestasi



Kalau anda ingin merekrut karyawan, anda harus lihat apakah karyawan tersebut nantinya bisa menjadi aset ataukah liabilitas bagi perusahaan anda.


Jangan sampai niatan anda yang tadinya anda ingin menambah kinerja perusahaan, akhirnya malah membuat  pengeluaran anda membengkak nggak jelas.


Entah karena nggak pas posisinya, atau karena kurang efisien dalam penempatan dalam manajemen organisasi bisnis, atau karena salah dalam memilih karyawan.


Salah satu contoh pengalaman karena salah memilih karyawan; posisi karyawan sebagai tim penjualan, Dari 7 sales hanya 1 sales yang beres. Sisanya nggak bener. Ada yang tukang bohong lah, ada yang takut menjual lah, ada yang pemalas lah, pokoknya macam-macam dah.


Maka dari itu, anda harus mengetahui jenis orang apa yang anda perlukan untuk menjadi karyawan atau staf bagi perusahaan anda. Tips bagaimana syarat pribadi seseorang yang layak untuk anda pekerjakan.

  • Sikap Positif
Kemampuan melihat orang lain dan situasi dengan cara positif.

  • Tingkat Energi Tinggi

Kekuatan dan stamina untuk bekerja keras dan tidak kelelahan.

  • Kehangatan Pribadi
Sikap yang menarik orang lain kepada mereka.

  • Intregitas
Watak yang bisa dipercaya, baik dan kokoh, cara bicara dan berjalan yang konsisten.

  • Bertanggung Jawab
Selalu “tuntas’, tanpa dalih; pekerjaan didelegasikan, pekerjaan selesai.

  • Citra Diri Bagus

Merasakan kebaikan dalam dirinya, orang lain, dan kehidupan.

  • Daya Kuda Mental

Kemampuan untuk terus belajar sementara pekerjaan berkembang.

  • Kemampuan Kepemimpinan

Punya pengaruh besar atas orang lain.
  • Kemampuan Menjadi Pengikut
Kesediaan untuk patuh, main bola bersama tim, dan mengikuti permainan.

  • Bebas dari Masalah Pribadi
Kehidupan pribadi, keluarga dan bisnis teratur.


  • Keahlian tentang Manusia
Kemampuan menarik orang lain dan rasa mengembangkan mereka.

  • Rasa Humor

Menikmati kehidupan, tidak menganggap dirinya terlalu serius.

  • Ulet
Bisa “melambung kembali” kalau masalah timbul.

  • Catatan Prestasi
Punya pengalaman dan sukses, diharapkan dalam dua situasi atau lebih.


  • Keinginan Besar
Dahaga akan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.


  • Disiplin Pribadi
Bersedia “membayar harga” dan menangani sukses.


  • Kreatif
Kemampuan untuk melihat pemecahan dan mengatasi masalah.


  • Kelenturan
Tidak takut kepada perubahan; luwes; menyesuaikan diri sementara organisasi berkembang.


  • Melihat “Gambaran Besar”

Mampu memandang melampaui kepentingan pribadi dan melihat gambaran total.

  • Punya Intuisi

Mampu memahami dan merasakan situasi tanpa data yang nyata.


Sebagian besar dari kualitas dalam daftar di atas bisa anda evaluasi dengan beberapa wawancara dan tes.
Memang persyaratan di atas sangat susah untuk anda temukan dalam diri seorang karyawan. Tapi paling tidak anda punya gambaran bagaimana syarat seorang staf atau karyawan yang baik bagi usaha anda.