Tampilkan postingan dengan label Rekan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rekan. Tampilkan semua postingan

Teman Curhat yang Baik

Teman Curhat yang Baik


Teman Curhat yang Baik  - Jadi Teman Curhat yang Baik di Pekerjaan Anda. Itulah topik dunia kerja kali ini, sebelum kita bahas, ada baiknya saya beri tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer Anda dapat mengklik Teknik Komputer, oke mari kita bahas.

Kalau anda dipilih oleh seseorang sebagai teman curhat, berbahagialah anda. Itu menandakan anda dipercaya oleh seseorang untuk mengetahui rahasia (dalam hal ini masalah yang sedang menimpanya) dan (yang lebih hebat lagi) dipercaya mampu memberikan masukan yang siapa tahu dapat membantunya. Karena kepercayaan yang besar itulah, ada baiknya anda tidak gegabah dalam memberikan saran/masukan.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam menanggapi curhat seseorang :


1. Pastikan bahwa ia benar-benar membutuhkan nasehat anda Hal yang paling penting adalah memastikan orang yang sedang berbicara dengan anda memang membutuhkan nasehat anda, jangan-jangan sebenarnya ia hanya ingin agar anda mendengarkannya. Hal yang paling menyebalkan adalah mendengarkan orang lain berbicara pada saat anda ingin ia mendengarkan.


2. Apa sih sebenarnya tujuan anda memberi nasehat pada seseorang, untuk kebaikannya atau untuk kebaikan anda? Ini juga salah satu kesalahan yang sering kali tidak disadari oleh seseorang pada saat ia akan memulai petuah, gak sedikit lho orang yang memberi saran hanya supaya orang lain menganggapnya sebagai si bijak. Tujuan anda menyampaikan nasehat adalah untuk kebaikan diri rekan anda di kemudian hari, bukan supaya anda dianggap pahlawan.


3. Dengarkan setiap cerita yang disampaikan dengan seksama Ada baiknya sebelum memberikan nasehat pada seseorang, anda terlebih dahulu menyimak kisah sedihnya terlebih dahulu, jangan sampai deh anda sudah menyiapkan jawaban yang manjur sebelum ceritanya selesai. Dengarkan dengan baik, dan renungkan dulu sebelum memberi masukan. Take your time aja.


4. Berhati-hati tanpa menyinggung orang lain
When you give someone an advice, make sure you dont insult someone else (walaupun sebenarnya anda sangat membenci orang tersebut). Mungkin teman anda meminta saran bagaimana cara menghadapi pacarnya yang mata keranjang yang kebetulan tidak anda sukai, namun jangan sekali-kali memberi komentar yang bernada merendahkan orang tersebut (even if he/she deserves it). Mendingan netral aja deh, daripada repot di kemudian hari.


5. Berikan beberapa alternatif pilihan
Dalam memberikan saran, usahakan sebisa mungkin memberi beberapa alternatif jalan yang bisa ditempuh/diambil. Biarkan sahabat anda yang memutuskan pilihan mana yang akan diambilnya, karena itu adalah hidupnya. Bila anda yang memilih, bisa-bisa nanti dia menyalahkan diri anda seandainya solusi tersebut tidak manjur.


6. Kalo gak bisa, mending diam
Berhubungan dengan poin ke-3, kalo anda merasa anda tidak mampu memberikan pendapat, mending jangan dipaksain deh. Mungkin saat itu mood anda sendiri sedang jelek atau pikiran lagi buntu. Mendingan anda terus-terang pada teman anda, dia pasti menghargai kejujuran anda kok.


7. Jangan sakit hati kalau ia tidak menjalankan nasehat anda
Nasehat kan cuma buat jadi pertimbangan aja, selebihnya terserah orang yang menjalankan. Jadi, jangan tersinggung ya kalo dia melakukan hal yang berlawanan dengan nasehat anda. Namanya juga manusia, masing-masing kan punya pemikiran sendiri.



Itulah pembahasan mengenai Teman Curhat yang Baik, terus ikuti update blog dunia kerja ini dan jangan lupa follow blog ini, selanjutnya Anda dapat menyimak artikel Resep Sehat yang menuntun Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat.

Teman Sekantor

teman sekantor

Teman Sekantor - Berkencan dengan Teman Sekantor, itulah tema yang akan dibahas oleh dunia kerja saat ini, sebelumnya saya memberi tahu jika Anda butuh artikel mengenai komputer, Anda bisa mengklik Teknik Komputer, oke mari kita lanjutkan pembahasannya.

Hubungan dengan teman sekantor bisa berakibat buruk seandainya anda bertengkar, misalnya menjadi sakit hati, penurunan performa kerja, atau mengalami stres. Namun tidak semua akibatnya jelek lho! Selain efek buruk di atas, masih banyak hal-hal baik yang bisa terjadi seandainya anda mempunyai pacar di tempat kerja. Performa di tempat kerja bisa meningkat seiring dengan adanya perasaan khusus di tempat kerja (misalnya anda berusaha membuatnya terkesan dengan tampil sebaik-baiknya). Seandainya anda memutuskan untuk berkencan dengan rekan kerja, lakukan dengan hati-hati dan cermat serta perhatikan tips-tips berikut ini :

1. Perhatikan aturan perusahaan
Meskipun di Indonesia belum ada aturan yang jelas mengenai hal ini, namun di beberapa perusahaan tertentu sudah ada peraturan yang melarang sesama karyawan menjalin hubungan asmara. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya kasus-kasus yang dapat mencemarkan nama baik perusahaan seperti tuduhan pelecehan seksual (terutama dalam hubungan antara atasan dengan bawahan). Oleh karena itu sebaiknya perhatikan apakah ada perusahaan anda menerapkan aturan yang serupa.
2. Menetapkan aturan main sejak pertama jalan
Hal yang paling sering terjadi setelah usainya hubungan antara dua orang yang satu kantor adalah memburuknya hubungan yang pada akhirnya akan mempengaruhi motivasi dan performance dalam kerja. Oleh karena itu sejak pertama berkencan, anda dan pasangan harus menetapkan komitmen bahwa akan tetap berteman bila kelak hubungan asmara anda tidak dapat dilanjutkan. Meskipun kenyataannya tidak semudah itu, namun mempersiapkan rencana untuk menghadapi hal ayng terburuk akan sangat membantu seandainya hal tersebut benar-benar terjadi. Selain itu, jangan pernah mencampuradukkan masalah pekerjaan dengan masalah asmara anda. Anda tidak harus menceritakan semua hal yang anda ketahui mengenai teman-teman sekantor pada pasangan anda (kecuali bila anda berdua telah sepakat untuk melakukannya), begitu juga sebaliknya.

3. Berhati-hatilah dengan persepsi orang lain
Jangan sampai hubungan anda berdua menciptakan atmosfer yang kurang menyenangkan atau dianggap menyalahgunakan posisi kekasih anda (atau sebaliknya). Yang lebih penting lagi, jangan sampai hubungan ini menjadikan identitas anda kabur. Tentunya anda tidak ingin dikenal sebagai kekasih si B atau dia juga tidak ingin dikenal sebagai pacarnya si A bukan?

4. Hubungan tersebut akan mempengaruhi anda di lingkungan pekerjaan
Biasanya seseorang yang memiliki hubungan asmara dengan rekan kerja perhatiannya akan teralih, terutama bila si dia ada dalam satu ruangan dengan anda. Untuk mengatasinya, aturlah jadwal supaya anda bertemu hanya pada waktu-waktu tertentu seperti makan siang. Selain itu jangan membawa-bawa masalah pribadi ke tempat kerja, seandainya anda mempunyai masalah dengan kekasih anda, jangan sampai kekesalan tersebut berlanjut ke tempat kerja. Be a professional.

5. Rahasiakan hubungan anda
Konsekuensi dari hubungan sesama rekan kerja adalah menjadi omongan dari teman-teman anda yang lain, tak jarang omongan yang beredar akan menyentuh hal-hal yang negatif. Semakin sedikit orang yang tahu tentang hubungan anda berdua akan semakin baik. Tapi kalu sudah terlanjur, jangan terlalu bersikap terlalu over-acting saat bertemu dengan si dia di kantor (misalnya mencium atau duduk di pangkuannya), kecuali anda mau hubungan tersebut menjadi bahan omongan yang tidak enak. Memang sulit untuk melakukannya, tapi percaya deh, dengan begitu hubungan anda berdua akan lebih langgeng.
 
Itulah pembahasan kita mengenai berkencan dengan Teman Sekantor, silahkan follow blog dunia kerja ini agar mendapat update artikel dan selanjutnya Anda bisa melanjutkan bacaan mengenai Resep Sehat, yang mengulas agar Anda dapat hidup sehat. Semoga bermanfaat.


Rekan Kerja Menyebalkan

rekan kerja menyebalkan

Rekan Kerja Menyebalkan - Berhadapan Dengan Rekan Kerja ’Negatif’ bagaimana kita menghadapinya di dunia kerja, sebelum kita masuk ke topik ada baiknya saya memberi info bagi Anda yang ingin belajar komputer dan permasalahannya bisa Anda klik Teknik Komputer, oke mari kita lanjutkan pokok pembahasan kita.

Orang mendemonstrasikan sikap negatifnya dengan berbagai cara, namun terkadang ada sebagian kecil yang menunjukkannya dengan terang-terangan (bahkan cenderung destruktif).
Gak ada salahnya sih, namun hal ini sering kali membawa dampak buruk karena orang lain akan terpengaruh oleh sikap tidak bersahabat ini. Ada beberapa strategi umum yang bisa digunakan seandainya anda menghadapi situasi ini.
1. Akui bahwa memang ada masalah dengan tingkah laku rekan anda, langkah pertama adalah mengetahui saat seseorang menampilkan sikap negatif di tempat kerja. Jangan mengabaikannya apalagi bila ternyata sikap tersebut berpengaruh pada penampilan dirinya, anda, orang lain di sekitar anda atau hubungan dengan klien/pelanggan.

2. Apa sih penyebabnya? Kita tahu bahwa pemikiran buruk seseorang pasti ada penyebabnya, misalnya masalah pribadi, stres yang berhubungan dengan pekerjaan, atasan yang menyulitkan, tidak ada kesempatan untuk mengembangkan diri dalam pekerjaan, dan lain-lain. Seandainya anda berniat untuk menolongnya, sangat penting untuk mengetahui hal ini. Tanyakan pertanyaan yang tidak terlalu ’vulgar’ seperti, "Kamu lagi kesal ya? Ada yang bisa dibantu?" Perlu anda ketahui, bahwa orang yang sedang berada dalam situasi ini akan menganggap pikiran negatifnya adalah hal yang benar, jadi sabar-sabar saja menghadapinya.

3. Bangkitkan rasa tanggung jawab. Untuk mengubah sikap negatif seseorang dalam bekerja sangat tergantung pada orang itu sendiri, apakah ia mau atau tidak untuk berubah. Meski memiliki hak untuk mempunyai sikap tersebut, namun akan sangat tidak etis bila ia menunjukkannya di tempat kerja (apalagi bila ia adalah bagian dari sebuah tim). Sebagai salah satu anggota tim atau (mungkin) atasannya, anda perlu membantu kolega anda agar menyadari hal ini. Ada baiknya bila anda mendiskusikan masalah ini secara pribadi dengan rekan anda, sekaligus (secara halus) tunjukkan bahwa sikapnya akan dapat berpengaruh jelek bagi diri dan timnya.

4. Memberikan masukan
Meski anda mempunyai pendapat bahwa si pemikir negatif harus mengubah kelakuannya sendiri, namun tidak ada salahnya kalau anda ikut membantu sehingga proses perubahannya dapat dipercepat. Mungkin ia sendiri tidak tahu bagaimana bersikap lebih baik. Beritahu bahwa mungkin kelebihan-kelebihan yang dimiliki tertutupi oleh sikap-sikap negatif yang ditunjukkannya.
5. Tanamkan sikap positif dalam diri rekan lain. Cara yang biasa digunakan di masa lalu (namun masih ampuh) : beri contoh positif melalui tingkah laku dan sikap sehari-hari anda. Dengan memberi contoh maka anda akan menjadi panutan bagi rekan kerja anda, dan mungkin secara perlahan sifat-sifat buruk tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Yang terpenting, seandainya anda mempunyai rekan kerja yang ’sulit’, jangan pernah segan untuk memulai dialog dengannya. Dengan demikian, anda akan terhindar dari hal-hal yang lebih buruk.

Itulah cara menghadapi Rekan Kerja Menyebalkan di dunia kerja, ikuti terus update dari blog ini dan jangan lupa untuk follow blog ini, dan silahkan di bookmarking dengan cara tekan tombol Ctrl plus huruf (d) pada keyboard sehingga halaman artikel ini bisa Anda simpan, selanjutnya silahkan membaca artikel Resep Sehat yang diulas adalah bagaimana cara agar badan sehat selalu, sekian dan semoga bermanfaat.

Rekan Kerja

Rekan Kerja

Rekan kerja - postingan Kali ini dunia kerja akan membahas mengenai bagaimana membina hubungan yang baik dengan rekan kerja, sebelumnya saya memberikan info buat Anda yang membutuhkan artikel seputar dunia komputer, Anda dapat membaca teknik komputer, baik mari kita bahas mengenai pokok pembahasan kali ini.

Meskipun rasanya ingin meledak, namun alangkah bijaksananya bila Anda tidak melakukan hal tersebut. Sebelum emosi lepas kendali, ingat bahwa hal tersebut akan mempengaruhi citra Anda di mata rekan kerja. Jangan-jangan mereka berpendapat, "Ah, Si A (Anda) sih orangnya gampang marah, dimintai tolong sedikit aja gak mau." Kenyataan membuktikan bahwa terkadang kita harus ''menuntun'' seseorang bagaimana supaya mereka memperlakukan kita seperti yang kita inginkan. Salah satunya adalah dengan sesekali membiarkannya ’memanfaatkan’ Anda. Dengan menyimak tips berikut, hindari bentrokan yang berbuntut persaingan tidak sehat dengan rekan kerja Anda.

1. Jaga emosi
Daripada memberitahu seeseorang dengan kalimat "Saya kan tidak bisa melakukan semuanya!" utarakan apa yang bisa Anda lakukan. Dengan begitu Anda bisa memberikan pengertian pada rekan kerja, dan membuatnya paham akan kesulitan.

2. Gunakan kata "Saya’
Satu kata yang hampir pasti membuat seseorang menjadi defensif dan membela diri dari tuduhan adalah "kamu". Komunikasi dua pihak langsung berhenti karena lawan bicara malah sibuk merencanakan strategi pembelaan diri dibandingkan mendengar penjelasan. Jadi untuk menghindarinya, tidak ada salahnya mulai berkata, "Sebenarnya saya ingin membantu, namun pekerjaan saya hari ini benar-benar sangat banyak. Bagaimana kalau rekan lain saja, kebetulan si A sangat ahli mengerjakan pekerjaan tersebut."

3. Hindari sindiran dan sarkasme
Menyindir seseorang dengan komentar-komentar yang kasar atau bersifat sarkastik cuma akan membuat kita merasa puas sesaat. Namun berikutnya, efek jangka panjang yaitu membuat situasi menjadi tambah buruk harus Anda terima yang pasti akan sangat menyusahkan. Sebisa mungkin hindari deh hal yang satu ini.

4. Jangan potong pembicaraan orang lain
Memotong pembicaraan orang lain bukan hanya merupakan kebiasaan yang tidak sopan dan sangat mengganggu, namun hal tersebut juga bisa memberikan efek berlawanan dari apa yang ingin kita dapatkan dari seseorang. Saat memotong pembicaraan, kita mungkin berpikir untuk tujuan baik yaitu mempersingkat pembicaraan sekaligus (mungkin) menjelaskan. Namun kenyataannya, malah bisa jadi orang yang disela tersebut jadi sebal terhadap tingkah Anda.

5. Ajukan pertanyaan sebagai klarifikasi, bukan untuk menuduh
Jangan memulai pertanyaan dengan kata "Kenapa?" karena itu hanya akan membuat seseorang merasa dihakimi dan kemudian mereka akan melakukan aksi defensif. Gunakan kata seperti "Siapa," "Apa," "Kapan," "Di mana" atau "Bagaimana" untuk membuka kalimat pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Rasanya bila Anda mampu menampilkan sisi diri yang asertif, bicara berdasarkan fakta serta sopan, rekan-rekan kerja akan hormat dan segan. Selain itu ada keuntungan ektra : kalau Anda bisa diandalkan dan mempunyai hubungan baik dengan semua orang, siapa tahu ada kesempatan peningkatan karir tanpa diduga-duga.

Itulah tips dari blog dunia kerja yang mungkin bisa Anda praktekkan kepada rekan kerja Anda dan bisa membina hubungan yang lebih baik lagi dengan rekan kerja Anda, selanjutnya Anda bisa menyimak Resep Sehat, agar Anda mendapatkan tips sehat agar Anda sehat selalu, semoga bermanfaat.

Menghargai Kinerja Perempuan



Adanya zaman emansipasi wanita merupakan suatu perubahan besar dan kebijakan yang baru akan kiprah perempuan dalam persaingan dengan dunia karir yang kini kesetaraan nya disamakan oleh kaum pria. Keberadaan perempuan saat ini mulai menunjukkan pilihan untuk berkarir. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa “59 % perempuan mau berusaha mengembangkan pengetahuan atau keahlian untuk mencapai tujuan karir ”. Sebanyak 55 % data yang diketahui perempuan juga mengaku puas dengan tingkat kariernya.
Kini banyak perusahaan yang mendominasi sebagian besar karyawannya adalah kaum perempuan. Yang di antaranya bergerak di industri kecantikan dan Industri fashion. Di perusahaan tersebut tentu Anda akan menemukan fasilitas dan kebijakan yang memang dirancang untuk kaum perempuan. Namun bagaimana bila Anda bekerja di perusahaan yang tidak berbasis yang menghargai kinerja kaum perempuan? Bagaimana mengetahui bahwa kebijakan dan fasilitas perusahaan tersebut sangat melindungi hak-hak perempuan sebagai pekerja?


Perempuan berhak Memegang Jabatan Tinggi
Karyawan perempuan diperlakukan sama dengan karyawan pria, kemampuan dan performa dikantor mendapatkan hak- hak yang sama diperusahaan. Tidak adanya meremehkan atau tidak menghargai akan kinerja perempuan. Perusahaan yang ramah perempuan yang dalam arti sebenarnya, juga akan mendorong karyawan perempuan untuk berani menerima tantangan dalam berkarir, dan diberi kesempatan untuk menempati posisi jabatan penting.


Kebijakan Harus Sesuai dengan Nilai-nilai Perempuan
Jan Shubert, seorang associate director untuk Babson College's Center for Women in Leadership, mengatakan, lebih banyak perempuan di jajaran top-level menandakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi perempuan. Namun, perhatikan juga bagaimana kebijakan yang dilakukan. Jika atasan Anda tidak menganut nilai-nilai yang menghargai kinerja perempuan , dan tidak bersedia mengakui kebutuhan individu dan hak- hak nya, berarti konsep ramah perempuan di perusahaan tersebut baru sekadar wacana belaka.


Karyawan Wanita diberi Jam Kerja yang Fleksibel.
Sebagian Karyawan perempuan saat di kantor lebih sering meminta izin untuk bekerja setengah hari. Karyawan lain seharusnya tidak menjadikan suatu kecemburuan sosial. Perusahaan yang menghargai hak perempuan pasti akan mengizinkan jam kerja yang fleksibel, Walupun mendapat izin dari kantor.sebaiknya anda tetap profesional bekerja mengerjakan pekerjaan dengan tuntas dan selesai

Hubungan Sosial di Tempat Kerja




Di dalam perusahaan kita mengenal beberapa istilah modal. Ada modal dalam bentuk uang. Ada yang disebut modal manusia dan juga modal teknologi. Kalau di pertanian ada yang disebut modal lahan. Selain jenis modal tersebut ada juga yang disebut dengan modal sosial. Modal seperti ini tidak dijual belikan karena menyangkut nilai-nilai sosial seperti hubungan atau jaringan sosial sesama insan, saling mengerti, kasih sayang, kerjasama, dan saling percaya.


Hubungan atau jaringan sosial adalah syarat utama dalam menggerakan sumberdaya manusia suatu perusahaan. Salah satu bentuk hubungan sosial adalah kerjasama. Tidak mungkin proses produksi atau apapun dalam perusahaan akan terjadi sesuai harapan kalau jalinan kerjasama tidak terujud. Yang ada mungkin kejadian konflik, apatis dan skeptis. Sehingga akan merugikan berbagai pihak seperti kerugian perusahaan, kesejahteraan karyawan tidak tercapai, dan rendahnya mutu pelayanan pada pemangku kepentingan.


Tidak dapat dipungkiri pengelola perusahaan menginginkan adanya tim kerjsama yang solid di antara para karyawannya termasuk diantara manajernya. Intensitas hubungan vertikal dan horizontal yang efektif sangat dibutuhkan. Semakin mereka saling kenal mengenal maka semakin tumbuh saling kasih sayang. Pada gilirannya akan mudah menumbuhkan rasa saling percaya, kerjasama, dan koordinasi pekerjaan. Dengan demikian maka sinergitas antarkaryawan akan meningkat. Perasaan-perasaan superior di sementara divisiur secara sistematis akan berkurang. Dan berubah menjadi kesatuan unit kerja yang solid.


Seperti diketahui setiap perusahaan,sebagai organisasi modern, memiliki tujuan, strategi, dan kebijakan tertentu. Untuk itu dibuatlah aturan-aturan guna memerlancar pencapaian tujuan. Dalam aturan itu diperjelas tentang bagaimana proses pengambilan keputusan diambil, hak dan wewenang instrumen organisasi, standar prosedur kerja, dan uraian pekerjaan. Hal ini penting diuraikan agar setiap pengelola dan karyawan dalam melakukan tugasnya berpegang pada aturan-aturan yang ada. Namun di sisi lain ternyata dalam pelaksanaannya tidak saja berpegang pada posisi-posisi masing-masing namun juga pada pertimbangan pribadi setiap orang. Maka disinilah pentingnya hubungan sosial dipelihara dan dikembangkan.


Pengembangan modal sosial seperti ini perlu diprogramkan sejak awal. Khususnya ketika merekrut karyawan baru. Para karyawan baru perlu melakukan orientasi dan pelatihan. Sementara karyawan lama perlu melakukan reorientasi ketika ada kebijakan baru perusahaan. Jalinan-jalinan hubungan sosial harus terus dipelihara tidak saja lewat pendekatan formal namun juga informal. Bahkan dalam realisasinya jalur pendekatan individu berdasarkan saling percaya akan membuahkan suatu tim kerja yang efektif. Karena itu perusahaan selain melakukan fungsi kendali dan koordinasi yang terprogram maka kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan perusahaan sangat dianjurkan. Dengan kegiatan ini maka dapat ditumbuh-kembangkan rasa persaudaraan yang tinggi. Tentu saja dengan pendekatan informal ini kadar komitmen dan keterikatan semua elemen perusahaan diharapkan akan meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan.

Kerjasama atau Bekerja sendiri


KERJA BERSAMA ATAU SENDIRI-SENDIRI?

Dalam melakukan suatu pekerjaan, misalnya di unit tertentu, maka akan tampak ada karyawan  yang bekerja bersama-sama tetapi ada pula yang bekerja sendiri-sendiri. Kondisi itu bisa disebabkan karena unsur intrinsik atau dari perilaku setiap individu. Misalnya kalau bekerja sendiri-sendiri karena kekurang-sadaran tentang arti tujuan dan pentingnya bekerja dalam satu tim kerja, kurang percaya diri atau kurang percaya pada orang lain dan pimpinan, dan kurang semangat dalam bekerja dalam kelompok.Namun bisa jadi karena unsur pimpinan dalam mengarahkan dan mengendalikan karyawannya kurang efektif. Pertanyaannya bentuk mana yang lebih bermanfaat?.


Bekerja berkelompok tentu saja akan lebih efektif ketimbang bekerja sendiri-sendiri. Berkelompok berarti terjadi interaksi sesama karyawan. Interaksi dapat berupa saling kerjasama dan saling membantu sesama karyawan. Sementara itu dalam berinteraksi bakal terjadi pula saling berbagi dalam hal pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan saling nasehat menasehati.


Manfaat berinteraksi lainnya adalah terjadinya saling kebergantungan sesama. Kondisi ini bukanlah merupakan sesuatu yang bersifat lemah. Namun justru adanya fenomena saling bersinergis. Malahan dapat dijadikan sebagai potensi unggul.  Dalam hal ini potensi kesadaran dan semangat yang sama untuk meraih kinerja tinggi. Kalau ini terjadi maka potensi tersebut lebih mudah dibangun. Mereka sadar bahwa mereka hidup dalam suatu sistem sosial di lingkungan pekerjaannya; “berinteraksi secara dinamis baik dalam suka maupun duka”.

Tipe Karyawan dan Hubungan Kerja Efektif


TIPE KARYAWAN vs HUBUNGAN KERJA EFEKTIF

Dalam   setiap melakukan pekerjaannya, idealnya setiap orang ingin memahami faktor-faktor di sekelilingnya. Terutama pemahaman tentang kepribadian sesama karyawan atau bos (manajer)nya. Dengan demikian hubungan kerja di antara karyawan dan dengan manajer akan berjalan efektif. Saling menyalahkan akan semakin diperkecil.Sementara yang terjadi adalah terbangunnya saling percaya dan saling memahami pribadi masing-masing.


Bagi mereka yang mampu membangun hubungan kerja yang efektif selalu berwajah dan bersikap cerah dan enerjetik. Orang seperti ini berpandangan positif terhadap lingkungannya. Mereka banyak memiliki teman dan bahkan sahabat. Sebaliknya yang berpandangan negatif. Mereka cenderung dapat menyebabkan suasana kerja penuh depresi dan melelahkan. Orang yang berspirit rendah seperti ini bisa mempengaruhi teman-temannya. Orang lain bakal  menghindari bahkan menjauhinya.Untuk saling memahami sesama kolega kerja dan manajer maka diperlukan pemahaman tentang beragam tipe orang

  • Golongan pertama disebut sebagai ”dominant directors”
Orangnya bersifat ekstrovert dan berfokus pada tugas. Kalau bekerja didasari keramahan, langsung atau tidak berbelit, berorientasi pada hasil dan persaingan, dan sering dimotivasi oleh kekuasaan.Selain itu biasanya orang-orang bersifat itu siap berkonfrontasi dengan orang lain, membuat keputusan dengan mudahnya,dan ambisius. Mereka menikmati pengalihan tanggung jawab dan menolak kekuasaan dari orang lain. Saking sifatnya yang selalu bergerak cepat, mereka  kadang-kadang tampak berlaku kasar, lancang, dan tidak sabar. Selalu melangkah cepat, ingin selalu sesuatu dikerjakan dengan benar dan segera, dan tidak menyukai hasil yang buruk.

Untuk bisa bekerja efektif dengan tipe ”pengarah dominan” maka perlu berkomunikasi dengan jelas, akurat, dan langsung ke persoalan dengan cepat. Jangan bertele-tele. Hindari berbicara hal-hal yang teoritis atau abstrak, konseptual,dan berbagai masalah yang menyangkut orang lain. Perlakukanlah dia dengan semangat kerja tinggi dan biarkanlah dia berpikir sebagai orang yang bertanggung jawab akan pekerjaannya.

  • Golongan kedua yang juga ekstrovert dan berfokus pada persoalan-persoalan orang adalah ”interacting socialisers”
Golongan ini senang kepada setiap orang dan bekerja di tengah-tengah mereka. Beberapa sifat yang menonjol antara lain adalah antusias, optimistis, mudah bersosialisasi, senang bicara, persuasif dan impulsif. Mereka juga bagus dalam mempengaruhi orang lain, sifat senang dan sayang pada orang lain, enerjetik, kreatif, dan terbuka dengan perasaan orang lain. Selain tiu mereka juga mengembangkan perubahan, kecenderungan-kecenderungan dan gagasan baru, dan pengakuan terhadap prestasi. Namun yang perlu diketahui bahwa mereka sering bekerja tidak teratur dan kurang memperhatikan hal-hal yang rinci, sia-sia, mudah digugah, manipulatif, dan tidak disiplin.

Mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan golongan tersebut tentunya dengan membangun hubungan individual yang efektif. Caranya antara lain menghindari untuk  bicara tentang pekerjaan secara rinci. Sebaliknya berfokuslah pada gambaran dan visi yang besar. Biarkan mereka bicara, berpartisipasi, memotivasi,dan menciptakan suasana menyenangkan. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat.

  • Golongan Ketiga adalah yang disebut ”steady relaters”
Mereka umumnya introvert, fokus pada orang dan hubungan kerja dalam menyelesaikan tugas dengan komplit. Mereka tidak menyukai konflik dan lebih menyenangi rutinitas yang sudah ada dan stabil ketimbang sesuatu yang belum dicoba dan diuji. Cenderung bersikap diam dan sering berlaku tidak tegas. Namun mereka loyal, stabil, taatasas, seolah sebagai pemain tim yang gampangan, penolong dan suka membuat orang senang. Sebagai pemikir dan pendengar yang baik,mereka senang membuat orang yang sedang marah menjadi tenang kembali. Mereka juga sebagai perekat dalam membangun tim kerja yang solid. Namun disi lain kadang-kadang tingkah mereka terlihat kurang meyakinkan, bimbang, janggal, posesiv, dan umbar janji yang terkadang goyah.

Untuk menemukan pemikiran atau opini seorang “steady relater”, kita harus banyak bertanya dengan pertanyaan terbuka dan mendengarkannya secara hati-hati. Jangan memandang rendah mereka apakah dalam hal loyalitas dan kontribusi mereka.

  • Golongan keempat disebut “conscientious thinkers”; introvert yang fokus pada tugas dan memiliki keinginan kuat dalam mencapai prestasi
Mereka menikmati kegiatan studi dan alisis. Mereka bekerja dengan rajin, obyektif, dan dengan cara-cara yang sistematik dan teratur. Juga bekerja serius, akurat, dan perfeksionis yang menghasilkan mutu output tinggi. Di samping itu mereka juga dapat bersifat kaku, cerewet, perhitungan,   dan lambat dalam pengambilan keputusan. Jadi kalau ingin membangun hubungan kerja dengan mereka secara efektif perlu menghindari berbicara bertele-tele. Kalau akan mengkritisi kita harus melakukannya dengan taktis dan dukungan argumentasi yang jelas dan terinci. Mengajak lebih taktis ketimbang instruksi. Orang bertipe ini sulit menerima desakan dan usulan yang terburu-buru.             

Cara Menghindari Suasana Kantor yang Berisik



Suasana di dalam kantor tidak mungkin terlepas dari hingar bingar percakapan. Mulai dari suara dering telepon sampai dengan langkah kaki orang-orang yang hilir-mudik bisa membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga Anda kehilangan konsentrasi saat bekerja. Kinerja dan performa Anda di kantor akan menurun dan sudah pasti akan mempengaruhi mood Anda dalam bekerja. Lingkungan kerja yang terlampau berisik bisa menjadi mengakibatkan situasi yang kontra-produktif, tidak sehat, dan menjengkelkan.


Jika Anda mendapatkan fasilitas ruang pribadi, sudah pasti anda dengan mudah bisa menghindari suara kebingsingan hanya dengan menutup pintu ruang kerja Anda tapi bagaimana jika Anda harus berbagi ruang dengan banyak orang? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi suasana ruangan yang bising agar dapat mengembalikan konsentrasi yang hilang?


Beberapa hal berikut ini bisa membantu Anda untuk menghindari dan meminimalisir suasana kantor yang terlalu berisik.


1. Mendengarkan Musik
Gunakan dan manfaatkan gadget seperti Ipod, mp4, dan perangkat media player lainnya. Buatlah playlist lagu – lagu favorit Anda agar dapat didengarkan setiap saat. Kenakan earphone agar bunyi musik Anda tidak mengganggu rekan kerja lain. Tahan diri Anda untuk tidak bernyanyi mengikuti lagu yang sedang Anda dengarkan karena suara Anda mungkin bisa mengganggu konsentrasi orang di sekitar.


2. Pindah Ruang Kerja
Mengantisipasi suasana kerja yang berisik bisa dengan cara menjaga jarak dari sumber kebisingan. Jika posisi meja kerja tidak strategis coba mencari tahu, seberapa besar kemungkinan Anda untuk dapat memindahkan meja kerja Anda ke lokasi lain yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan.


3. Permukaan Anti Pantul
Jika anda sudah mengalami kebisingan yang terlalu menganggu kosenterasi bekerja, mungkin Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan pihak manajemen agar dapat memberikan fasilitas tambahan seperti sejumlah bahan penyerap suara di dalam ruangan. Misalnya karpet, tirai, atau panel pemisah ruangan.


Dengan membaca artikel di atas diharapkan dapat mengatasi suasana kantor yang berisik, ikuti artikel di situs Dunia Kerja, agar anda sukses dalam menjalani kerja anda.

Motivasi Rekan Kerja



Motivasi Rekan Kerja??? Dalam pekerjaan Anda yang sering bekerja bersama rekan-rekan dalam satu tim, tentu Anda menyadari pentingnya semangat dalam bekerja bersama-sama. Anda tentu tak mau atau justru menjadi sama-sama loyo gara-gara bekerja dengan rekan kerja yang tampaknya tak memiliki motivasi untuk melakukan pekerjaannya.


Tak ada salahnya Anda pun membangkitkan motivasi kerja rekan-rekan lain yang sudah mulai “loyo”.


Tujuh cara berikut bisa mulai Anda terapkan di kantor untuk memperbaharui semangat rekan-rekan kantor lainnya:


1. Berikan dukungan secara konsisten kepada rekan-rekan Anda
Kata-kata dukungan selalu dapat membangkitkan semangat. Dan yang terpenting, jangan melakukan hal ini sesekali saja. Cobalah ucapkan kata-kata penuh dukungan setiap ada rekan yang berhasil mencapai prestasi yang bisa dibanggakan.


2. Terapkanlah disiplin dan pemberian hukuman yang efektif, seimbang, dan bersifat fair
Jika saat berprestasi mendapatkan hadiah, maka jangan heran dan protes jika saat melakukan kesalahan Anda mendapatkan hukuman.


3. Perlakukanlah karyawan dengan fair
Jangan sampai ada karyawan mendapatkan perlakuan yang menyebabkan ia dianggap anak emas, karena hal seperti ini akan menciptakan suasana tak menyenangkan di lingkungan kantor.


4. Kenalilah dan penuhilah kebutuhan semua karyawan
Setiap karyawan pastinya memiliki kebutuhan dan kemampuan spesifik yang berbeda-beda. Jika bisa dikenali kebutuhan khas masing-masing, tentu perlakuan adil bisa diterapkan.
Tetapkan sasaran kerja yang realistis dan operasional.
Sasaran yang terlalu muluk terkadang justru membuat patah semangat, bahkan sebelum memulai pekerjaan demi mencapai sasaran tersebut.


6. Ciptakan pekerjaan yang terstruktur
Struktur dan birokrasi memang terkadang terkesan menyulitkan dan membosankan, namun melalui cara ini pembagian kerja akan lebih merata.


7. Terapkan standar dan beri penghargaan
Terapkanlah standar kerja dalam tim Anda, apakah yang terbaik, apakah yang terburuk. Dan jangan lupa beri penghargaan berdasarkan prestasi kerja.

Jika Bos Adalah Teman

Jika kita bekerja pada perusahaan milik teman, dan bos kita adalah teman kita sendiri, dan kita bukanlah seorang rekanan atau partner, namun yang ikut bekerja pada pada perusahaan yang dipimpinnya, bagaimana kah perasaan kita menyikapi hal demikian? bisa biasa saja, agak kagok, canggung, atau malah easy going?

Relatif sih ya, bisa juga hal itu menjadi suatu keadaan yang memerlukan pengelolaan kebijkasanaan kita dalam bersikap, sebab bagaimana pun jika pimpinan atau bos kita adalah teman kita sendiri, sudah pasti akan ada macam-macam perasaan, disatu sisi kita merasa sudah akrab dan sebaya, nyeplos gak sengaja jika kelewatan bercanda, minta prioritas sudah pasti dan bekerja kurang suka jika ditegur karena merasa kemampuan setara, yang membedakan cuma rezeki dan kesempatannya, itu pikirnya.

Namun menurut saya, walaupun kita mempunyai bos atau pimpinan yang merupakan teman kita sendiri, malah akan melatih jiwa besar serta mental yang sehat, sebab disaat kita merasa teman kita sudah diatas dan kita masih saja dibawah , alih-alih malah ada dibawah teman kita level karirnya, kita bisa mengelola agar kemampuan kita bisa lebih berarti, kita bisa bersikap tetap menjunjung profesionalisme dalam hal pekerjaan, selagi dalam lingkup dan lingkungan pekerjaan, kita tak perlu merasa down atau rugi untuk tetap memakai etika ketika bekerja, seperti tetap memperlakukan teman kita sebagai layaknya bos, sewajarnya saja, memakai panggilan Pak atau bu, menerima teguran sebagai pembelajaran kritik membangun, tetap melakukan aktivitas sesuai aturan yang diterapkan, dan tetap mengikuti segala prosedur yang diterapkan disitu.

Jika diluar lingkup dan lingkungan pekerjaan, bisa kembali pada kebiasaan semula seperti layaknya kepada seorang teman.

Dengan begitu, selain kita tetap menjunjung tinggi profesionalisme, juga teman kita merasa dihargai dan merasa terbantu. Dan kalau kita ingin kemampuan kita sangat bernilai dan punya andil penting dalam perusahaan teman kita tersebut, kita bisa lebih memberikan kontribusi, inovasi dan segala ide kreatif untuk kemajuan perusahaan tanpa perhitungan atau memikirkan bahwa “Ah aku cuma bawahan dia, ngapain aku susah susah mikir.”  Jangan sesekali punya pemikiran semacam itu karena hal itu akan menghambat kemajuan dan menutup kemungkinan untuk diberi kepercayaan penuh.

Sebab jika kita sudah bisa membuktikan banyak kemampuan maupun kontribusi, bukan hal mustahil teman kita akan sepenuhnya memberi kepercayaan kepada kita malah disuruh memegang penuh untuk dikelola sendiri.

Jadi teruslah berkarya dan beri apapun kemampuan yang kita punya untuk kemajuan perusahaan, walaupun perusahaan itu milik teman kita sendiri, singkirkan sejenak ego dan perasaan kecil hati, justru sebaliknya, kita harus bisa terpacu dan teman kita yang sudah menjadi pemimpin itu bisa kita jadikan inspirasi untuk kemajuan kita.

Alasan Rekan Kerja Digaji Lebih Tinggi



Memang menyakitkan bila mengetahui bahwa rekan kerja Anda yang memiliki masa kerja yang kurang lebih sama, latar belakang pendidikan yang sama, dan tugas-tugas yang sama, ternyata memiliki gaji yang lebih tinggi daripada Anda. Apalagi bila hal ini baru Anda ketahui belakangan. Anda merasa ada banyak hal yang tertinggal, namun Anda bingung bagaimana harus mengejarnya.

Sebelum Anda kesal dan menuntut kenaikan gaji dari atasan, sebaiknya Anda cari tahu dulu mengapa rekan kerja Anda bisa mendapatkan gaji sebesar itu, Dibawah ini alasan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda;
 


Mereka lebih mampu bernegosiasi soal gaji
Bagaimana cara Anda bernegosiasi soal gaji ketika menerima tawaran pekerjaan? Ada yang langsung menerima angka gaji yang ditawarkan, ada yang membujuk untuk mendapat gaji sedikit lebih tinggi, ada pula yang mendesak agar gajinya ditambah jauh lebih banyak. Dan, banyak dari mereka yang berhasil mendapatkannya. Gaji rekan kerja Anda mungkin lebih tinggi daripada gaji Anda, karena ia memang meminta lebih. Bila Anda memang ingin bernegosiasi, lakukan sebelum Anda menerima pekerjaan tersebut, bukan setelah Anda menerimanya.
 


Pasar kerja lebih luas ketika rekan kerja Anda direkrut
Dalam situasi pasar kerja yang ketat, perusahaan bisa merekrut orang-orang berkualitas baik dengan gaji yang lebih rendah. Namun beberapa tahun sebelumnya, ketika lapangan kerja cukup tersedia, perusahaan harus menawarkan lebih banyak uang untuk menarik kandidat-kandidat terbaik. Jika Anda direkrut saat jumlah pesaing sangat banyak, perusahaan mungkin akan menganggap bahwa Anda sudah cukup beruntung bisa bekerja di sana. Sebaliknya, rekan kerja Anda muncul pada saat pilihan lapangan kerja begitu banyak sehingga perusahaan harus memberikan imbalan lebih besar untuk merekrutnya.
 


Rekan kerja Anda memiliki gelar atau ketrampilan tertentu yang menjadi nilai lebih
Meskipun Anda dan rekan kerja Anda melakukan tugas-tugas dan pekerjaan yang sama, perusahaan tetap akan memberikan gaji lebih besar untuk karyawan yang memiliki kemampuan, gelar, atau sertifikat yang menunjukkan penguasaan pengetahuan tertentu.
 


Kinerja Anda tidak sebaik yang Anda kira
Banyak orang yang menilai kinerja mereka terlalu baik, dan sering tidak menyadari bahwa itulah masalah mereka. Cobalah Anda memikirkan kembali apakah memang ada alasan mengapa perusahaan tidak menghargai hasil kerja Anda setinggi ketika menghargai hasil kerja rekan kerja Anda yang lain. Mungkin rekan kerja Anda lebih tangkas dalam menangani tugas-tugas yang berat, atau ia mampu membuat analisa yang lebih baik dari masalah yang dihadapi.
 


Pekerjaan yang ditangani rekan kerja Anda sangat berat
Bila tugas-tugas yang dilakukan rekan kerja Anda tergolong sangat sulit atau tidak menyenangkan, maka perusahaan tidak ragu untuk membayar lebih banyak agar orang mau melakukan tugas tersebut, tak peduli meskipun ketrampilan yang dibutuhkan sebenarnya sama saja dengan kemampuan Anda. Sering juga terjadi perusahaan akan meningkatkan gaji karyawan yang harus bekerja di bawah manajer yang berperangai "sulit" untuk mencegah karyawan tersebut mengundurkan diri.

Namun meskipun Anda menghadapi berbagai skenario seperti ini, Anda masih bisa meningkatkan gaji Anda. Fokuslah lebih dulu pada jumlah gaji yang layak Anda dapatkan. Kemudian lakukan riset untuk menemukan perbandingan gaji untuk jenis pekerjaan, jabatan, dan masa kerja yang Anda miliki dengan yang ditawarkan oleh perusahaan lain.

Jika hasil penelitian Anda menunjukkan bahwa gaji Anda sudah setara dengan yang ditawarkan oleh industri yang sama, namun rekan kerja Anda mendapatkan gaji yang lebih tinggi, Anda juga bisa meminta lebih. Namun, Anda juga harus siap bila permintaan Anda tidak dikabulkan. Hal ini tidak menandakan bahwa perusahaan tidak menghargai Anda. Hal ini kembali ke masalah bagaimana cara Anda bernegosiasi.

Pada saatnya, bila ketidakpuasan Anda tidak teratasi, mungkin sudah waktunya bagi Anda untuk mencari pekerjaan di tempat lain yang mampu memberikan gaji yang Anda inginkan. Pastikan bahwa Anda memutuskan menerima pekerjaan yang Anda sukai, bukan hanya karena mengejar gaji yang tinggi.

Tips Atasi Rekan Kerja yang Sirik


Dalam kehidupan sehari-hari, ada saja orang yang merasa sirik atau mungkin membenci kesuksesan yang Anda dapatkan. Kritik tajam pun dialamatkan kepada Anda. Kritik atau sindiran ini kerapkali membuat orang jadi tersinggung atau kecewa. Padahal seharusnya kritik bisa diubah menjadi energi positif, agar dapat bekerja lebih baik dan lebih sukses dari sebelumnya. Lalu bagaimana cara menghadapi kritik agar tak membuat kita down, dan bisa mengubah amarah menjadi produktivitas bekerja yang lebih baik?
 
Berdamai dengan hati
Normal saja jika merasa marah atau tersinggung saat seseorang mengatakan hal yang kurang positif mengenai Anda. Tidak salah jika Anda merasa emosi, namun coba redakan emosi ini, dan jangan biarkan berlarut-larut terlalu lama.
Jika rekan kerja atau bos mengkritik habis-habisan, cobalah untuk menahan sedikit rasa marah, lalu melampiaskannya ketika sudah punya waktu sendiri. Kalau harus melampiaskannya sesegera mungkin, pergilah keluar sebentar dan telepon seorang teman dekat untuk berbagi cerita, hal ini bisa menghindarkan Anda untuk bergosip di kantor.
Berdamai dengan hati memungkinkan Anda untuk berpikir dengan jernih dalam menghadapi setiap kritik, lebih terbuka untuk kritik, dan mampu bangkit untuk menunjukkan bahwa Anda bisa bekerja lebih baik dari sebelumnya.

2. Berpikir positif
Biasanya orang akan langsung menilai kritikan sebagai sebuah hasil yang buruk, dan hanya melihat dari sisi negatifnya. Agar tak menjadi beban, cobalah lihat mengapa mereka mengatakan hal itu. Kadang jika Anda terbuka pada kritik, ada nilai positif yang bisa Anda petik dari kritikan tersebut, dan bahkan bisa membantu perkembangan karier. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah yang mereka katakan adalah benar?
Meskipun begitu, ketika rekan kerja mengkritik hanya karena kesal atau sirik terhadap Anda, jangan bersikap terlalu percaya diri. Tetaplah rendah hati dan terus berusaha untuk melakukan hal positif yang lebih baik.

3. Percaya diri

Ketika merasa marah atau tersinggung, kita cenderung akan melihat dan berpikir tentang hal-hal yang negatif. Untuk mengatasi hal ini disarankan untuk selalu memiliki kepercayaan diri, dengan cara mengingat semua hal positif tentang diri kita. Mengingat kembali kemampuan dan hal positif yang pernah diungkapkan teman-teman bisa memicu kembali semangat untuk bangkit dari keterpurukan.  

Tips Jadi Rekan Kerja yang Baik



Bekerja dengan profesional merupakan hal yang penting, begitu juga dengan menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja. Ada kalanya jika Anda tahu bagaimana pandangan rekan kerja terhadap Anda. Jika terasa ada yang mengganjal, mungkin saja ada sesuatu yang salah.

Hal yang perlu disadari adalah berperilaku sopan agar Anda dapat menajadi rekan kerja yang baik di mata atasan Anda maupun partner kerja lainnya. Berikut kiat agar menjadi rekan kerja yang baik.

 
Hindari bergosipTentu saja Anda perlu berkomunikasi dengan sesama rekan kerja. Namun jika ada rekan kerja yang mulai menceritakan gosip, sebaiknya Anda simpan gosip itu sendiri dan jangan biarkan orang yang lainnya mengetahuinya.

Usahakan untuk tidak menjadi biang gosip di kantor. Memang, godaan untuk bergosip itu sulit untuk ditolak, namun menjadi tukang gosip bisa merusak karir Anda. Jangan rusak citra Anda hanya karena suka bergosip. Semakin Anda dikenal sebagai biang gosip, semakin diragukan pula kepercayaan Anda oleh tim kerja lainnya.
 

Menjadi pribadi yang positif
Kepribadian yang positif merupakan hal yang penting. Hal ini dapat membantu Anda untuk tidak melakukan hal negatif misalnya, seperti mengeluh tentang suatu pekerjaan yang sedang dilakukan. Berhati-hatilah dengan segala keluhan Anda. Jangan biarkan Anda menjadi rekan kerja yang menjengkelkan hanya karena suka mengeluh ketika bekerja.
 

Diam itu emas
Jika ruangan kerja Anda tidak terlalu luas, usahakan untuk berbicara pelan saat Anda sedang dalam pembicaraan di telepon. Perhatikanlah rekan kerja Anda lainnya yang berada di sekeliling Anda. Jangan sampai bunyi telepon Anda mengganggu konsentrasi mereka. Ada baiknya jika Anda merubah volume dering telepon dengan tingkat terendah. Jika Anda menggunakan ponsel, pastikan juga bahwa ponsel dalam mode 'silent'.
 

Menghargai privasi
Meskipun Anda terbilang dekat dengan rekan kerja dan duduk bersebelahan di dalam ruangan yang sama, namun Anda juga harus tetap dapat menjaga privasinya. Tak usah penasaran dengan situs apa yang sedang ia buka karena bagaimanapun juga ia mempunyai privasi tersendiri. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya, jika Anda menghargai privasinya, maka rekan kerja juga akan menjaga privasi Anda.
 

Bekerjasama dengan baik
Anda berkarir bukan hanya untuk diri sendiri, namun Anda juga bekerja untuk perusahaan dan memiliki tujuan bersama dengan rekan kerja lainnya. Anda bekerja tidak sendiri, dan tak jarang Anda membutuhkan bantuan rekan kerja. Jadi jika Anda dapat bekerjasama dengan baik, maka secara otomatis Anda akan disukai oleh tim kerja, sehingga mereka memandang Anda sebagai rekan kerja yang kooperatif.