Tampilkan postingan dengan label Lamaran Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lamaran Kerja. Tampilkan semua postingan

Bahasa Inggris Dalam Dunia Kerja


Kenapa Kita Harus Pandai Berbahasa Inggris?

Setiap lowongan pekerjaan sejatinya menawarkan posisi dan pekerjaan yang berbeda-beda. Namun, ternyata ada satu persyaratan yang sepertinya ada di setiap lowongan pekerjaan, “mampu berbahasa Inggris dengan baik”. Kenapa bahasa yang satu ini selalu dijadikan prioritas dalam setiap lowongan pekerjaan? Bukankah kita tinggal di Indonesia dimana Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional?.


Tunggu dulu, jangan cepat menganggap ini sebagai imperialisme model baru. Di jaman globalisasi seperti ini, memaksa kita menerima masuknya perusahaan-perusahaan asing dari berbagai negara. Banyak negara berarti banyak bahasa, lalu bagaimana kita berkomunikasi? Jangan berpikir untuk memakai bahasa isyarat, itu sudah primitif dan tidak semua negara di dunia ini mempunyai intepretasi bahasa isyarat yang sama. Nah, maka dari itu digunakanlah Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang dapat digunakan secara global.


Kenapa harus bahasa Inggris? Ada beberapa alasan kenapa bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa internasional.


1.Faktor Historis
Inggris dikenal sebagai negara imperialis, dimana pada abad 17-19 Inggris telah menduduki 2/3 wilayah bumi ini. Otomatis banyak negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Dan komunitas negara persemakmuran yang dibentuk oleh Inggris juga tergolong yang paling besar.


2.Tatanan Bahasa
Bahasa Inggris memiliki tatanan bahasa yang lengkap dan rapi, sehingga mudah untuk dipelajari dan diaplikasikan. Sebenarnya Indonesia juga memiliki tatanan bahasa yang sama baiknya dengan bahasa Inggris, hanya saja kembali lagi ke faktor pertama tadi.


3.Peradaban Yang Lebih Maju
Inggris dikenal memiliki peradaban yang lebih maju. Tak jarang pemikiran-pemikiran baru muncul dari sana. Posisi tersebut membuat Inggris kuat di mata Internasional dan dianggap sebagai salah satu kiblat peradaban. Logikanya, jika kita ingin belajar dari ahlinya, tentu kita harus mengerti bahasa yang dia gunakan.


Jadi, jangan menjadi katak dalam tempurung, jangan apriori dulu terhadap bahasa Inggris. Dan gak ada salahnya juga kan kita mengetahui dan mempelajari bahasa asing? Semoga Bermanfaat.

Tahapan Seleksi Kerja dan Tipsnya


1. SCREENING CV
Ini merupakan proses seleksi pertama, dimana pelamar mengirimkan surat lamaran pekerjaan beserta CV kepada perusahaan yang dilamar. Perusahaan menerima lamaran ini melalui pos, email rekrutmen perusahaan, job online ataupun melalui referal karyawan sendiri.


Apa yang diseleksi pada tahap ini?
1. Kesesuaian pengalaman pekerjaan dengan pekerjaan yang dituju.


2. Foto pelamar (biasanya untuk bagian frontline seperti CS, Resepsionis dll).


3. Back Ground pendidikan dan perusahaan sebelumnya.


4. Gaji saat ini dan yang diharapkan.


Tips pada proses ini;
1. Sebaiknya melamar pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan atau pengalamaan sebelumnya, contoh yang dihindari: IT staff melamar sebagai Accounting Manager atau misal fresh graduate melamar sebagai Manager


2. Sebaiknya foto dengan latar belakang warna merah atau biru, dan dengan gaya yang konservatif atau standar


3. Minta gaji sewajarnya atau sesuai dengan posisi yang dituju, misal: IT staff sekitar 2 - 5 Jt, Finance Manager sekitar 6 - 15 Jt. Ingat perusahan punya budget untuk posisi tersebut dan punya market salary sebagai acuannya.


4. Tulislah Jobs Description dalam CV, jangan hanya tulis posisi sebelumnya tanpa keterangan apa yang dilakukan.


2. PROSES INTERVIEW
Proses ini bisa dilakukan diakhir atau pertama tergantung prosedur masing-masing perusahaan. Proses interview biasanya dilakukan oleh HRD dan Owner (calon Bos Anda). Oleh karena itu, biasanya pertanyaan-nya juga beda. HRD berfokus menggali soft kompentensi seperti komunikasi, leadership, problem solving atau area-area yang perkembangan lainnya, sedang Owner/Staff Manager secara spesifik, fokus pada Technical Kompetensi seperti kemampuan penjurnalan, pengetahuan tentang LAN, dll.


Apa yang diseleksi pada tahap ini?
1. HRD menggali potensi calon karyawan apakah bisa dikembangkan dikemudian hari. Artinya HRD menghindari karyawan yang tidak bisa diupgrade


2. Kesesuaian skill yang dimiliki dengan posisi yang dituju. (Pelamar kuat pada networking sedangkan posisi yang dituju adalah design grafis, nah ini yang meragukan pengambilan keputusan)


3. Kemampuan dalam berkomunikasi, bisa dibayangkan klo interview ga bisa ngomong


Adapun tipsnya;
1. Berpakaianlah yang rapi, sopan dan tidak berlebihan .


2. Saat interview tunjukan antusias, ingin selalu belajar dan aktif berkomunikasi.


3. Pahamilah perusahaan yang dilamar dan posisi yang dituju. (Sejarah perusahaan tersebut dan perkembanganan saat ini)


4. Biasanya HRD menggunakan teknik Behavioral Event Interview, yang anda perlu persiapkan adalah kejadian-kejadian masa lalu yang berhubungan dengan kompetensi problem solving, interpersonal communication, atau kompetensi yang dibutuhkan pada posisi yang dilamar.


3. PSIKOTES / ASSESSMENT CENTER
Proses ini untuk sebagian perusahaan tidak ada, atau pun untuk sebagian posisi dihilangkan, pertanyaan kenapa?
1. karena untuk menjalankan proses ini memerlukan Psikolog dan tidak semua perusahaan memiliki HRD staff yang Psikolog. (jika terpaksa biasanya menggunakan biro Psikologi)


2. Asumsi bahwa untuk posisi level atas telah mengalamai proses psikotes diperusahaan sebelumnya serta pada posisi managerial yang dibutuhkan adalah exposure pada posisi tersebut, Psikotes dianggap tidak relevan.


Apa yang dilihat pada proses ini?
1. Potential Capability atau potensi kemampuan.
2. Kelainan psikologis
3. Tingkat Kompetensi
4. Personality


apa saja tipsnya:
1. Usahakan cukup tidur malam sebelumnya.


2. Sebaiknya tidak percaya dengan mitos-mitos psikotes. Contoh: jawaban harus seimbang antara A dan B, atau diratakan pada perhitungan Krepplin (alat tes yang menghitung angka per baris dengan waktu tertentu).


3. Saat tes personality, anda mesti bisa berpikir terbalik, yaitu jika Anda sebagai HRD, profile personality apa yang sesuai dengan posisi yang dituju.


4. Berlatihlah hitung2an standar matematika, karena biasanya soal-soal yang keluar sebenarnya hanya hitungan-hitunganan dasar, kecuali untuk beberapa posisi tertentu.


4. NEGOSIASI GAJI
Proses ini anda pasti sudah tahu semua, ini proses dimana Perusahaan dan Pelamar melakukan kesepakatan gaji. Gaji pada setiap perusahaan berbeda-beda komponennya, biasanya terdapat tunjangan makan, transport, dll yang anda pegang adalah THP atau take home pay, ini adalah gaji bersih yang anda terima setiap bulannya. Pada beberapa kondisi, untuk posisi tertentu hitunganya tidak hanya per bulan, tetapi anual to anual, dengan mempertimbangkan bonus, insentif dll.


Apa yang perlu diperhatikan dan tipsnya:
1. Tidak berbohong saat menginformasikan angka gaji pada pekerjaan sebelumnya. Jika ketahuan maka proses langsung dihentikan, bahkan jika anda diterima pun, anda bisa dikeluarkan, karena dianggap memanipulasi data dan tidak memiliki integritas.


2. Permintaan salary rasional, misal gaji sekarang Rp 4 Jt, anda pindah ke posisi dan level yang sama, maka angka Rp 5 - 6 Jt cukup rasional.


3. Sampaikan seluruh Gaji yang diterima pada pekerjaan sebelumnya, termasuk semua tunjangan dan keuntungan lainnya.


4. Pastikan kembali sebelum anda menyetujui tawaran pekerjaan, yaitu jumlah gaji dalam setahun, insentif, perhitungan bonus dll.


5. MEDICAL CHECK UP
Proses ini menyeleksi secara fisik keadaan Pelamar, biasanya seleksi ini dilakukan pada posisi yang menuntut kondisi fisik yang kuat, contoh: sales, engineer, pekerja tambang dll. Pada proses ini yang diseleksi adalah penyakit yang dapat mengganggu kondisi fisik dalam bekerja atau rentan menular seperti:
1. Diabetes
2. Hepatitis
3. Penyakit kelamin
4. TBC
5. Jantung
6. Asma dll


Adapun tipsnya, cuma satu yaitu jaga kesehatan, selain itu cukup istirahat dan jangan kebanyakan main game


Bagi anda yang memiliki penyakit tersebut sebaiknya tidak melamar pada posisi yang membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Cobalah melamar pada posisi back office, jika anda yang ingin mendapatkan tips-tips sehat agar tubuh sehat dan lolos dalam tahapan Medical Check-Up ini bisa ikuti tipsnya di resep sehat (di klik ya, supaya dapat tips sehat-nya), demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi anda yang akan mencari pekerjaan.

Tips Untuk Membuat Surat Lamaran Kerja



Surat lamaran kerja merupakan surat yang wajib anda tulis untuk menyampaikan maksud anda melamar pekerjaan sesuai posisi yang tersedia di sebuah kantor atau perusahaan. Surat lamaran kerja menjadi faktor penting yang menentukan ditindaklanjuti atau tidaknya lamaran anda.


Karena itu sejumlah hal yang berhubungan dengan isi dan penulisan surat lamaran perlu anda perhatikan, seperti di bawah ini;


Untuk Pekerjaan
Para pencari kerja sering mengirim surat lamaran beserta resume atau cv sebagai cara untuk memperkenalkan diri kepada pihak manajemen perusahaan yang potensial dan menjelaskan kalau mereka layak untuk menempati posisi yang mereka butuhkan. Perusahaan sering menggunakan surat lamaran kerja sebagai cara untuk menyaring para pelamar.
Sebuah surat lamaran kerja biasanya dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

  • Perkenalan diri dari pencari kerja kepada perusahaan dan sekaligus menginformasikan darimana pelamar mengetahui lowongan kerja tersebut.
  • Pengalaman yang dimiliki oleh pencari kerja yang berhubungan dengan lowongan kerja tersebut.
  • Uraian alasan kenapa perusahaan harus memilih anda untuk mengisi lowongan kerja tersebut.

Format
Surat lamaran biasanya satu halaman saja yang terdiri dari bagian kepala surat, isi dan penutup.


Kepala Surat
Surat lamaran menggunakan gaya surat standar dengan mencantumkan nama, alamat, nomor telepon atau email, tanggal penulisan lamaran. Pastikan tulisan anda mudah dibaca. Selanjutnya tulis nama yang dituju dan jabatannya ditambah nama perusahaan, alamat kota dan kode pos. Baru kemudian salam pembuka untuk pihak yang dituju seperti "Dengan Hormat Kepala Personalia"


Isi
Pendahuluan bisa diisi pengantar singkat menyatakan posisi tertentu yang diinginkan. Selanjutnya utarakan mengapa anda sebagai pencari kerja tertarik pada pekerjaan tersebut. Hal-hal yang dibahas biasanya termasuk keterampilan, kualifikasi dan pengalaman kerja di masa lalu.


Penutup
Bagian ini bisa diisi dengan harapan anda kepada pihak perusahaan untuk menerima balasan atas surat lamaran anda tersebut. Jangan lupa mencantumkan tanda tangan dan nama lengkap anda sebagai akhir penulisan surat lamaran.

Resume Bagian Dari Surat Lamaran Kerja



Resume merupakan bagian penting dari surat lamaran kerja. Karena itu isinya wajib anda prioritaskan. saya memberikan saran bagaimana untuk membuat resume yang baik dan benar. Baiklah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan resume.

  • Format & Penyajian
Perhatikan persyaratan yang diajukan. Kebanyakan organisasi atau perusahaan dengan senang hati menerima resume dalam bentuk word document dan disimpan dalam file sebagai .doc atau mempertahankan format dan font dalam resume anda yang disimpan dalam format PDF. Tetapi anda harus yakin bahwa perusahaan mau menerima file dalam bentuk PDF jika tidak sebaiknya anda mengunakan font standar untuk menjaga file diterima oleh perusahaan tanpa ada masalah. Perusahaan atau organisasi yang lebih besar biasanya menggunakan sistem aplikasi elektronik dimana resume disebarkan di dalam kantor melalui email atau fotocopy. Buatlah resume yang singkat, padat dan jelas sehingga gampang dimengerti dengan hanya membacanya sekilas. Resume diusahakan ditulis maksimal 2 halaman.
  • Data-data Pribadi
Untuk data-data pribadi sebaiknya nama, alamat, nomor telepon dan alamat email ditulis di bagian paling atas. Sebaiknya jangan memasukkan nomer telepon kantor kecuali anda memiliki kantor atau ruangan pribadi dimana anda bisa mengangkat telepon tanpa ada yang mendengar. Jika anda menggunakan handphone pastikan anda bisa menjawab telepon kapan saja ketika pihak perusahaan menghubungi anda.
  • Riwayat Pekerjaan
Menulis riwayat pekerjaan bisa dimulai dari pekerjaan yang masih anda lakukan saat ini lalu bisa ke pekerjaan sebelumnya. Jika anda baru lulus SMA/SMK tentunya belum bisa memiliki daftar riwayat pekerjaan. Perhatikan, dalam menulis riwayat pekerjaan sebaiknya jagan hanya menulis tugas dan tanggung jawab yang dilakukan dan lamanya bekerja, tapi sebaiknya anda juga menekankan prestasi anda dan tunjukkan bagaimana anda berpartisipasi dalam perusahan. Sampaikan ini dengan singkat dan tidak bertele-tele.
  • Pendidikan
Mulailah dengan tingkat pendidikan tertinggi  seperti halnya menulis riwayat pekerjaan yang di mulai dari pekerjaan yang masih anda kerjakan atau yang baru saja anda tinggalkan. Jika anda memiliki riwayat kursus atau pernah mendapatkan beasiswa sebaiknya anda masukkan juga dalam daftar riwayat pendidikan anda.


Semoga artikel yang saya tulis ini bisa membantu teman-teman semua supaya sukses dalam mendapatkan pekerjaan.

Mengulas Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja



Bagi orang yang sedang mencari pekerjaan, wawancara kerja adalah momen yang mereka tunggu-tunggu sekaligus yang paling mendebarkan. Dan bagi mereka yang mencari pekerjaan baru, momen ini dapat digunakan untuk menemukan pekerjaan yang mereka butuhkan atau sesuai dengan kriteria mereka.
Berikut ini mengulas beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara untuk melihat kualitas pencari kerja dan cara untuk Anda menjawab dari pertanyaan tersebut.
  • Mengapa Anda keluar dari pekerjaan yang lama? Berapa banyak orang lain mengalami PHK? Mengapa Anda? Pertanyaan ini bertunjuan untuk mengetahuai apakah ada yang salah dengan Anda atau tidak. Apakah Anda di keluarkan karena ada seseorang yang lebih berkompeten yang siap mengganti posisi Anda. Ataukah pihak perusahaan melakukan PHK karena mereka ingin menghemat anggaran untuk gaji karyawan.
  • Jika Anda bekerja, bagaimana Anda mengatur waktu untuk wawancara? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah Anda membohongi atasan Anda saat ini karena diam-diam mencari pekerjaan baru. Katakan saja bahwa Anda mengambil waktu pribadi karena Anda merasa bahwa pekerjaan yang di tawarkan ini, lebih bagus daripada pekerjaan Anda saat ini. Jika disarankan untuk wawancara lebih lanjut, katakan bahwa pencarian pekerjaan baru ini bersifat rahasia dan tidak ketahui oleh atasan Anda, dan tanyakan apakah ada kemungkinan wawancara dilakukan pada waktu yang tepat.
  • Bagaimana persiapan Anda untuk wawancara ini? Artinya apakah pekerjaan ini cukup penting untuk Anda atau tidak. Jika penting, tentunya Anda melakukan persiapan yang matang. Katakan saja bahwa Anda sangat menginginkan pekerjaan ini, dan tentu saja sudah melakukan persiapan seperti mengunjungi website perusahaan untuk mengenal perusahaan ini lebih jauh.
  • Apakah Anda mengenal orang yang saat ini bekerja di perusahaan ini? Pertanyaan ini memiliki dua maksud : Pertama, jika teman Anda yang mengajukan lamaran Anda ke perusahaan atau bagian perekrutan pegawai baru, tentu saja teman Anda memiliki posisi atau reputasi yang bagus dalam perusahan. Dan yang kedua, jika Anda ternyata benar-benar memiliki teman yang bekerja di perusahaan itu, teman Anda dapat dijadikan acuan untuk menerima Anda atau tidak. Pastikan bahwa teman Anda memiliki reputasi yang baik dalam perusahaan jika Anda mengatakan “Ya”.
  • Anda benar-benar ingin bekerja di mana? Melakukan apa? Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui apakah Anda mengajukan lamaran untuk setiap lowongan pekerjaan yang Anda lihat, atau melamar di tempat yang benar-benar sesuai dengan keinginan Anda. Jawablah “ Ini adalah tempat di mana saya ingin bekerja, dan pekerjaan ini sesuai dengan keinginan saya. Saya memiliki apa yang Anda butuhkan dan Anda memiliki apa yang saya inginkan. Saya tidak sabar untuk bekerja di sini.”
  • Hal apa dari rekan kerja atau bos yang paling mengganggu Anda? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman buruk Anda di pekerjaan sebelumnya. Pura-puralah untuk merenung sejenak, gelengkan kepala dan katakan bahwa tidak ada yang mengganggu Anda. Lanjutkan dengan beberapa kalimat penjelasan mengenai bagaimana Anda tampak akrab dengan hampir semua orang.
  • Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana Anda memecahkan masalah kerja / studi? Pertanyaan ini bertujuan untuk menguji sejauh mana kemampuan berpikir kritis Anda serta kemampuan mengembangkan solusi. Kebanyakan pencari kerja lupa untuk mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini.
  • Coba jelaskan apakah Anda pernah mengalami/membuat masalah yang berkaitan dengan pekerjaan atau waktu studi? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Anda belajar dari pengalaman. Anda dapat memberikan jawaban yang menunjukan bahwa Anda memiliki niat yang baik serta mau belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut.
  • Bagaimana pekerjaan ini di bandingkan dengan pekerjaan lain yang saat ini Anda ajukan lamaran? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perusahan lain yang sedang mempertimbangkan untuk menerima Anda atau tidak. Ini bermaksud untuk mengumpulkan data serta berlaku adil dalam persaingan mendapatkan pekerja dengan perusahan lain.
  • Jika Anda memenangkan undian berhadiah, apakah Anda masih tetap bekerja? Pertanyaan ini bermaksud untuk melihat motivasi Anda, etos kerja dan semangat kerja Anda. Katakan saja, bahwa Anda masih mau bekerja, karena bekerja, menghadapi tantangan, mendapatkan prestasi dari pekerjaan adalah hal yang membuat orang bahagia.
Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi para pelamar kerja.

Kesalahan yang Dilakukan Pelamar Kerja



Persaingan kerja saat ini sangat tinggi, akibat jumlah lowongan pekerjaan yang terpaut jauh dengan pencari kerja. Akibatnya, jumlah pengangguran terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, berdasarkan data, pengangguran didominasi oleh para sarjana. Anda akan menemukan bahwa persentasi terbesar yang menganggur adalah sarjana.


Untuk bisa memenangkan satu kursi pekerjaan yang diperebutkan oleh ratusan ribu pelamar, Anda harus menjadi yang terbaik di bidang Anda.


Namun demikian, ada saja kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar kerja baik itu disengaja atau tidak.

  • Meremehkan tampilan surat lamaran dan CV. Tidak sedikit pelamar kerja yang menulis surat lamaran dan CV secukupnya. Kenapa saya katakan secukupnya? Karena yang utama baginya maksudnya sudah tersampaikan dan kualifikasinya sudah diutarakan. Padahal, surat lamaran dan CV inilah yang menjadi representasi pertama pelamar terhadap perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk disajikan dengan menarik.
  • Tampil seadanya. Ini sering dilakukan oleh pelamar fresh graduate. Dengan alasan belum memiliki pakaian yang memadai. Padahal kan bisa pinjam dulu kemeja yang pas sama keluarga atau teman. Yang penting adalah tampil maksimal apalagi jika akan mengikuti wawancara.
  • Berusaha menjadi orang lain. Banyak pelamar yang berhadapan dengan pewawancara dengan kaku dan banyak gugupnya karena sedang tidak menjadi dirinya sendiri. Apapun situasinya just be your self.
  • Fokus pada apa yang bisa didapat. Sering di jumpai orang ketika wawancara terlalu terfokus pada apa yang bisa didapatnya. Berapa besar gajinya, tunjangan lainnya apa saja, fasilitas yang diperoleh apa, dll. Tidak salah memang, karena salah satu motivasi orang cari kerja atau pindah tempat kerja adalah hal-hal itu. Namun, jangan itu yang dijadikan fokus. Fokuslah pada kemampuan Anda, apa yang bisa Anda kontribusikan terhadap kemajuan perusahaan, atau kesesuaian keahlian Anda dengan kebutuhan perusahaan. Jika Anda memang orang yang dibutuhkan, maka gaji, tunjangan, dan fasilitas dengan sendirinya bisa disesuaikan.
  • Melupakan latihan. Practice make perfect, jangan lupakan itu. Semakin sering berlatih, semakin bisa tampil lebih santai dan percaya diri.


Demikian artikel ini dibuat untuk membantu mengurangi kesalahan, bagi yang akan mencari kerja. Semoga bermanfaat dan Sukses dalam mencari kerja.

Tips Melamar Pekerjaan


Beberapa tips melamar pekerjaan:



  • Lamar pekerjaan yang anda minati dan yakin mampu melaksanakan.
  • Buatlah surat lamaran yang terkesan individual/personal khusus untuk perusahaan yang dimaksud jangan membuat surat lamaran yang sudah diformat secara standard atau meniru /jiplak mentah-mentah dari buku.
  • Usahakan surat tersebut singkat , faktual dan menarik dengan bahasa yang jelas dan penampilan yang menarik dalam arti rapi (tidak ada kesalahan dalam ejaan atau tatabahasa), bersih ( tinta hitam diatas kertas putuh, jangan ada koreksi seperti tippex atau perbaikan dengan pensil/bolpoin sebaiknya ketik dan cetak ulang saja) dan selalu berusaha ditujukan kepada seseorang tertentu (nama dan /atau jabatan yang spesifik).
  • Surat lamaran maksimal hanya satu halaman, selalu disertai resume/C.V. (curriculum vitae) anda dan memberi impresi pertama yang positif tentang anda.
  • Resume/C.V. anda sebaiknya memberi detail tentang pribadi anda mencakup latar belakang pendidikan, ketrampilan-ketrampilan yang anda miliki, pengalaman kerja (full-time atau part-time atau free lance yang memberi anda kompetensi tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan), aktivitas (organisasi, masyarakat, olah raga, dan sebagainya) dan prestasi – prestasi (disekolah maupun luar sekolah) yang pernah anda raih. Ciri resume / C.V. yang baik adalah : rapi, simpel, jujur dan akurat . Sebaiknya bersih dan disusun agar penyampaian informasi menarik dan mudah dibaca. Berilah jarak (margin) pada semua sisi resume/c.v anda sebesar 1″ (minimal 1/2″ kalau anda kekurangan space untuk mengisi informasi tentang diri anda) Bagian putih ini membuat resume anda menarik, bersih dan mudah dibaca sekaligus memberi tempat bagi pembaca untuk membubuhkan catatan langsung pada resumemu. Gunakan kertas dan tinta yang sama dengan surat lamarannya.
  • Proof read ulang surat lamaran dan resume/C.V. anda Pastikan bahwa tidak ada kesalahan Tipografis, tatabahasa/grammar, bahasa yang diulang-ulang/repetitif, layout yang kurang rapi (miring atau tidak lurus) ataupun kesalahan lain. Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh pekerjaan.
  • Silahkan membaca buku/literatur yang tersedia di toko-toko buku. Banyak yang mengulas cara-cara dan kiat yang efektif dalam menulis surat lamaran , resume/C.V. maupun wawancara.
Demikianlah tips pada postingan Dunia Kerja kali ini, semoga bermanfaat....