Tampilkan postingan dengan label Perusahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perusahaan. Tampilkan semua postingan

Tips Mengundurkan Diri Dengan Elegan

keluar kerja

Bagaimana jika kita sudah bosan dengan pekerjaan kita lalu kita ingin mendapatkan tantangan baru di dunia kerja, atau kita ingin mandiri untuk buka usaha sendiri dan sudah bosan ikut dengan orang lain, dan kita ingin mengundurkan diri dari tempat kerja lama kita, tetapi kita bingung bagaimana menyampaikannya ke atasan kita untuk mengundurkan diri, nah mari kita bahas ini di artikel kali ini, saya sebelumnya sudah posting Sukses Wawancara Kerja di Perusahaan, dan sekarang kita akan membahas cara Mengundurkan Diri dengan Elegan.
  • Alasan Melanjutkan Pendidikan.
Kondisi ini cocok diterapkan sebagai alasan Anda, apabila perusahaan di dunia kerja Anda saat ini menetapkan kriteria pendidikan untuk jenjang jabatan tertentu dan Anda mentok dengan jabatan Anda karena strata pendidikan yang Anda miliki. Dengan alasan ini, atasan Anda akan memahami posisi Anda, dan tidak akan mempersulit proses keluar Anda.
  • Alasan Pengembangan Karir.
 Alasan pengembangan karir biasanya digunanakan ketika Anda diterima di perusahaan bidang sejenis dengan skala lebih besar, misalnya Anda bekerja di Microsoft dan pindah ke Oracle, atau dari Bank swasta diterima di Bank Indonesia dan sebagainya. Pengembangan karir dan peningkatan kesejahteraan merupakan hak masing-masing pegawai. Jadi tidak ada alasan manager Anda untuk menahan kepindahan Anda dari dunia kerja yang saat ini Anda geluti.
  • Alasan Keluarga.
Alasan dengan tips ini sangat cocok digunakan ketika Anda bekerja terpisah dengan keluarga Anda, misalnya Anda di Jakarta sedangkan anak dan istri berada di luar Jakarta. Dengan pertimbangannya adalah hubungan keluarga yang menjadi kurang dekat dan biaya rumah tangga yang cukup besar, karena Anda harus menyiapkan biaya tambahan transportasi dan kehidupan sehari-hari Anda di Jakarta.
  • Alasan Melanjutkan Usaha Orang Tua.
Dalam hal ini, posisi Anda adalah anak tunggal atau anak lelaki satu-satunya. Anda bisa menyampaikan bahwa usaha orang tua di rumah perlu kesinambungan untuk diurus dan Andalah satu-satunya yang bisa meneruskannya. Jadi, mau tidak mau Andalah yang harus mengurusi usaha tersebut.
  • Alasan Kesehatan Orang Tua.
Alasan mengurusi orang tua yang tinggal di luar kota, merupakan alasan yang luhur dan sangat elegan, karena hal ini menunjukan Anda sebagai anak yang berbakti dan tidak egois. Atasan sudah pasti akan bersimpati pada Anda dan proses pengunduran diri Anda tidak akan sulit.

Nah bagaimana dengan tips dunia kerja diatas, Anda bisa menggunakannya dan bisa menambahkannya, sehingga Anda bisa mendapatkan suatu pekerjaan yang lebih baik yang anda inginkan, dan selanjutnya mari lanjutkan bacaan Anda dengan memperhatikan kesehatan Anda dengan membaca Resep Sehat.

Semoga Bermanfaat.

Bisnis Global dan Keragaman Pekerja


BISNIS GLOBAL DAN KERAGAMAN PEKERJA

Memasuki era bisnis global berarti meningkatnya kesiapan para pebisnis domestik menyambut kedatangan pekerja dari luar negeri. Hal demikian tidak bisa dihindari ketika perusahaan masuk dalam aliansi manajemen sumberdaya manusia internasional. Dalam hal ini kecenderungan menghadapi bisnis global dan keragaman pekerja juga menjadikan tantangan tersendiri bagi departemen SDM. Kultur perusahaan antarnegara bisa jadi berbeda signifikan. Lalu apa saja yang harus dilakukan perusahaan domestik?


Sebagai contoh, sikap budaya tentang peranan perempuan yang meningkat dalam pekerjaan menyebabkan banyak perusahaan melakukan rancangan kembali program pengembangan mereka dan menempatkan perempuan dalam pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan laki-laki. Begitu pula keragaman tingkat pendidikan di antara para pekerja telah mengarahkan perusahaan untuk meningkatkan sejumlah fasilitas, seperti bahan bacaan, tulisan, aritmatik, dan bahasa Inggris bagi pekerja asing. Bagi sebagian besar pekerja yang tidak berbahasa Inggris di beberapa perusahaan, bahan-bahan pelatihan terkadang di adaptasikan ke bahasa yang dikuasainya.


Departemen SDM yang proaktif akan mengembangkan program-programnya termasuk pelatihan yang beragam. Di sini perhatian kurang diberikan pada banyak model permainan peran atau pemodelan perilaku, tetapi lebih pada menciptakan sensitivitas pekerja pada ragam kondisi tempat kerja. Sebagai contoh, berikut ini disajikan hasil sebuah survei di USA tentang beragam pelatihan yang dilakukan perusahaan-perusahaan untuk memperkecil keragaman berbagai aspek kehidupan di kalangan pekerja dari berbagai negara (% dari total perusahaan).


a. Pelatihan sensitivitas keragaman kultural: 53%.
b. Pelatihan komunitas silang budaya: 32%.
c. Pelatihan isu gender: 42%.
d. Pelatihan gangguan karena penempatan kerja yang bebas: 71%.
e. Pelatihan kesadaran seksual: 15%
f. Pelatihan kesadaran ketidakmampuan/kekurangan diri: 56%.


Ketika sebuah perusahaan menyediakan pelatihan untuk orang-orang asing, isi atau muatan dan pelayanan harus disesuaikan dengan kebiasaan dan harapan lokal antara lain dalam hal teknik pembelajaran, gaya kepemimpinan, metode diskusi, dan metode praktek kerja. Termasuk susunan tempat duduk, periode dan waktu pelatihan, makanan, dan akomodasi. Ketika pelatihan tingkat internasional diterapkan, perusahaan memfasilitasinya dengan program pementoran, yang biasanya dilakukan oleh tingkat wakil direktur atau di atasnya. Disini, mentor berfungsi mengurangi rasa khawatir atau rasa bingung di kalangan pekerja asing dengan memfasilitasi bimbingan dan kontak-kontak perorangan. Semuanya membutuhkan perhatian yang berfokus pada penyesuaian pekerja asing dalam mengadaptasi kultur masyarakat dan perusahaan. Hal demikian sangat penting agar terjadi saling berbagi visi diantara para pekerja domestik dan asing. Sekaligus terjadi sinergitas proses pekerjaan diantara dua kelompok pekerja itu.

Membangun Suasana Hangat di Kantor



Sebagian orang berfikir bahwa kantor merupakan tempat yang paling membuat kita stres dengan banyaknya pekerjaan yang menumpuk. Padahal stres karena pekerjaan itu bisa menghambat performance dan karir kita di kantor. Jangan heran kalo banyak karyawan yang banyak mengundurkan diri karena ingin mencari suasana yang nyaman dan bebas dari stres.

Sebenarnya apapun yang Anda kerjakan akan berhasil maksimal jika Anda menjalankannya dengan senang hati tanpa adanya keluhan, begitu pun dengan pekerjaan di kantor, bisa terasa lebih ringan ketika mood sedang baik. 

Berikut tips membangun suasana hangat di kantor:

Jauhkan Diri dari Pikiran Negatif
Syukurilah apa yang diberikan Tuhan kepada Anda dan selalu berfikiran positif bahwa mencari pekerjan di zaman sekarang tidakah mudah. Anda adalah salah satu orang yang beruntung karena telah mendapatkan pekerjaan. Coba Anda lihat, di luar sana masih banyak pengangguran / Pencari Kerja yang sedang berjuang untuk mendapatkan kerja. Ketika Anda mampu berfikir positif maka semuanya akan terlihat lebih tenang dan menyenangkan.

Menantang Diri
Tantang diri Anda sendiri untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Jangan merasa takut dan gelisah karena pekerjaan yang rumit. Buatlah pekerjaan Anda sesuatu hal yang dapat memotivasi Anda untuk lebih produktif.

Networking
Bertemu dengan orang – orang baru akan membuat sesuatu yang berbeda dari rutinitas, penyegaran dan menambah kolega atau rekan – rekan kerja sehingga akan memperluas networking Anda, yang ujung - ujungnya akan berguna untuk karir Anda kedepannya.

Menghabiskan Waktu Akhir Pekan dengan Rekan Kerja
Rekan kerja bukan hanya menjadi partner dalam bekerja tapi bisa juga menjadi teman bergaul yang menyenangkan, misalnya menghabiskan waktu makan- makan bersama atau membawakan makanan untuk mereka di kantor, pastinya suasana akan lebih menyenangkan dan adanya kehangatan antar rekan kerja.

Semoga bermanfaat, baca terus artikel-artikel mengenai Dunia Kerja di situs ini. Terima Kasih.

Tips Untuk Membuat Surat Lamaran Kerja



Surat lamaran kerja merupakan surat yang wajib anda tulis untuk menyampaikan maksud anda melamar pekerjaan sesuai posisi yang tersedia di sebuah kantor atau perusahaan. Surat lamaran kerja menjadi faktor penting yang menentukan ditindaklanjuti atau tidaknya lamaran anda.


Karena itu sejumlah hal yang berhubungan dengan isi dan penulisan surat lamaran perlu anda perhatikan, seperti di bawah ini;


Untuk Pekerjaan
Para pencari kerja sering mengirim surat lamaran beserta resume atau cv sebagai cara untuk memperkenalkan diri kepada pihak manajemen perusahaan yang potensial dan menjelaskan kalau mereka layak untuk menempati posisi yang mereka butuhkan. Perusahaan sering menggunakan surat lamaran kerja sebagai cara untuk menyaring para pelamar.
Sebuah surat lamaran kerja biasanya dibagi dalam tiga bagian, yaitu:

  • Perkenalan diri dari pencari kerja kepada perusahaan dan sekaligus menginformasikan darimana pelamar mengetahui lowongan kerja tersebut.
  • Pengalaman yang dimiliki oleh pencari kerja yang berhubungan dengan lowongan kerja tersebut.
  • Uraian alasan kenapa perusahaan harus memilih anda untuk mengisi lowongan kerja tersebut.

Format
Surat lamaran biasanya satu halaman saja yang terdiri dari bagian kepala surat, isi dan penutup.


Kepala Surat
Surat lamaran menggunakan gaya surat standar dengan mencantumkan nama, alamat, nomor telepon atau email, tanggal penulisan lamaran. Pastikan tulisan anda mudah dibaca. Selanjutnya tulis nama yang dituju dan jabatannya ditambah nama perusahaan, alamat kota dan kode pos. Baru kemudian salam pembuka untuk pihak yang dituju seperti "Dengan Hormat Kepala Personalia"


Isi
Pendahuluan bisa diisi pengantar singkat menyatakan posisi tertentu yang diinginkan. Selanjutnya utarakan mengapa anda sebagai pencari kerja tertarik pada pekerjaan tersebut. Hal-hal yang dibahas biasanya termasuk keterampilan, kualifikasi dan pengalaman kerja di masa lalu.


Penutup
Bagian ini bisa diisi dengan harapan anda kepada pihak perusahaan untuk menerima balasan atas surat lamaran anda tersebut. Jangan lupa mencantumkan tanda tangan dan nama lengkap anda sebagai akhir penulisan surat lamaran.

Resume Bagian Dari Surat Lamaran Kerja



Resume merupakan bagian penting dari surat lamaran kerja. Karena itu isinya wajib anda prioritaskan. saya memberikan saran bagaimana untuk membuat resume yang baik dan benar. Baiklah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan resume.

  • Format & Penyajian
Perhatikan persyaratan yang diajukan. Kebanyakan organisasi atau perusahaan dengan senang hati menerima resume dalam bentuk word document dan disimpan dalam file sebagai .doc atau mempertahankan format dan font dalam resume anda yang disimpan dalam format PDF. Tetapi anda harus yakin bahwa perusahaan mau menerima file dalam bentuk PDF jika tidak sebaiknya anda mengunakan font standar untuk menjaga file diterima oleh perusahaan tanpa ada masalah. Perusahaan atau organisasi yang lebih besar biasanya menggunakan sistem aplikasi elektronik dimana resume disebarkan di dalam kantor melalui email atau fotocopy. Buatlah resume yang singkat, padat dan jelas sehingga gampang dimengerti dengan hanya membacanya sekilas. Resume diusahakan ditulis maksimal 2 halaman.
  • Data-data Pribadi
Untuk data-data pribadi sebaiknya nama, alamat, nomor telepon dan alamat email ditulis di bagian paling atas. Sebaiknya jangan memasukkan nomer telepon kantor kecuali anda memiliki kantor atau ruangan pribadi dimana anda bisa mengangkat telepon tanpa ada yang mendengar. Jika anda menggunakan handphone pastikan anda bisa menjawab telepon kapan saja ketika pihak perusahaan menghubungi anda.
  • Riwayat Pekerjaan
Menulis riwayat pekerjaan bisa dimulai dari pekerjaan yang masih anda lakukan saat ini lalu bisa ke pekerjaan sebelumnya. Jika anda baru lulus SMA/SMK tentunya belum bisa memiliki daftar riwayat pekerjaan. Perhatikan, dalam menulis riwayat pekerjaan sebaiknya jagan hanya menulis tugas dan tanggung jawab yang dilakukan dan lamanya bekerja, tapi sebaiknya anda juga menekankan prestasi anda dan tunjukkan bagaimana anda berpartisipasi dalam perusahan. Sampaikan ini dengan singkat dan tidak bertele-tele.
  • Pendidikan
Mulailah dengan tingkat pendidikan tertinggi  seperti halnya menulis riwayat pekerjaan yang di mulai dari pekerjaan yang masih anda kerjakan atau yang baru saja anda tinggalkan. Jika anda memiliki riwayat kursus atau pernah mendapatkan beasiswa sebaiknya anda masukkan juga dalam daftar riwayat pendidikan anda.


Semoga artikel yang saya tulis ini bisa membantu teman-teman semua supaya sukses dalam mendapatkan pekerjaan.

Cara Mengantisipasi Pemecatan Kerja

Pemecatan memang masih menjadi hal yang menakutkan bagi karyawan suatu perusahaan. Cara mengantisipasi PHK atau pemecatan juga tidak bisa dibilang mudah karena membutuhkan proses. Mencari pekerjaan saat ini gampang-gampang susah. Gampang jika kita bersedia mengambil pekerjaan yang biasa saja dengan gaji standar. Susah jika kita ingin bekerja sesuai harapan dan dengan gaji diatas standar.

Pemutusan Hubungan Kerja atau pemecatan memang cukup sering terjadi di kantor atau perusahaan yang memiliki manajemen yang lemah sehingga kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Kita juga tidak bisa menyalahkan perusahaan yang mem-PHK karyawannya karena semua dilakukan untuk                menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan atau mencegah PHK besar-besaran. Yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi PHK atau pemecatan itu sendiri sehingga kita siap dan tidak terlalu kecewa. 

Sebenarnya tanda-tanda perusahaan sudah tidak sehat bisa kita ketahui dari keterlambatan pembayaran gaji, bos sering marah-marah, tidak mendapat THR atau juga bonus kerja dipotong. Nah, jika gejala ini terjadi mulailah mengantisipasi PHK yang bisa saja terjadi sama kamu. Simak cara mengantisipasi PHK atau pemecatan di bawah ini.

Bersikap Tenang
Memang siapa pun yang mendengar kabar pemecatan pasti panik tapi ingatlah selalu rejeki dan pekerjaan juga diatur oleh yang diatas. Selain itu perusahaan pasti memberi kita pesangon kok untuk kebutuhan hidup beberapa bulan ke depan, jadi jangan terlalu khawatir.

Perhitungkan Pengeluaran
Mulai irit dan pangkas pengeluaran yang tidak penting. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan dana yang mungkin kita perlukan seandainya jumlah pesangon yang kita terima terbatas dan kita masih menganggur.

Mencari Celah Lowongan Kerja
Kita harus mulai aktif mencari peluang atau lowongan kerja dari koran, internet, keluarga atau teman. Siapa tahu dari mereka kita bisa mendapatkan informasi pasti mengenai ketersediaan pekerjaan yang sesuai keahlian kita.

Tambah Keterampilan
Menambah keahlian kita di bidang tertentu juga perlu mengingat persaingan dunia kerja yang semakin meningkat sehingga satu keahlian atau keterampilan tidaklah cukup. Ikuti kursus sesuai bidang yang diminati kemudian tekuni untuk memperpanjang daftar keterampilan kita di CV atau resume.

Siapa pun pasti berharap pekerjaan mereka lancar dan perusahaan stabil sehingga bisa bekerja dengan tenang namun tidak ada salahnya sedikit mengetahui cara mengantisipasi PHK atau pemecatan.


Perusahaan yang Baik




Ciri perusahaan yang baik ternyata tidak dilihat dari jumlah karyawan, keuntungan yang didapat perusahaan atau jumlah gaji karyawannya. Ada beberapa hal lain yang ternyata bisa dijadikan tolak ukur bagi kita untuk mengetahui seperti apa ciri perusahaan yang baik atau sehat tersebut. Nah, berikut ini antara lain ciri-ciri perusahaan yang baik.
  • Jam kerja perusahaan jelas dan teratur serta ada uang lembur jika karyawannya terdesak pekerjaan yang menumpuk. Plus, hari Sabtu dan Minggu para karyawannya berhak untuk libur.
  • Semua anggota keluarga karyawan (istri/suami dan anak) mendapat tanggungan kesehatan. 
  • Perusahaan memberikan para karyawan hak untuk cuti tahunan lengkap dengan uang cuti minimal satu kali gaji.
  • Perusahaan yang baik memberikan bonus tahunan kepada karyawan minimal dua kali gaji.
  • Pengembangan diri dan kinerja karyawan sangat diperhatikan sehingga pelatihan, workshop atau outbound rutin diadakan oleh pihak perusahaan.
  • Perusahaan memberikan jenjang karir yang jelas untuk para karyawannya.
  • Untuk perusahaan yang benar-benar sehat dan bonafit terkadang memberikan tunjangan perumahan, kendaraan dan pendidikan untuk para karyawannya.
  • Terakhir, perusahaan yang baik akan memberikan pesangon dan tunjangan hari tua jika masa kinerja para karyawannya telah berakhir.
Bagi yang sudah bekerja poin di atas bisa dijadikan acuan untuk menilai keadaan perusahaan sekarang. Memang untuk bisa bekerja di perusahaan seperti ini tidaklah mudah. Biasanya pihak perusahaan akan mencari karyawan yang pintar dan bertalenta untuk mengisi posisi atau lowongan kerja yang tersedia setelah mengikuti serangkaian tes yang ketat. Namun jika perusahaan saat ini kita bekerja tidak bisa memenuhi semua poin di atas janganlah berkecil hati setidaknya yang harus bisa dipenuhi perusahaan yaitu tunjangan kesehatan, THR dan tunjangan hari tua. Jika ketiga hal tersebut dipenuhi perusahaan, sudah bisa kok dikategorikan ciri perusahaan yang baik.