Tampilkan postingan dengan label Produktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produktif. Tampilkan semua postingan

Kesehatan Untuk Semangat Totalitas Kerja




Ada alasan tertentu mengapa banyak orang mengidamkan kesehatan jasmani. Selain untuk merasa nyaman dan menikmati kehidupan, kesehatan yang optimal juga merupakan potensi untuk melakukan hal-hal terbaik dan menghasilkan karya hebat, semisal totalitas dan pencapaian kerja yang maksimal. Tanpa memiliki kesehatan yang optimal, seseorang akan sulit untuk melakukan hal-hal yang selayaknya ia lakukan, semisal kerja keras, dedikasi yang tulus, serta pencapaian kerja yang ditargetkan. Sebab itulah, tidak berlebihan kiranya jika kesehatan dianggap sebagai barang yang mahal dan mewah, khususnya bagi orang yang kesehatannya sedang terganggu. Karena faktor inilah, beberapa orang juga melakukan antisipasi yang cukup ketat untuk menjaga kesehatan dan menghindari sakit, semisal olahraga yang teratur, mengatur pola makan dan hidup sehat, serta menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik.


Kesehatan juga menjadi modal utama bagi semua orang—terlepas dari apapun posisi dan profesinya—modal untuk bisa rajin dalam bekerja dan memunculkan, menjaga, dan mempertahankan semangat kerja. Di antara beberapa hal yang melatarbelakangi muncul atau bertahannya semangat kerja seseorang adalah faktor kesehatan. Seseorang yang memiliki kesehatan yang optimal cenderung akan memiliki semangat kerja yang maksimal, sebab ia akan berpikir bahwa kesehatan yang dimilikinya memungkinkan ia untuk melakukan sesuatu, mengejar target, dan menyelesaikan segala hal yang telah menjadi kewajibannya semaksimal dan secepat mungkin. Beberapa paparan di atas menunjukkan bahwa kesehatan memiliki peran yang sangat signifikan dalam totoalitas kerja seseorang, baik intensitas kerja maupun semangat kerja yang bersangkutan.


Untuk mendapatkan banyak tips kesehatan anda dapat membacanya di Resep Sehat. Semoga Bermanfaat

Cara Tetap Produktif Bekerja Di Rumah



Orang yang bekerja di rumah kadang mengalami stres karena tidak ada teman diskusi dan lingkungan yang itu-itu saja ditambah dengan gabungan kerjaan rumah yang terus membayangi. Berikut tips sehat agar tetap nyaman kerja dari rumah tanpa gangguan stres.


Studi menunjukkan bahwa, orang yang bekerja dari rumah 15-55 persen lebih produktif daripada mereka yang bekerja di kantor. Namun, sebenarnya bekerja dari rumah pun memiliki gangguan yang tidak sedikit. Gangguan-gangguan tersebut dapat berupa gonggongan anjing, panggilan telepon dan pekerjaan rumah tangga yang malah bikin depresi.


Berikut adalah 7 cara untuk tetap produktif ketika bekerja dari rumah:
1. Membuat deadline sendiri
Para ahli menyarankan menciptakan deadline sendiri untuk mengerjakan setiap tugas dapat menyebabkan jadwal lebih teratur. Menentukan deadline sendiri juga dapat menghindarkan harus melakukan lembur diakhir waktu sehingga orang bisa menjauh dari stres.


2. Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan sehari-hari
Buatlah daftar baru setiap hari dengan perkiraan yang realistis dari apa yang dapat dilakukan dalam satu hari. Beberapa orang lebih suka untuk membuat satu daftar untuk seminggu dan dengan longgar mengikutinya.
Tetapi untuk sebagian orang mungkin kurang produktif dengan deadline yang lebih lama. Harold Taylor, seorang ahli manajemen waktu, merekomendasikan untuk bekerja selama 90 menit, dan kemudian istirahat terlebih dahulu.


3. Menghabiskan waktu istirahat dengan efektif
Cobalah untuk menghabiskan waktu istirahat dengan meninggalkan kursi kerja. Setiap 90 menit, berdirilah dan lakukan peregangan atau melakukan tugas rumah tangga yang cepat, seperti mencuci piring atau menyiram tanaman.
Atau, dapat berjalan-jalan sejenak di sekitar, melakukan beberapa kali sit up atau push up. Melakukan aktivitas fisik sejenak ketika istirahat dapat menyegarkan pikiran dan membakar kalori sehingga orang terhindar dari masalah kegemukan.


4. Menciptakan rutinitas
Paling efektif bekerja di rumah adalah dengan menciptakan rutinitas sendiri untuk mengatur pekerjaan kita sendiri. Seperti misalnya dengan mendapatkan secangkir kopi dan duduk untuk kemudian langsung mulai bekerja.
Yang penting adalah membangun rutinitas yang dapat efektif untuk menyelesaikan pekerjaan. Cobalah untuk merencanakan istirahat makan siang, dan jadwal dalam waktu terbatas untuk menyelesaikan pekerjaan.


5. Mengevaluasi keefektifan penggunaan waktu kerja
Perlu untuk menyisihkan waktu yang digunakan untuk melacak bagaimana menghabiskan waktu kerja selama ini. Hal tersebut dapat untuk mengetahui gangguan apa saja yang menyebabkan kinerja tidak efektif.


6. Tidak perlu multitasking
Kemampuan untuk fokus seringkali dikacaukan dengan kemampuan multitasking. Studi menunjukkan bahwa, orang tidak memiliki kinerja yang baik ketika mereka sedang multitasking. Beberapa ahli percaya bahwa, kemampuan multitasking seseorang seringkali mengacaukan konsentrasi yang telah terbangun.


7. Tegas dalam menjaga waktu kerja
Tegas dalam menjaga waktu kerja adalah awal dari kinerja yang baik. Kita memang harus tegas ketika harus menolak ajakan seorang teman ketika jam kerja. Atau mengakhiri telepon dari kerabat ketika jam kerja. Hal tersebut dapat menjamin kinerja yang baik dan selesainya pekerjaan tepat waktu sehingga tidak jadi beban pikiran.


Semoga Bermanfaat.

Instruksi Kerja Dengan Efektif


Saya percaya siapapun orangnya pernah menginstruksikan sesuatu kepada orang lain. Juga tentunya pernah diinstruksikan. Sekurang-kurangnya instruksi dari seorang bapak atau ibu kepada anaknya.  Dan sang kakak kepada adiknya. Tujuannya agar orang itu mau mengikuti permintaannya. Dalam dunia kerja instruksi adalah hal  biasa yang dilakukan oleh seseorang sesuai dengan statusnya. Namun di sisi lain mengapa ada orang yang menolak instruksi dari orang lain? Nah ini ada kaitannya dengan derajat pemahaman tentang instruksi itu sendiri. Juga karena  kurangnya pemahaman tentang pentingnya suatu tugas  dilaksanakan.


Kalau instruksi dilakukan, misalnya oleh seorang manajer, maka tujuan pemberian instruksi adalah agar setiap karyawan memahami apa yang ingin dikerjakan dan mengapa hal itu penting. Dalam hal ini instruksi  diartikan sebagai  petunjuk untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan prosedur operasi standar. Dengan demikian para subordinasi disamping memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang apa yang seharusnya dikerjakan  juga untuk meningkatkan komitmennya. Untuk itu beberapa hal yang biasa dipertanyakan adalah apa yang akan dikerjakan dan kaitannya dengan unsur-unsur mutu, jumlah,  waktu, dan keamanan produk. Pertanyaan lainnya adalah mengapa orang-orang tertentu diminta untuk mengerjakannya; mengapa tugas itu dinilai penting; dan bagaimana mengerjakannya.


Karena pemberian instruksi itu merupakan suatu proses komunikasi maka keberhasilannya sangat bergantung pada unsur-unsurnya seperti sikap atau tampilan manajer (pemberi instruksi), ketepatan dan kejelasan isi instruksi, media atau salurannya apa, siapa yang akan mendapat instruksi, derajat kebisingan, dalam situasi seperti apa instruksi itu diberikan, dan apa saja simbol-simbol yang digunakan. Dalam prakteknya maka ada beberapa taktik agar pemberian instruksi kepada karyawan oleh manajer dapat berjalan efektif.


1. Pilihlah karyawan tertentu yang memang tepat untuk diberi instruksi. Dengan kata lain perlu dipertimbangkan aspek-aspek yang menyangkut kemampuan, minat, dan keinginan dari karyawan untuk melaksanakan instruksi.


2. Uraian tugas yang diberikan lewat instruksi benar-benar harus dipahami oleh pihak karyawan. Kalau dirasakan ada keragu-raguan dari karyawan tidak ada salahnya dilakukan penjelasan ulang tentang instruksi. Jangan segan untuk memberi kesempatan kepada karyawan untuk bertanya atau bahkan menanggapi tentang isi instruksi.


3. Manajer perlu mempertimbangkan faktor situasi dalam pemberian instruksi. Adalah bijak kalau manajer tidak memberi instruksi kepada karyawan tertentu ketika yang bersangkutan sedang dilanda emosi berat misalnya sedang marah atau sedih. Jangan sampai timbul kesan bahwa manajer tidak memiliki empati. Pendekatan persuasi dan murah senyum sangat dianjurkan.


4. Menghindari reaksi negatif seperti adanya kesan tindakan diskriminasi kepada karyawan. Kalau tidak diantisipasi lewat-lewat penjelasan terinci maka yang dikhawatirkan adalah munculnya friksi-friksi di antara karyawan. Atau malahan friksi antara karyawan dan manajernya. 


5. Setiap pemberian instruksi perlu dilakukan pemantauan sejauh mana tugas telah dilaksanakan karyawan dengan baik. Pemantauan ini perlu dilakukan untuk memperkecil deviasi antara isi instruksi, proses, dan hasilnya. Akhirnya hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan instruksi akan dipakai untuk memperbaiki rencana operasional pemberian tugas-tugas berikutnya. 

Tipe Karyawan dan Hubungan Kerja Efektif


TIPE KARYAWAN vs HUBUNGAN KERJA EFEKTIF

Dalam   setiap melakukan pekerjaannya, idealnya setiap orang ingin memahami faktor-faktor di sekelilingnya. Terutama pemahaman tentang kepribadian sesama karyawan atau bos (manajer)nya. Dengan demikian hubungan kerja di antara karyawan dan dengan manajer akan berjalan efektif. Saling menyalahkan akan semakin diperkecil.Sementara yang terjadi adalah terbangunnya saling percaya dan saling memahami pribadi masing-masing.


Bagi mereka yang mampu membangun hubungan kerja yang efektif selalu berwajah dan bersikap cerah dan enerjetik. Orang seperti ini berpandangan positif terhadap lingkungannya. Mereka banyak memiliki teman dan bahkan sahabat. Sebaliknya yang berpandangan negatif. Mereka cenderung dapat menyebabkan suasana kerja penuh depresi dan melelahkan. Orang yang berspirit rendah seperti ini bisa mempengaruhi teman-temannya. Orang lain bakal  menghindari bahkan menjauhinya.Untuk saling memahami sesama kolega kerja dan manajer maka diperlukan pemahaman tentang beragam tipe orang

  • Golongan pertama disebut sebagai ”dominant directors”
Orangnya bersifat ekstrovert dan berfokus pada tugas. Kalau bekerja didasari keramahan, langsung atau tidak berbelit, berorientasi pada hasil dan persaingan, dan sering dimotivasi oleh kekuasaan.Selain itu biasanya orang-orang bersifat itu siap berkonfrontasi dengan orang lain, membuat keputusan dengan mudahnya,dan ambisius. Mereka menikmati pengalihan tanggung jawab dan menolak kekuasaan dari orang lain. Saking sifatnya yang selalu bergerak cepat, mereka  kadang-kadang tampak berlaku kasar, lancang, dan tidak sabar. Selalu melangkah cepat, ingin selalu sesuatu dikerjakan dengan benar dan segera, dan tidak menyukai hasil yang buruk.

Untuk bisa bekerja efektif dengan tipe ”pengarah dominan” maka perlu berkomunikasi dengan jelas, akurat, dan langsung ke persoalan dengan cepat. Jangan bertele-tele. Hindari berbicara hal-hal yang teoritis atau abstrak, konseptual,dan berbagai masalah yang menyangkut orang lain. Perlakukanlah dia dengan semangat kerja tinggi dan biarkanlah dia berpikir sebagai orang yang bertanggung jawab akan pekerjaannya.

  • Golongan kedua yang juga ekstrovert dan berfokus pada persoalan-persoalan orang adalah ”interacting socialisers”
Golongan ini senang kepada setiap orang dan bekerja di tengah-tengah mereka. Beberapa sifat yang menonjol antara lain adalah antusias, optimistis, mudah bersosialisasi, senang bicara, persuasif dan impulsif. Mereka juga bagus dalam mempengaruhi orang lain, sifat senang dan sayang pada orang lain, enerjetik, kreatif, dan terbuka dengan perasaan orang lain. Selain tiu mereka juga mengembangkan perubahan, kecenderungan-kecenderungan dan gagasan baru, dan pengakuan terhadap prestasi. Namun yang perlu diketahui bahwa mereka sering bekerja tidak teratur dan kurang memperhatikan hal-hal yang rinci, sia-sia, mudah digugah, manipulatif, dan tidak disiplin.

Mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan golongan tersebut tentunya dengan membangun hubungan individual yang efektif. Caranya antara lain menghindari untuk  bicara tentang pekerjaan secara rinci. Sebaliknya berfokuslah pada gambaran dan visi yang besar. Biarkan mereka bicara, berpartisipasi, memotivasi,dan menciptakan suasana menyenangkan. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat.

  • Golongan Ketiga adalah yang disebut ”steady relaters”
Mereka umumnya introvert, fokus pada orang dan hubungan kerja dalam menyelesaikan tugas dengan komplit. Mereka tidak menyukai konflik dan lebih menyenangi rutinitas yang sudah ada dan stabil ketimbang sesuatu yang belum dicoba dan diuji. Cenderung bersikap diam dan sering berlaku tidak tegas. Namun mereka loyal, stabil, taatasas, seolah sebagai pemain tim yang gampangan, penolong dan suka membuat orang senang. Sebagai pemikir dan pendengar yang baik,mereka senang membuat orang yang sedang marah menjadi tenang kembali. Mereka juga sebagai perekat dalam membangun tim kerja yang solid. Namun disi lain kadang-kadang tingkah mereka terlihat kurang meyakinkan, bimbang, janggal, posesiv, dan umbar janji yang terkadang goyah.

Untuk menemukan pemikiran atau opini seorang “steady relater”, kita harus banyak bertanya dengan pertanyaan terbuka dan mendengarkannya secara hati-hati. Jangan memandang rendah mereka apakah dalam hal loyalitas dan kontribusi mereka.

  • Golongan keempat disebut “conscientious thinkers”; introvert yang fokus pada tugas dan memiliki keinginan kuat dalam mencapai prestasi
Mereka menikmati kegiatan studi dan alisis. Mereka bekerja dengan rajin, obyektif, dan dengan cara-cara yang sistematik dan teratur. Juga bekerja serius, akurat, dan perfeksionis yang menghasilkan mutu output tinggi. Di samping itu mereka juga dapat bersifat kaku, cerewet, perhitungan,   dan lambat dalam pengambilan keputusan. Jadi kalau ingin membangun hubungan kerja dengan mereka secara efektif perlu menghindari berbicara bertele-tele. Kalau akan mengkritisi kita harus melakukannya dengan taktis dan dukungan argumentasi yang jelas dan terinci. Mengajak lebih taktis ketimbang instruksi. Orang bertipe ini sulit menerima desakan dan usulan yang terburu-buru.             

Prinsip Kerja yang Efektif


Agar proses manajemen menjadi efektif maka dibutuhkan seperangkat prinsip kerja efektif. Dalam hal ini, ada 5 prinsip kerja efektif. Kelima prinsip tersebut dibagi lagi sehingga lebih jelas dan praktis. Apa sajakah 5 prinsip dimaksud? Simaklah paparan berikut ini:


1. Rencana
Rencana itu ada hanya ketika ditulis. Kalau Anda tidak menuliskannya: Anda mungkin mempunyai impian atau visi atau bahkan mimpi buruk. Anda tidak mempunyai rencana kecuali ditulis.
Seperti kata Napoleon, “Tidak ada yang sukses dalam perang kecuali sebagai konsekuensi dari rencana yang disiapkan dengan baik.”
Merencanakan sesuatu dengan tepat berarti Anda harus mengetahui:

  1. Pekerjaan apa yg akan Anda diselesaikan?
  2. Bagaimana melaksanakannya?
  3. Kapan selesainya?
  4. Di mana selesainya?
  5. Berapakah kecepatan melaksanakannya?

Rencanakan Pekerjaan dengan tepat! Dengan perencanaan yang tepat, puncak keberhasilan baru separuh dicapai. Perencanaan itu sukses hanya dengan pelaksanaan yang profesional.


2. Jadwal
Pekerjaan harus dijadwalkan! Jadwal yg efektif harus:

  1. Pasti.
  2. Selaras dengan jadwal-jadwal lainnya.
  3. Sulit mencapai, namun mungkin tercapai.
  4. Peganglah dengan teguh.

Penjadwalan yang baik akan mengefektifkan energi Anda. Jangan biarkan energi Anda terbuang percuma hanya karena penjadwalan yang buruk.


3. Pelaksanaan
Letnan Jenderal James F. Hollingsworth mengatakan, “Orang bodoh mana pun bisa menulis sebuah rencana. Pelaksanaanyalah yang membuat Anda kewalahan.”
Setelah rencana yang tepat disiapkan, laksanakanlah rencana tersebut dengan:

  1. Terampil
  2. Teliti
  3. Cepat
  4. Tanpa usaha yang tak perlu
  5. Tanpa penundaan yang tak perlu
Laksanakanlah rencana dengan tanpa memisahkannya dari pelaksanaan. Dengan kata lain, para perencana itu harus mengomandani pelaksanaan dan para komandan itu harus turut serta merencanakan.


4. Pengukuran
Perkerjaan yang telah Anda laksanakan haruslah diukur:

  1. Berdasarkan potensi Anda
  2. Berdasarkan progress report Anda yang telah lalu
  3. Berdasarkan progress report orang lain yang telah lalu
  4. Berdasarkan kuantitas
  5. Berdasarkan kualitas

Buatlah rekam jejak perjalanan pelaksanaan perkerjaan Anda. Nantinya akan berguna untuk melaksanakan pekerjaan-perkerjaan lainnya sebagai referensi.


5. Kontraprestasi
Apabila pekerjaan Anda telah selesai dengan efektif, Anda selayaknya mendapat balas jasa berupa:

  1. Syarat kerja yang baik
  2. Kesehatan yang baik
  3. Kebahagiaan
  4. Pengembangan diri
  5. Uang

Sudahkah Anda BEKERJA dengan EFEKTIF? dan bagaimana rasanya BEKERJA dengan EFEKTIF itu? Silakan berbagi melalui komentar.

Tips Program Produksi Kerja di Pabrik



Untuk menjalankan program produksi dengan gangguan minimum, maka waktu untuk pekerjaan perawatan perlu direncanakan sebaik mungkin. 


Waktu pekerjaan perawatan ditentukan atas kondisi berikut:
• Kapan aktivitas produksi dihentikan karena adanya kebutuhan perawatan.
• Kapan pabrik tidak beroperasi karena jadwal waktu atau jam kerja yang sudah.
Penentuan jam operasi pabrik tergantung besar kecilnya industri, jenis dan tingkat produksi.
Memperlihatkan berbagai sistem penggantian waktu kerja di industri, sehingga bisa ditentukan waktu yang tersedia untuk melakukan pekerjaan perawatan pada saat pabrik tidak beroperasi. 


Perencanaan Perawatan  Urutan perencanaan fungsi perawatan meliputi :
a. Bentuk perawatan yang akan ditentukan.
b. Pengorganisasian pekerjaan perawatan yang akan dilaksanakan dengan pertimbangan ke masa depan.
c. Pengontrolan dan pencatatan. 
d. Pengumpulan semua masalah perawatan yang dapat diselesaikan dengan suatu bentuk perawatan.
e. Penerapan bentuk perawatan yang dipilih:
• Kebijaksanaan perawatan yang telah dipertimbangkan secara cermat.
• Alternatif yang diterapkan menghasilkan suatu kemajuan.
• Pengontrolan dan pengarahan pekerjaan sesuai rencana.
• Riwayat perawatan dicatat secara statistik dan dihimpun serta  dijaga untuk dievaluasi hasilnya guna menentukan persiapan berikutnya.  


Sasaran perencanaan perawatan :
• Bagian khusus dari pabrik dan fasilitas yang akan dirawat.
• Bentuk, metode dan bagaimana tiap bagian itu dirawat.
• Alat perkakas dan cara penggantian suku cadang.
• Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan.
• Frekwensi perawatan yang perlu dilakukan.
• Sistem Pengelolaan pekerjaan.
• Metode untuk menganalisis pekerjaan.
Dasar-dasar pokok yang menunjang dalam pembentukan sistem perawatan :
• Jadwal kegiatan perawatan untuk semua fasilitas pabrik.
• Jadwal kegiatan perawatan lengkap untuk masing-masing  tugas yang harus dilakukan pada tiap bagian.
• Program yang menunjukkan kapan tiap tugas harus dilakukan.
• Metode yang menjamin program perawatan dapat berhasil.
• Metode pencatatan hasil dan penilaian keberhasilan program  perawatan.


Faktor-faktor Yang Diperhatikan Dalam Perencanaan Pekerjaan Perawatan:
a. Ruang lingkup pekerjaan.
Untuk tindakan yang tepat, pekerjaan yang dilakukan perlu diberi petunjuk atau pengarahan yang lengkap dan jelas. Pengadaan gambar-gambar atau skema dapat membantu dalam melakukan pekerjaan.
b. Lokasi pekerjaan.
Lokasi pekerjaan yang tepat dimana tugas dilakukan, merupakan informasi yang mempercepat pelaksanaan pekerjaan. Penunjukan lokasi akan mudah dengan memberi kode tertentu, misalnya nomor gedung, nomor departemen dllsb.
c. Prioritas pekerjaan.
Prioritas pekerjaan harus dikontrol sehingga pekerjaan dilakukan sesuai dengan urutan yang benar. Jika suatu mesin mempunyai peranan penting, maka perlu memberi mesin tersebut prioritas utama.
d. Metode yang digunakan.
“Membeli kemudian memasang” sangat berbeda artinya dengan “membuat kemudian memasang”. Meskipun banyak pekerjaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun akan lebih baik jika penyelesaian pekerjaan tersebut dilakukan dengan metode yang sesuai dengan keahlian yang dipunyai. 
e. Kebutuhan material.
Apabila ruang lingkup dan metode kerja yang digunakan telah ditentukan, maka biasa diikuti dengan adanya kebutuhan material. Material yang dibutuhkan ini harus selalu tersedia.
f. Kebutuhan alat perkakas.
Sebaiknya alat yang khusus perlu diberi tanda pengenal agar mudah penyediaannya bila akan digunakan. Kunci momen, dongkrak adalah termasuk alat-alat khusus yang perlu ditentukan kebutuhannya.
g. Kebutuhan keahlian.
Keahlian yang dimiliki seorang pekerja akan memudahkan dia bekerja. 
h. Kebutuhan tenaga kerja.
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan harus ditentukan untuk setiap jenis keahlian. Hal ini berguna dalam ketetapan pengawasannya. 


Sistem Organisasi Untuk Perencanaan Yang Efektif
Perencanaan yang ditangani oleh staf perawatan adalah untuk mempersiapkan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan perawatan. 


Bagian perencana bertanggung jawab terhadap perencanaan: 
a. Sistem order pekerjaan.
b. Perencanaan estimasi.
c. Penjadwalan.
d. Kontrol jaminan order
e. Laporan hasil kerja.


Estimasi Pekerjaan
Perencanaan perawatan diadakan untuk membuat jadwal kerja dan kontrol yang dibutuhkan dalam menetapkan waktu yang diperlukan untuk melakukan kerja. Penilaian waktu kerja dilakukan oleh seorang estimator. Penilaian dengan kwalitas tinggi akan dihasilkan dari seorang estimator yang berpengalaman,
berpengetahuan dan berkemampuan dalam bidang estimasi.
Kerugian-kerugian dari estimasi yang dibuat oleh pengawas adalah sebagai berikut:
a. Estimasi tidak tetap dan tidak teliti.
b. Estimasi sangat bervariasi ketelitiannya bila estimator berbeda-beda.
c. Metode pembandingnya sulit.
d. Latihan estimator tidak mudah.
e. Kebenarannya hampir tidak mungkin.
Suatu metode estimasi yang terarah, disebut sistem data historis, dengan memakai nilai waktu rata-rata berdasarkan pengalaman masa lalu. Namun metode data historis juga mempunyai kelemahan yaitu:
a. Nilai waktu rata-rata yang direfleksikan dari harga lama tidak seteliti waktu sekarang.
b. Metode yang berganti-ganti sulit membandingkannya.
c. Pekerjaan yang baru sulit ditaksir.
d. Kekurangan masa lalu menjadi dasar pada sistem.


Standar waktu kerja bisa ditetapkan pada tiap fungsi perawatan dengan metode-metode yang ada seperti metode “studi mengenai gerak dsb.


Keuntungan-keuntungan Dari Perawatan Yang Direncanakan, Perawatan yang direncanakan dapat menghasilkan keuntungankeuntungan sebagai berikut:
a. Kesiapan fasilitas industri lebih besar
1. Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada peralatan bisa  berkurang karena adanya sistem perawatan yang baik dan teratur.
2. Pelaksanaan perawatan tidak banyak mengganggu kegiatan produksi, sehingga hilangnya waktu produksi menjadi minimum.
3. Perawatan yang lebih sederhana dan teratur dapat mengurangi kemacetan produksi daripada adanya perawatan khusus yang mahal.
4. Perlengkapan dan suku cadang yang dibutuhkan lebih mudah terkontrol dan selalu tersedia bilaman diperlukan.
b. Pelayanan yang sederhana dan teratur, lebih cepat dan murah daripada memperbaiki kerusakkan yang terjadi secara tiba-tiba.
c.  Pengelolaan dan pelayanan perawatan yang terencana dapat menjaga kesinambungan hasil industri dengan kualitas dan efisiensi yang tinggi. 
d.  Pemanfaatan tenaga kerja lebih besar dan efektif.
1. Frekuensi pekerjaan perawatan yang direncanakan dapat merata dalam setahunnya, sehingga penumpukan tugas perawatan akan terkurangi.
2. Tiap jenis pekerjaan perawatan lebih mudah diketahui kemajuannya dan dapat terkontrol secara efektif.
3. Cara kerja perawatan yang positif dapat mempengaruhi sikap kerja menjadi lebih baik dengan pendekatan yang penuh dedikasi dan tanggung jawab.
e.  Adanya perhatian yang penuh untuk mengelola seluruh sarana dalam melayani program perawatan.

5 Kiat Bekerja Produktif



apa tak ingin lebih produktif lagi dalam bekerja? Tentu semua orang ingin bisa bekerja seproduktif mungkin. Berikut ini adalah 5 kiat untuk menjadikan waktu kerja Anda lebih produktif.

 
1. Blokir semua situs yang bisa mendistraksi konsentrasi
Pada browser internet seperti Firefox terdapat add-on yang dapat memblokir halaman situs tertentu yang kita kehendaki. Bahkan kita dapat mengatur hari apa dan kapan saja situs tersebut tidak bisa kita akses. Mungkin Anda tidak menyadarinya, tapi tindakan kita seperti masuk ke situs Facebook atau Twitter sudah menjadi perilaku otomatis yang kita lakukan setiap hari. Sayangnya, situs media sosial seperti itu mudah mengalihkan perhatian kita dari apa yang seharusnya kita kerjakan. 


2. Tidur sejenak di sela waktu kerja itu berguna
Ketika tubuh kita merasa capek, otomatis kita tidak akan bisa bekerja maksimal. Kita pun rentan membuat kesalahan kala otak kita lelah. Tidur beberapa menit di kantor sebelum kembali bekerja terbukti dapat menyegarkan kembali otak Anda. Kerja pun kembali produktif. 


3. Gunakan waktu cuti Anda dan berliburlah
Percayalah, segala hal yang berlebihan itu tidaklah baik. Bekerja terlalu keras pun dapat menyebabkan Anda merasa lelah baik fisik dan mental. Mungkin saat Anda merasa bosan dan lelah adalah saat yang tepat untuk beristirahat sejenak. Pergilah berlibur atau sekadar menyenangkan diri sendiri dengan aktivitas baru dan menyenangkan. Tubuh Anda tak hanya akan kembali segar dan bersemangat, otak pun siap kembali bertempur menghadapi tumpukan pekerjaan di kantor. 


4. Catat semua hal terkait tugas yang Anda kerjakan
Simpanlah buku catatan kecil yang memuat segala hal yang harus Anda kerjakan dan juga semua tugas yang telah terselesaikan. Selain memudahkan Anda dalam bekerja, kebiasaan mencatat bisa menjadi bukti konkret saat bos Anda memberi perintah yang berbeda dengan yang sudah diperintahkannya sebelumnya. 


5. Kenali jam biologis Anda dalam bekerja
Setiap orang punya jam produktif yang berbeda-beda. Ada yang lebih senang dan produktif bila bekerja di pagi hingga sore hari, tetapi ada pula orang yang lebih produktif bekerja di sore dan malam hari. Kerjakan tugas yang Anda anggap sulit di waktu produktif Anda dan selesaikan sisa tugas yang mudah di jam-jam lain.